Friday, October 31, 2014

Tekanan Darah Kembali Normal Dengan Terapi Pentol Korek

Tekanan Darah Kembali Normal Dengan Terapi Pentol Korek
Keliyengan, pusing, lemas, merasa sekitar berputar-putar hingga mau pingsan merupakan gejala seseorang terkena penyakit hipotensi atau tekanan darah rendah. Terkadang disertai pula dengan keluarnya keringat dingin. Tak hanya dengan obat-obatan, terapi tradisional tererapi pentol korek bisa menyembuhkan penyakit yang satu ini. Seperti Apa?

Rasanya tidak nyaman jika kepala terasa pusing, keliyengan, lemas, berputar-putar hingga mengeluarkan keringat dingin. Gejala tersebut biasanya dialami oleh mereka yang menderita hipotensi atau tekanan darah rendah. Gejala lainnya adalah sering menguap, penglihatan kurang jelas (kunang-kunang) terutama setelah duduk lama kemudian berjalan, badan cepat lelah dan mengalami pingsan yang berulang. Jika diperiksa, detak atau denyut nadi teraba lemah dan tampak pucat, karena tidak maksimumnya suplai darah ke seluruh jaringan tubuh.

Seseorang dikatakan menderita hipotensi jika tekanan darahnya bisa mencapai 90/60 mmHg, dari angka normal berdasarkan aktivitas normal 120/80 mmHg. Seperti halnya hipertensi atau tekanan darah tinggi, hipotensi juga bisa membahayakan tubuh. Pasalnya ketika tekanan darah merosot turun, jantung, otak dan bagian tubuh lainnya tidak mendapatkan cukup darah. Hipotensi terjadi karena adanya perubahan tekanan darah dari kondisi normal. Penurunan tekanan darah ini pada sebagian orang bisa menimbulkan masalah. Hipotensi dibedakan menjadi hipotensi ortostatik, dimediasi neural dan akut.

Hipotensi ortostatik terjadi karena perubahan posisi tubuh yang tiba-tiba dari berbaring ke berdiri yang berlangsung selama beberapa detik atau menit, yang banyak dialami orangtua. Hipotensi dimediasi neural dialami anak-anak hingga dewasa, yang terjadi karena berdiri terlalu lama. Hipotensi akut terjadi akibat kehilangan darah secara tiba-tiba (shock).

Ada beberapa penyebab hipotensi antara lain dehidrasi, efek samping dari obat seperti alkohol, anxiolytic, diuretik, obat-obatan untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner dan analgesik. Kejutan emosional seperti shock juga membuat seseorang mengalami hipotensi Selain pengobatan dokter, untuk mengatasi hipotensi bisa dengan terapi tradisional. Salah satunya adalah terapi pentol Korek.

Terapi Pentol Korek. Sesuai namanya, terapi ini menggunakan pentol korek sebagai media penyembuhan. Menurut Atika S. Kurniati, terapis terapi pentol korek, dengan menggunakan pentol korek dapat mengenai syaraf-syaraf yang rusak yang menyebabkan timbulnya suatu penyakit. Sebenarnya tidak hanya pentol korek yang dapat dijadikan media dalam terapi ini. Pensil tumpul dan pulpen kosong pun bisa digunakan apabila tidak ada pentol Korek.

Terapi ini cukup mudah dilakukan. Siapkan beberapa pentol korek Sebelum terapi dilakukan, sebaiknya pasien tidak tegang dan otot-otot dalam keadaan yang kendur. Setelah pasien merasa tenang, terapi pun dapat dimulai.

Ambil satu pentol korek lalu arahkan pada beberapa titik syaraf. Untuk tekanan darah rendah totok titik syaraf pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, telinga, jari-jari tangan, jari-jari kaki, sisi dalam dan luar kaki, dan tulang belakang. Pada bagian wajah pertama kali letakkan pentol korek di bagian dahi atas. Dahi dikategorikan oleh terapis sebagai pusat wajah. Terapis akan menekan pada bagian dahi selama beberapa menit.

Setelah dahi, dilanjutkan ke bagian pipi sebelah kanan yang mengenai bagian syaraf bagian ginjal, bagian hidung atas yang mengenai syaraf bagian jantung, bagian dahi yang dekat dengan rambut dan bagian dagu. Bagian dagu dikatakan sebagai pusat saraf. Sama seperti bagian dahi atas, pada bagian ini pun tetap ditekan beberapa menit.

Setelah selesai bagian wajah, bisa dilanjutkan ke bagian telinga, jari-jari tangan, jari-jari kaki, sisi dalam dan luar kaki, dan tulang belakang. Totok pada bagian ini berfungsi untuk melancarkan aliran darah. Apabila saat ditotok ada bagian yang terasa sakit, maka harus ditambah totokannya pada hitungan kelima. Sebaiknya totok ini dilakukan dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.

Pada beberapa orang setelah dilakukan totok dengan pentol korek akan timbul kemerahan atau gatal-gatal. Ini merupakan hal yang wajar dan bersifat sementara. Kemerahan ini hanya akan timbul selama 15 menit. Pada terapi pertama, biasanya pasien akan kesakitan seperti digigit semut namun setelah melakukan terapi 1-3 kali sakit itu tidak akan terasa lagi. Apabila terapi dilakukan dengan benar, air seni akan berwarna merah atau keruh. Saat buang air besar pun akan keluar seperti lendir tanda terbuangnya toksin atau virus yang tidak berguna.


Selain dengan totok, untuk mendapatkan hasil maksimal bisa ditambahkan dengan meminum ramuan khusus. Parut kunyit lalu peras dan ambil airnya hingga 1/2 cangkir. Setelah itu tambahkan sebutir kuning telur dan 1 sdm madu murni. Apabila tidak senang dengan aroma kunyit bisa diganti dengan air bayam. Cara membuatnya, tumbuk bayam lalu peras dan ambil airnya. Ramuan ini bisa diminum setiap pagi dan sore hari. Pasien juga dianjurkan makan sate kambing bagian daging dan hatinya untuk menaikkan tekanan darah Niken Wulandari. (Info Kecantikan)

1 komentar: