Wednesday, December 17, 2014

Ketombe Hilang Dengan Mengkudu

Ketombe menjadi salah satu masalah yang merusak keindahan rambut. Betapa tidak, butiran halus berwarna putih terlihat menempel pada helai-helai rambut, dan kadang berguguran pada bahu. Belum lagi rasa gatal yang membuat seseorang yang mengalami masalah ketombe ingin terus menggaruknya. Hal tersebut tentu mengurangi penampilan dan kepercayaan diri. Bahan alami seperti mengkudu, ternyata dipercaya untuk menghilangkan ketombe. Benarkah?

Rambut sehat tentu rambut yang tidak memiliki masalah seperti ketombe. Namun ketombe akan timbul dengan tidak terduga. Selain dapat merusak rambut ketombe juga dapat menyebabkan gatal yang akan semakin memperparah timbulnya ketombe. Ketombe muncul karena kulit kepala tidak sehat dan tidak bersih Pada beberapa orang, masalah ketombe ini timbul terus-menerus.

Ketombe atau nama latinnya pytiriasis capitis merupakan pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Sebenarnya sel-sel kulit mati yang terkelupas merupakan hal alami dan normal terjadi jika jumlahnya sedikit. Tetapi jika mengelupas secara terus-menerus dalam jumlah banyak serta diikuti dengan iritasi pada kulit kepala maka harus segera diatasi.

Ketombe merupakan gejala seborrhoeic dermatitis, psoriasis, infeksi jamur dan kutu rambut. Karena itu sebaiknya hindari menggaruk kulit kepala secara berlebihan ketika mengalami masalah ketombe. Pasalnya, jika menggaruk secara berlebihan ketika berketombe dapat merusak kulit kepala yang justru akan meningkatkan risiko infeksi pada kulit kepala.
Ketombe Hilang Dengan Mengkudu


Untuk mengatasi ketombe dibutuhkan perawatan rambut yang tepat agar masalahnya tidak semakin parah. Ketombe bisa dicegah dengan sampo antiketombe yang banyak di pasaran, namun tidak akan menghilangkan ketombe secara keseluruhan. Berbagai treatment menghilangkan ketombe banyak dilakukan di salon maupun klinik kecantikan. Sebenarnya Anda bisa mengatasi masalah ketombe sendiri di rumah dengan menggunakan bahan alami mengkudu.

Menghilangkan Ketombe. Selain dapat membantu penyembuhan penyakit kanker dan digunakan untuk perawatan kulit, mengkudu juga bermanfaat untuk rambut dan kulit kepala. Buah mengkudu sudah dikenal dapat menghilangkan ketombe. Menurut Yusuf Wijaya, herbalis, mengkudu memiliki nutrisi yang dibutuhkan rambut.

 Mengkudu mengandung Vitamin C dan berbagai antioksidan serta bersifat antibakteri. Oleh karena itu mengkudu dapat menghilangkan ketombe yang disebabkan adanya bakteri dan infeksi jamur. Sifat asam pada buah mengkudu akan menyeimbangkan pH pada kulit kepala. pH yang seimbang inilah yang dibutuhkan kulit kepala untuk dapat menjaga ketahanan kulit dari infeksi jamur dan bakteri. 

Langkah menggunakan buah mengkudu untuk mengatasi ketombe sangatlah mudah. Pilih buah mengkudu yang sudah matang. Setelah itu buah mengkudu diblender hingga halus, lalu ambil airnya dan gunakan pada rambut. Pijatlah kepala secara perlahan-lahan, lalu diamkan selama 10-15 menit agar nutrisi dari buah mengkudu terserap sempurna. Barulah mencuci rambut hingga bersih.

Pemakaian buah mengkudu ini sebaiknya dilakukan sesaat sebelum melakukan keramas, agar aroma tidak sedap mengkudu hilang bersama dengan sampo. Cara ini bisa dilakukan secara rutin setiap akan melakukan keramas agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. Mengkudu merupakan buah yang mempunyai banyak manfaat, oleh sebab itu pemakaian buah mengkudu untuk rambut tidak akan menimbulkan efek samping.

Namun jika memiliki kulit kepala sensitif sebaiknya mengkudu yang akan digunakan pada kulit kepala dicoba sedikit terlebih dahulu pada kulit. Selain itu, dalam penggunaannya sebaiknya secara perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit dioleskan pada rambut agar tidak perih. Lalu bersihkan buah mengkudu hingga benar-benar bersih dan tidak berbau.

Selain aman, perawatan rambut menggunakan buah mengkudu juga dapat menghemat pengeluaran, karena tidak harus membeli nutrisi untuk rambut yang harganya ratusan ribu rupiah. Perawatan rambut dengan menggunakan buah mengkudu merupakan cara alami yang pasti jauh lebih sehat dibandingkan dengan menggunakan bahan campuran kimia yang dapat menimbulkan masalah baru untuk rambut. Perawatan ini sangat mudah dilakukan sendiri di rumah, terlebih bagi yang tidak memiliki waktu luang untuk berlama-lama di salon.

Mengatasi Kerontokan. Selain dapat menghilangkan ketombe, manfaat lain dari buah mengkudu untuk rambut adalah dapat mengatasi kerontokan. Mengkudu juga dapat mengurangi rambut beruban atau menghitamkan rambut. Untuk mengatasi kerontokan pada rambut, buah mengkudu dapat dicampurkan dengan bahan nutrisi yang dibutuhkan untuk rambut.

Cara membuatnya buah mengkudu yang telah dihaluskan atau diblender dapat dicampurkan dengan kuning telur, lalu diaduk hingga rata sampai menjadi seperti masker. Sebelum menggunakan masker mengkudu, sebaiknya rambut dalam keadaan bersih dan dikeramas sebelumnya. Oleskan masker mengkudu secara merata pada rambut hingga kulit kepala. Diamkan selama kurang lebih 15 menit, lalu bilas hingga bersih dan keramas kembali hingga bau dari mengkudu dan telur hilang.

Sementara untuk mengatasi rambut beruban atau menghitamkan rambut, Cara membuatnya buah mengkudu matang diblender hingga halus dan ambil airnya. Setelah itu basuhkan pada rambut dan diamkan beberapa menit agar terserap. Selanjutnya bilas rambut sampai bersih. Gunakan secara rutin atau bisa juga digunakan setiap hari. Lakukan hal ini secara terus menerus hingga rambut putih atau uban berangsur menghitam. Biasanya dalam waktu 3 bulan biasanya rambut putih akan berubah menjadi hitam kembali.


Manfaat selanjutnya selain untuk kecantikan, buah mengkudu juga dapat menyembuhkan eksim atau gatal-gatal. Caranya, pilih buah mengkudu yang telah jatuh dari pohonnya. Lalu dipotong dan dioleskan langsung pada bagian eksim yang akan diobati. Setelah dioleskan mengkudu akan berubah menjadi berbusa, karena antibakteri bekerja. Diamkan beberapa saat. Ketika digunakan akan menyebabkan gatal, lalu setelah itu dibersihkan dengan air hingga bersih. Gunakan secara teratur hingga eksim dan gatal menghilang. Koes Anindya (Info Kecantikan)

Tuesday, December 16, 2014

Biji Pepaya Hitamkan Rambut

Di dalam papaya mengandung tiga antioksidan yang sangat penting, yaitu vitamin A, G dan E, serta magnesium, potasium, asam panthotenic, folat dan serat. Sedangkan dalam biji pepaya mengandung glucosinolates, benzyl isothiocynate dan minyak pepaya. Biji pepaya memiliki khasiat berupa nephro-protector serta efek antibakteri. Efek antioksidan dari pepaya secara tidak langsung dapat memperlambat penuaan sel-sel, termasuk sel pada rambut.
Biji Pepaya Hitamkan Rambut


Aging atau penuaan yang merupakan penyebab utama rambut beruban (graying). Pada usia akhir dekade ke-5, separuh orang memiiiki paling tidak 50 persen rambut uban dan hampir seluruhnya memiliki rambut dengan gradasi warna menuju putih. Hal ini disebabkan karena berkurangnya melanosit pada folikel rambut. Pigmentasi rambut bergantung pada melanocytes stem cells dan diferensiasi set di dalam folikel rambut. Banyak gen yang berperan dalam proses ini. Artinya faktor keturunan memiliki peranan dalam pigmentasi rambut.

Batang rambut terdiri dari tiga bagian, yaitu kutikula, korteks dan medulla. Korteks mengandung melanin yang merupakan pigmen yang memberikan warna pada kulit, rambut dan mata. Menjaga rambut tetap sehat dengan meminimalisasikan penggunaan bahan kimia, menghindari menyisir rambut dalam keadaan basah, keringkan rambut secara alami tanpa menggunakan alat pengering rambut dan menggunakan deep conditioner seminggu sekali. Selain itu, penggunaan sampo sebaiknya tidak berganti-ganti.


Hal-hal tersebut sangat membantu dalam melindungi dan menjaga rambut dari kerusakan seperti perubahan warna rambut baik itu menjadi putih (uban) ataupun menjadi merah. Dengan perawatan rambut sehari-hari yang baik serta menerapkan pola hidup sehat dan seimbang dengan makan. makanan bergizi yang mengandung banyak vitamin serta zinc, maka rambut akan tetap sehat. Koes Anindya (Info kecantikan)

Monday, December 15, 2014

Mencegah Sakit Maag

Konsultasi Kesehatan: dr. Panji Privan, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam

Sebelum mengetahui cara agar terhindar dari maag, sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu mengenai definisi penyakit maag. Maag didefinisikan sebagai luka atau peradangan yang dapat menyerang lambung. dalam dunia Kesehatan lebih dikenal dengan istilah gastritis atau dyspepsia. Semua orang bisa saja terkena penyakit maag. Namun biasanya yang maag menyerang orang yang berusia antara 10 hingga 50 tahun.
Mencegah Sakit Maag


Gejala maag bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Orang yang memiliki gejala ringan biasanya merasa perih atau terbakar di ulu hati, cepat merasa kenyang hingga perut terasa penuh atau kembung. Sedangkan gejala maag yang berat bisa ditandai oleh muntah darah atau muntah hitam seperti kopi, dan buang air besarnya cair dan berwarna hitam seperti aspal.


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah maag. Menjalani pola atau gaya hidup sehat adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah seseorang terkena penyakit maag. Karena itu mulai ubah gaya hidup dengan mulai rutin untuk melakukan olahraga. 

Sebisa mungkin menghindari stres, pilih makanan yang sehat dan bergizi memperbanyak minum air putih dan makan makanan berserat. Selain itu hindari merokok, konsumsi alkohol dan kopi yang terlalu pekat. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah makan tiga kali sehari. Niken Wulandari. (Info Kecantikan)

Sunday, December 14, 2014

4 Efek Buruk Penggunaan Korset Dalam Jangka Panjang

Meski terkadang sangat menyiksa, namun demi mendapatkan perut rata dan pinggang berlekuk wanita rela menggunakan korset dalam jangka waktu lama. Bahkan penggunaan korset juga dianggap dapat menurunkan berat badan. Namun pemakaian korset dalam jangka waktu lama memiliki efek buruk bagi kesehatan tubuh. Apa saja?

Beauty is pain menjadi istilah yang populer di kalangan wanita. Betapa tidak, mereka cenderung rela melakukan apapun agar tubuhnya terlihat indah. Salah satunya adalah menggunakan korset. Pemakaian korset merupakan salah satu cara instan yang dilakukan wanita agar tubuhnya ideal. Korset adalah semacam pakaian dalam, baik untuk wanita maupun pria, yang penggunaannya dililit secara erat pada bagian dada, perut dan pinggul. Dengan pemakaian korset maka tubuh akan terlihat lebih ramping, terutama bagian perut.

Hingga sekarang pemakaian korset masih banyak diminati oleh para wanita. Terutama digunakan oleh mereka yang memiliki masalah perut menggelambir. Pasalnya, perut yang menggelambir atau menyembul sering kali membuat kepercayaan diri wanita menjadi rendah. Penggunaan korset memang memiliki manfaat estetika untuk orang yang menggunakannya. Selain dapat membuat perut tampak lebih langsing, korset juga dapat membuat pinggang terlihat lebih kecil. Pinggul dan payudara pun bisa terlihat lebih berisi.
4 Efek Buruk Penggunaan Korset Dalam Jangka Panjang


Banyaknya wanita yang membentuk tubuh menggunakan korset, membuat produksi korset semakin banyak di pasaran dengan tujuan untuk memperbaiki bentuk tubuh dan menurunkan berat badan. Namun, karena ingin memiliki tubuh yang indah, maka wanita tidak pernah memikirkan efek buruk dari pemakaian korset yang terlalu lama.

Efek Buruk. Di dalam dunia medis, korset bukan aksesori yang bisa digunakan setiap waktu. Korset sebaiknya digunakan sesuai dengan kebutuhan. Memaksakan bentuk tubuh dengan melakukan pengencangan tentu mengandung risiko untuk tubuh. Kesehatan bisa terganggu bila menggunakan korset dalam jangka waktu yang lama.

Dikatakan oleh dr. Siti Annisa Nuhonni, SpRM (K), dokter spesialis rehabilitasi medik (konsultan), pada prinsipnya seseorang boleh menggunakan korset asa! tidak secara terus menerus. Belum ada penelitian yang ilmiah yang mengatakan seberapa lama seorang wanita boleh menggunakan korset. Korset memang membantu agar postur tubuh terlihat lebih baik dan lebih tegak. Tentu hal tersebut berbeda dengan wanita yang memang menggunakan korset untuk menunjang tulang yang patah atau osteoporosis.

Berikut efek samping pemakaian korset dalam, jangka waktu panjang:

1. Melemahnya Otot-otot.
Efek pertama yang dapat ditimbulkan dari pemakaian korset terlalu lama adalah dapat membuat otot menjadi bermanja-manja. Akibatnya otot nantinya akan berubah menjadi lemah. Saat menggunakan korset otot-otot yang ada di dalam tubuh nantinya akan bias bekerja secara maksimal. Nantinya otot tersebut akan berkontraksi mengikuti lekuk tubuh yang sudah dipakaikan korset. Peran otot di bagian perut nantinya akan tergantikan dengan korset. Kalau ingin menggunakan korset sebaiknya dalam waktu yang seimbang. Misalnya apabila dalam lima jam menggunakan korset, tentu lima jam berikutnya tubuh harus beristirahat dari korset tersebut. Otot yang tadi fungsinya tergantikan oleh korset juga harus dibiarkan relaks agar ototnya pun terlatih.

2. Pembengkakan pada Tungkai.
Tidak hanya berdampak pada otot, pemakaian korset dalam jangka waktu yang tidak sebentar terkadang bisa membuat tungkai menjadi bengkak. Hal ini karena peredaran darah yang seharusnya bisa berjalan dengan normal menjadi terhambat karena adanya korset. Untuk wanita yang berusia muda mungkin tidak terlalu memberi dampak. Pasalnya, pada wanita muda seluruh organ-organ tubuhnya masih dalam, keadaan baik sehingga aliran darah masih dapat berjalan dengan baik. Namun untuk mereka yang berusia lanjut harus berhati-hati karena aliran darah bisa saja berjalan tidak lancar. Aliran darah yang berasal dari tungkai yang akan balik ke jantung berjalannya akan melambat. Tidak hanya bisa membuat tungkai bengkak, kaki pun terkadang bisa menjadi tidak berasa atau kebal.

3. Gangguan Pernapasan.
Korset yang terlalu ketat juga bisa menyebabkan gangguan pada pernapasan. Ketatnya korset tidak memungkinkan masuknya cukup udara untuk mengisi paru-paru. Saat bernapas rongga dada akan mengembang dan diafragma akan turun ke bawah. Kalau pemakaian korset hanya sebatas pinggang tentu pengembangan rongga dada tidak akan ada masalah. Namun kalau pemakaian korset mencapai ke dada tentu akan memberikan efek tersendiri untuk pernapasan. Diafragma yang seharusnya bisa bergerak naik-turun dengan leluasa menjadi terhambat. Pemakaian korset yang tinggi dan ketat juga akan berdampak kepada tulang rusuk. Saat bernafas tentu tulang rusuk juga akan berkembang ke depan, belakang, kiri, dan kanan. Saat dipakaikan korset tentu nantinya tulang rusuk akan sulit untuk bergerak atau berkembang.

4. Alergi pada Kulit.
Efek pemakaian korset terlalu lama pun bisa berdampak pada Kulit. Bahan yang digunakan untuk membuat korset bisa berpotensi untuk menimbulkan alergi Terlebih untuk mereka yang memang memiliki kulit sensitif. Penggunaan korset yang lama mungkin akan membuat tubuh menjadi panas. inilah yang kelamaan akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh. Namun tidak semua orang yang menggunakan korset akan terkena alergi.

Memilih Korset. Setelah mengetahui efek samping pemakaian korset, tentu Anda bisa memilih untuk tetap menggunakan atau mulai mengurangi pemakaian korset Untuk Anda yang memang merasa kurang percaya diri apabila tidak menggunakan korset berikut ada tips untuk memilih korset:
  1. Pilih korset yang sesuai dengan ukuran tubuh. Menggunakan korset yang terlalu kecil atau besar tentu tidak akan nyaman.
  2. Perbanyak pilihan warna. Memiliki korset dengan beragam pilihan warna tentu dapat membuat orang tidak menyadari bahwa Anda sedang menggunakan korset
  3. Mencuci korset dengan tangan. Mencuci korset dengan tangan dapat tetap membuat korset terlihat baru dan memungkinkan kain bertahan dari peregangannya.


Selain itu perlu diingat, penurunan berat badan tidak akan didapat hanya dengan menggunakan korset. Korset hanya dapat membuat tampilan perut lebih ramping. Perut yang ramping itu pun sebenarnya hanya ilusi visual yang terlihat sementara waktu. Untuk menghilangkan lemak dari tubuh tentu harus menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, olahraga juga harus tetap dilakukan agar bisa tampil dengan berat badan ideal. Niken Wulandari (Info Kecantikan)

Saturday, December 13, 2014

Jaga Berat Badan Tetap Normal Hindari Diabetes

Penyakit diabetes sering disebut mother of disease atau induk penyakit yang merupakan sumber dari beberapa jenis penyakit. Penyakit ini tentu saja mengancam kesehatan penderitanya dan sering dikatakan sebagai silent killer. Penyebabnya beragam mulai dari gaya hidup tidak sehat, pola makan sembarangan dan kurang memperhatikan kesehatan diri sendiri. Bagaimana selengkapnya?

Diabetes melitus atau yang lebih dikenal sebagai 4 penyakit kencing manis merupakan gangguan metabolisme kronis dengan multi-etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. 

Diabetes melitus adalah penyakit degeneratif dan menjadi salah satu penyakit di dalam sepuluh besar penyakit di Indonesia. World Health Organization (WHO) di tahun 2003 menyatakan bahwa 194 juta jiwa atau 5,1% dari 3,8 miliar penduduk dunia yang berusia 20-79 tahun menderita Diabetes Mellitus dan pada tahun 2025 akan meningkat menjadi 333 juta jiwa.

Penyakit diabetes dapat menjadi sumber dari beberapa penyakit yang mematikan seperti stroke, jantung koroner, ginjal, luka gangrene dan impotensi. Kadar glukosa dalam pembuluh darah yang tinggi dapat menjadi sebab organ lain di dalam tubuh terganggu. Pada kasus diabetes komplikasi beberapa jenis penyakit di atas bisa diderita. Diabetes bergantung pada organ mana yang tingkat kerusakannya sudah terjadi sebelumnya.
Jaga Berat Badan Tetap Normal Hindari Diabetes


Umumnya, penyakit diabetes melitus disebabkan oleh rusaknya sebagian kecil atau besar dari sel-sel beta dari pulau-pulau Langerhans pada pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin, akibatnya terjadi kekurangan insulin. Di samping itu, diabetes melitus juga terjadi karena gangguan terhadap fungsi insulin dalam memasukkan glukosa ke dalam sel. Gangguan itu dapat terjadi Karena kegemukan atau beberapa penyebab lainnya.

Dampak Diabetes. Dampak dari diabetes melitus terhadap kesehatan seseorang sangatlah kompleks. Diabetes dan penyakit turunannya telah menjadi ancaman serius. Penyakit ini membunuh 3,8 juta orang per tahun dan dalam setiap 10 detik seorang penderita akan meninggal karena penyebab yang terkait dengan diabetes. Pemeriksaan laboratorium bagi penderita DM diperlukan untuk menegakkan diagnosis serta memonitor timbulnya komplikasi spesifik akibat penyakit.

Salah satu akibat dari penyakit diabetes adalah luka gangrene. Luka gangrene adalah nekrosis yang disertai pembusukan jaringan. Nekrosis adalah kematian jaringan yang disebabkan oleh metabolik atau trauma. Pembusukan ini sering dikarenakan kerja kuman tertentu misalnya klostridia.. Jaringan yang terkena tampak berwarna hitam karena penimbunan senyawa sulfida, besi dari Hb yang rusak. Jadi nekrosis isemik bagian distal anggota tubuh dapat menjadi gangren bila mengalami infeksi yang sesuai.

Tingginya kadar gula darah di dalam pembuluh darah di otak akan mengakibatkan tumpukan gula darah yang akhirnya membuat sumbatan di pembuluh darah kepala. Kondisi ini akan mengakibatkan hipertensi dan terjadi gangguan aliran darah karena diameter pembuluh darah akan mengecil. Sehingga darah yang mengalir ke otak akan berkurang, maka otak akan kekurangan suplai oksigen dan glukosa. Akibatnya jaringan otak lama-lama akan mati.

Pada jantung, peningkatan kadar gula darah dapat merusak pembuluh darah yang mengangkut darah dari dan ke jantung. Asupan darah yang tidak memadai akan memaksa jantung bekerja terlalu keras. Hal ini akan menyebabkan nyeri dada, sesak napas dan irama jantung tidak teratur. Kondisi ini lambat lain akan menyebabkan komplikasi kardiovaskular.

Untuk ginjal, pembuluh darah yang rusak Karena kadar gula darah tinggi akan menyulitkan ginjal untuk mengeluarkan produk sisa dari darah. Dalam kasus ekstrem, limbah ini menyebabkan ginjal gagal. Karena itu, penderita mungkin akan dianjurkan untuk melakukan transplantasi ginjal atau dialisis (cuci darah) untuk mempertahankan hidup.

Tidak hanya berakibat buruk pada organ tubuh bagian dalam, diabetes dapat menyebabkan kebutaan. Komplikasi mikrovaskuler adalah komplikasi pada pembuluh darah kecil, di antaranya Retinopati diabetika. Retinopati diabetika adalah kerusakan mata seperti katarak dan glukoma. Bentuk kerusakan yang paling sering terjadi adalah bentuk retinopati yang dapat menyebabkan kebutaan. Hal ini terjadi akibati dari tingginya kadar gula darah dalam pembuluh darah pada saraf retina mata atau disebut retinopati diabetikum.

Mencegah Diabetes. D Diuraikan dr. Fauzia ketika menjadi pembicara seminar yang diselenggarakan Rhizoma World Wide dengan tema Mengatasi Kelebihan Gula Darah dan Luka Gangrene dengan Herbal Propolis Nanotechnology, upaya yang dilakukan untuk menghindari diabetes adalah menjaga berat badan agar tetap normal, melakukan olahraga secara teratur dan memperbaiki pola makan. Ini berarti makan dengan pola makan yang sehat dan mengutamakan asupan buah-buahan dan sayur-sayuran.

Penelitian menunjukkan untuk setiap kelebihan 40 gram lemak yang dikonsumsi dalam sehari, risiko untuk menderita diabetes akan meningkat tiga kali lipat. Jika sudah menderita diabetes, maka peluang besar mengalami komplikasi sangat tinggi. Ketika komplikasi sudah dialami, usaha untuk menyembuhkan kondisi tubuh ke arah normal cukup sulit. Kerusakan yang terjadi umumnya akan menetap.

Menurut WHO tahun 1994, upaya pencegahan diabetes ada tiga tahap yaitu:
1. Pencegahan Primer. Semua aktivitas yang ditujukan untuk mencegah timbulnya hiperglikemia pada individu yang berisiko untuk menjadi diabetes atau pada populasi umum.
2. Pencegahan Sekunder. Menemukan pengidap DM sedini mungkin. Misalnya dengan tes penyaringan terutama pada populasi risiko tinggi, dengan demikian pasien DM yang sebelumnya tidak terdiagnosa dapat terjaring. Sehingga dapat dilakukan upaya untuk mencegah komplikasi. Pada tahun yang sama, WHO menyatakan bahwa pendeteksian pasien baru dapat dilakukan dengan cara skrining. Hal ini dimasukkan dalam upaya pencegahan sekunder agar dapat diketahui lebih dini dan mencegah komplikasi.

3. Pencegahan Tersier. Semua upaya untuk mencegah komplikasi atau kecacatan akibat komplikasi tersebut. Untuk mencegah, kecacatan yang terjadi akibat komplikasi harus dimulai dengan deteksi dini komplikasi DM agar dapat dikelola dengan baik dan mengendalikan kadar gula darah. Widi (Info Kecantikan)

Friday, December 12, 2014

Cara Berbusana Agar Terlihat Lebih Tinggi

Tak semua wanita memiliki bentuk tubuh ideal, ramping dan tinggi dengan kulit yang putih. Mereka yang bentuk tubuhnya ideal tentunya cocok mengenakan busana apapun. Namun bagaimana dengan yang bentuk tubuh tidak ideal? Dalam memilih busana harus disesuaikan dengan bentuk tubuh, warna kulit, tinggi leher dan tinggi bahu. Alhasil, tubuh Anda akan terlihat lebih tinggi dan ramping. Bagaimana caranya?

Setiap wanita ingin tampil cantik dengan tubuh yang ideal atau proporsional. Seseorang dikatakan memiliki tubuh yang ideal jika ia terlihat ramping dan tinggi. Namun, tidak semua orang dikaruniai tubuh yang ideal. Banyak wanita yang justru memiliki tubuh yang berisi atau gemuk sehingga tidak terlihat tinggi. Namun tak perlu khawatir, karena hal tersebut bisa disiasati dengan pemakaian busana yang tepat.


Adi Mulyadi, fashion designer mengatakan, kontur tubuh atau tekstur tubuh setiap orang berbeda-beda, ada yang ideal, gemuk maupun kurus. Ketika membuat busana, maka busana tersebut harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Selain juga diperhatikan selera atau keinginan orang tersebut. Jika seseorang menggunakan busana yang sesuai dan tepat, maka tubuh akan terlihat lebih ideal.
Cara Berbusana Agar Terlihat Lebih Tinggi

Berikut hal-hal yang seharusnya menjadi pertimbangan seseorang dalam mengenakan busana:
Ukuran Tubuh. Ukuran tubuh wanita berbeda-beda. Ada yang tinggi atau semampai, pendek, gemuk dan kurus. Bentuk pinggul dan panggul juga memengaruhi bentuk tubuh seseorang. Jika ingin terlihat lebih langsing sementara berbokong kecil, maka bisa memilih model seperti lady mermaid atau yang ada ekornya, rumbai-rumbai, brokat, tile dan lain-lain. Ekor ini dapat membantu membentuk bokong Mereka yang bokongnya kecil tidak dianjurkan memakai busana yang body shape atau stretch karena akan memperjelas kondisi bokongnya kecil.

Sementara mereka yang bertubuh gemuk tidak masalah memakai busana yang body shape dengan pertimbangan pinggang lebih kecil daripada pinggulnya. Mereka yang tubuhnya kurus atau "lurus” antara dada, pinggang dan pinggul juga tidak dianjurkan mengenakan busana body shape karena akan terlihat sangat lurus.

Motif juga menentukan seseorang terlihat lebih langsing dan tinggi. Mereka yang bertubuh gemuk dan pendek, jika ingin terlihat langsing dan tinggi maka hindari motif yang besar Seperti bunga-bunga besar karena akan memperjelas bentuk tubuh, sebaiknya pilih busana dengan motif yang halus atau kecil, serta warna gelap. Jika ingin terlihat tinggi dan langsing sebaiknya memakai busana motif salur atau garis-garis.

Mengenai model busana juga disesuaikan dengan bentuk tubuh. Model peplum kurang cocok dengan mereka yang bertubuh subur. Begitu pula model A-line. Untuk menyiasatinya, jika memakai model A-line, diberi belahan di depan, pinggir, tengah atau belakang. Penggunaan bahan, seperti brokat cocok untuk semua bentuk tubuh. Tetapi yang bertubuh gemuk dan pendek sebaiknya pilih brokat yang detailnya halus atau kecil, serta warna lebih gelap.

Warna Kulit. Tidak semua Warna busana cocok untuk kulit. Meski umumnya wanita suka Warna ungu atau pink, tetapi tidak semua cocok. Misalnya wanita berkulit eksotis tidak cocok memakai busana warna ungu. Untuk yang berkulit eksotis disarankan mengenakan busana warna pastel atau warna-warna lembut.

Namun, bila warna kulit sangat gelap (cokelat atau hitam), maka disarankan memakai busana warna terang atau shocking agar kulit terlihat segar. Misalnya Warna shocking pink, warna kuning telur, warna kuning kunyit, warna hijau stabilo, serta warna-warna candy Bila kulit gelap memakai busana warna cokelat atau bronze maka akan terlihat kusam. Sementara jika kulit berwarna putih aman dalam memilih warna. Mereka bisa memilih warna busana sesuai selera dan keinginan. Warna busana yang dipilih juga harus disesuaikan dengan bentuk tubuh. Mereka yang bertubuh subur atau gemuk dianjurkan memakai busana warna gelap untuk menyamarkan dan memperkecil obyek.

Tinggi Leher. Tingginya leher juga menjadi pertimbangan dalam memilih model busana. Jika leher pendek, tidak dianjurkan memakai kerah yang tertutup seperti cheongsam dan turtle neck. Mereka yang lehernya pendek, lebih tepat memakai kerah sabrina dan V-neck. Sementara yang berleher jenjang cocok mengenakan kerah chaongsam dan turtle neck.

Tinggi Bahu. Tinggi bahu perlu menjadi perhatian karena ada wanita yang bahunya miring sebelah, ada bahu yang proporsional, serta bahu yang tegak atau bidang. Jika bahu jatuh atau miring sebelah, untuk mengangkatnya, berikan tumpukan di bahu yang terlihat jatuh. Tumpukan yang diberikan bisa berbentuk bunga-bunga, payet, padding dan lain-lain. Misalnya jika bahu kiri lebih rendah daripada bahu kanan, maka pada bagian bahu kiri diberikan tumpukan-tumpukan tersebut.


Selain itu, dalam berbusana diperlukan unsur internal yang memakainya yaitu kepercayaan diri. Ketika berbusana seseorang harus merasa nyaman dan percaya diri. Jika seseorang yang memakai busana merasa nyaman, maka busana yang dikenakan akan ”hidup” dan enak dipandang. Sementara sebagus apapun busana, misalnya memakai swarovski tetapi bila yang memakai tidak nyaman maka tidak sedap dipandang mata. Kartika (Info Kecantikan)

Rambut Tetap Sehat Setelah Rebonding

Kebosanan memiliki rambut ikal membuat wanita ingin memiliki rambut lurus, halus dan indah. Rambut yang lurus lebih mudah diatur dibandingkan dengan rambut yang ikal dan keriting. Untuk meluruskan rambut maka dilakukan treatment rebonding maupun smoothing. Namun, treatment ini kerap menimbulkan masalah kerusakan rambut. Terlebih jika tidak dilakukan dengan cara yang benar dan tidak melakukan perawatan rambut setelahnya. Lantas bagaimana agar rambut tidak rusak setelah di-rebonding?

Rebonding adalah treatment meluruskan rambut agar rambut jatuh lebih lurus dan lebih indah serta mudah diatur. Dengan cara rebonding seseorang akan mendapatkan rambut yang diinginkan, bahkan tampilan rambut akan berubah, yang tadinya ikal ataupun keriting menjadi lurus. Penampilan wajah pun akan terlihat sedikit berbeda tidak seperti saat awal memiliki rambut yang ikal ataupun keriting.
Rambut Tetap Sehat Setelah Rebonding


Tidak hanya rambut ikal dan keriting yang kerap melakukan rebonding. Namun terkadang pemilik rambut yang sudah lurus pun ingin lebih meluruskan rambut. Tak jarang dari mereka melakukan rebonding. Biasanya treatment tersebut dilakukan karena mereka menginginkan rambut yang lebih rapi. Sayangnya, ada ketidaktahuan dari sebagian besar yang melakukan rebonding bagaimana merawat rambut setelah rebonding.

Perawatan Tepat. Jika setelah rebonding rambut tidak dirawat dengan benar, akibatnya dapat menimbulkan efek samping berupa kerusakan rambut. Kerusakan rambut yang terjadi setelah rebonding antara lain rambut kering, kusam, rontok dan bercabang. Hal tersebut membuat wanita enggan melakukan rebonding kembali karena khawatir rambutnya menjadi rusak. Sebenarnya jika dilakukan dengan benar dan melakukan perawatan khusus setelah rebonding, maka rambut akan tetap sehat dan indah.

Dikatakan oleh Dodo, haid and fashion stylist, wanita tidak perlu khawatir untuk melakukan rebonding. Dengan perawatan dan cara yang tepat saat melakukan rebonding, maka Anda tidak akan mengalami kerusakan rambut meski berkali-kali melakukan rebonding. Selain itu, jika kondisi rambut sedang tidak sehat seperti kering, berminyak dan rontok tetapi bisa melakukan rebonding maupun smoothing.

Cara yang tepat untuk rebonding adalah setelah dianalisa kondisi rambut yang dimiliki, selanjutnya dipilih produk yang sesuai. Setelah itu dilakukan rebonding ataupun smoothing. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan oleh mereka yang ingin rambutnya di-rebonding agar tidak menimbulkan efek samping kerusakan rambut:
  1. Sebelum rebonding, rambut dianalisis terlebih dulu untuk mendiagnosis kondisi rambut seperti rambut . normal, kering, berminyak, rontok atau sensitif. Setelah itu, ditentukan produk yang sesuai dengan jenis rambut. Misalnya untuk kondisi rambut keriting dan pernah diwarnai, diberikan produk untuk kategori rambut sensitif.
  2. Rambut dimasker menggunakan hair mask selama lima menit, lalu dioleskan obat yang fungsinya untuk meluruskan rambut. Tidak dianjurkan untuk mendiamkan obat terlalu lama. Cukup 25-30 menit tanpa dilakukan penyisiran rambut.
  3. Melakukan pencatokan pada rambut. Jika ingin rambutnya mengembang, maka yang digunakan adalah blow dry tetapi jika ingin rambutnya lepek baru rambut dicatok. Setelah itu rambut diberi netralisis yang fungsinya untuk mengawetkan rebonding atau smoothing agar rambut tidak mudah mengembang dan tidak mudah keriting. Di dalam netralisir mengandung hair serum agar hasilnya rambut tidak kering dan tidak rontok
  4. Setelah melakukan smoothing atau rebonding, sebaiknya tidak mencuci rambut selama tiga hingga, hingga keluarnya minyak di batang rambut. Untuk pemakaian sampo minimal dilakukan satu minggu setelah rebonding menggunakan sampo khusus rebonding. Pilih sampo dengan kadar pelembab tinggi. Setelah sampoan, gunakan kondisioner.
  5. Setelah satu minggu rebonding lakukan minimal dua kali pencatokan. Agar hasilnya bagus dan maksimal sebaiknya dilakukan di salon.
  6. Untuk perawatan di rumah, gunakan hair serum dan hair mask dua minggu sekali. Bisa dilakukan di rumah maupun di salon langganan. Hair mask berfungsi untuk mengatasi masalah rambut tkering, rontok, rapuh dan bercabang setelah rebonding. Untuk perawatan awal, lakukan hair mask sebanyak empat kali treatment.
  7. Gunakan masker yang mengandung bahan dengan kadar kelembaban minimal di atas 60 persen. Misalnya bahan dari buah-buahan seperti alpukat, strawberry dan lain-lain. Bisa juga menggunakan masker dari perasan jeruk lemon, minyak kelapa, dan putih telur.
  8. Melakukan treatment hair spa atau hair serum oil, yang dilakukan setelah keramas dimulai dari tengah ke bawah, untuk melindungi kulit kepala. Lakukan di salon-salon kecantikan.
  9. Tidak menggosok rambut dengan keras menggunakan handuk saat keramas karena akan membuat batang rambut pecah dan tidak bisa bertahan lama. Cukup dengan mendiamkan rambut dengan handuk sampai kering.
  10. Sebaiknya setelah rebondong tidak mewarnai rambut dengan zat pewarna rambut. Pasalnya, zat pewarna rambut mengandung zat kimia yang dapat merusak jaringan rambut, serta rambut menjadi keras dan sulit untuk diatur.


Dengan melakukan perawatan rambut yang tepat setelah rebonding, maka hasil dari rebonding bisa bertahan lama selama satu tahun lebih. Sebaliknya jika rambut tidak dirawat setelah rebonding, maka rambut akan kembali keriting dan mengembang karena batang rambut kehilangan cairannya. Palupi (Info Kecantikan)

Tahapan Keramas Yang Tepat

Keramas atau membersihkan rambut kerap dianggap sepele karena mudah dilakukan. Namun tak banyak yang tahu, keramas yang tidak benar bisa menyebabkan rambut rontok, kering kusut dan kusam setelah dikeringkan. Lantas bagaimana langkah-langkah keramas yang tepat?

Keramas merupakan langkah awal menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala, dengan mencuci rambut menggunakan sampo dan produk pembersih tertentu yang dipilih. Mungkin anggapan tentang keramas tak begitu sulit, bahkan semua orang dapat melakukannya. Asalkan rambut dibasahi dengan air lalu dituangkan sampo ke rambut, menggosok sampai berbusa kemudian bilas dengan air saja. Ternyata itu tidak cukup. 
Tahapan Keramas Yang Tepat

Menuruti Irwan Mulyadi, pakar rambut dan hairstylist; ada beberapa langkah keramas yang seharusnya dilakukan. Baik sebelum melakukan Keramas sampai setelah keramas. Apabila cara keramas diabaikan dan tidak dilakukan dengan cara yang tepat dan benar, tentu akan menimbulkan gejala awal kerusakan rambut, seperti rontok, kering, dan rambut akan terlihat kusam.

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan ketika keramas:

-Sisir Rambut. Sebaiknya sebelum Anda membasahi rambut dan menuangkan sampo, sisir terlebih dahulu rambut agar kotoran seperti debu keluar dan supaya rambut terurai dan tidak kusut.

-Basahi Rambut. Usahakan rambut basah secara sempurna sampai masuk ke dalam bagian kulit Kepala. Terutama bagi mereka yang memiliki rambut panjang, rambut harus benar-benar basah agar sampo meresap ke dalam rambut dan kulit kepala secara sempurna,

-Sampo. Pilihlah sampo yang tepat sesuai dengan jenis dan karakter rambut agar tidak menimbulkan kerusakan rambut. Tuangkan sampo terlebih dahulu pada tangan, busakan sedikit barulah usapkan ke seluruh bagian rambut, mulai dari atas hingga ke bawah ataupun dari bawah ke atas. Lakukan bergantian cara menuang kan sampo, supaya terhindar dari masalah menipisnya rambut pada bagian atas Kepala.

-Massage Kepala. Lakukanlah massage atau pijatan lembut secara perlahan-lahan saat keramas supaya dapat melancarkan peredaran darah dan membersihkan minyak yang kerap menjadi bakal ketombe. Hindari menggosok keras rambut atau kulit kepala. Karena akan mengakibatkan rambut Anda terlihat kusut, mudah patah dan menimbulkan luka pada bagian kulit Kepala.

-Lama Keramas. Saat rambut penuh dengan busa sampo secara sempurna sampai ke bagian kulit kepala, diamkan kurang lebih 2-3 menit agar sampo meresap sempurna. Barulah bilas menggunakan air sampai bersih.

-Ulangi Pemakaian Sampo. Jika Anda memiliki waktu yang lama dan rambut dalam keadaan kotor sekali, lembab dan lepek, lebih bagus lakukanlah pemakaian sampo dua kali supaya pembersihan lebih sempurna. Namun pemberian sampo lebih sedikit dibandingkan yang pertama.

-Hindari Menyisir Rambut. Sebaiknya tidak menyisir rambut saat setelah selesai keramas, terlebih bila rambut masih dalam keadaan basah. Sisirlah rambut Anda dengan sisir bergigi jarang setelah rambut kering. Barulah menggunakan bergerigi tipis. Hal tersebut perlu dilakukan agar terhindar dari kerontokan rambut dan timbulnya masalah rambut mudah patah.


-Mengeringkan Rambut. Hindari menggosok pada saat mengeringkan rambut dengan menggunakan handuk kering. Lebih baik saat pengeringan rambut usahakan rambut kering secara alami dengan mengangin-anginkan rambut dengan menggunakan kipas angin saja. Jika Anda menggunakan hairdryer sebaiknya gunakan suhu yang tidak terlalu panas karena akan mengakibatkan rambut menjadi kering dan kusam. Palupi (Info kecantikan)

Thursday, December 11, 2014

Siklus Haid Jadi Teratur

Haid yang tidak normal terjadi jika siklus haidnya tidak teratur, terlalu pendek atau terlalu panjang. Darah yang keluar dan lamanya haid juga bisa menjadi pendek atau lebih panjang. Untuk mengatasinya dilihat dari faktor penyebab. Jika sudah teratasi, alhasil maka haid Anda akan kembali normal atau teratur. Benarkah?

"Tamu bulanan" atau haid selalu datang setiap bulannya. Ada wanita yang haidnya datang di tanggal yang sama. Tetapi mayoritas wanita mengalami haid di tanggal-tanggal yang berbeda setiap bulannya. Terkadang siklus haidnya sangat maju dan terkadang siklus haidnya sangat mundur. Tidak teraturnya tanggal mendapatkan haid kadang membuat wanita resah.
Siklus Haid Jadi Teratur


Haid Normal. Lantas normalkah siklus haid yang tidak selalu sama setiap bulannya? Dijelaskan oleh dr. Boy Abidin, SpOG, dokter spesialis kandungan dan kebidanan setiap bulan memiliki jumlah hari yang berbeda-beda yaitu ada yang 29 hari, 30 hari dan 31 hari. Namun yang penting diperhatikan adalah siklus haid yang normal perhitungannya 28 hari ditambah atau dikurangi 7 hari.

Berikut parameter siklus haid yang normal,antara lain:
  1. Siklus haid. Siklus haid normal adalah 28 hari ditambah atau dikurangi 7 hari (21-35 hari). Dengan perhitungan tersebut seorang wanita bisa mendapatkan haid di bulan berikutnya setelah 21 hari hingga 35 hari dari hari pertama keluarnya darah haid di bulan sebelumnya. Jadi perhitungannya bukan berdasarkan darah bersih setelah haid di bulan sebelumnya ke bulan berikutnya, tetapi berdasarkan darah haid yang keluar hari pertama di bulan sebelumnya.
  2. Lama darah haid. Lamanya darah haid yang keluar adalah 3-10 hari.
  3. Jumlah darah haid. Jumlah darah haid normal yang keluar adalah 60-80 cc per hari atau perhitungan mudahnya 3-5 pembalut per hari.

Di samping ketiga hal tadi, haid yang normal juga tidak disertai rasa nyeri yang hebat seperti PMS (pre-menstrual syndrome) atau dysmenorrhea (nyeri pada panggul akibat haid). Terkadang memang wanita mengalami rasa nyeri ketika haid, tetapi itu dilihat lagi apakah rasa nyeri tersebut terjadi setiap bulan atau tidak. Jika rasa nyeri haid tidak terjadi setiap bulan atau sesekali saja, maka masih dikatakan normal. Namun, jika rasa nyeri haid terjadi setiap bulan selama bertahun-tahun maka dikatakan tidak normal.

Haid Tidak Normal. Sebaliknya mengenai haid yang tidak normal adalah jika haid diperoleh di luar siklus haid normal 28 hari ditambah atau dikurangi 7. Misalnya sebelum 21 hari sudah mendapatkan haid kembali atau sudah lewat 35 hari namun belum mendapatkan haid lagi, maka bisa dibilang tidak normal. Gangguan siklus haid yang terlalu singkat atau pendek kurang dari 21 hari disebut polymoenorrhea, sedangkan siklus haid yang terlalu panjang di atas 35 hari atau 2 bulan disebut oligomenore.

Haid juga dikatakan tidak normal jika haid kurang dari 3 hari dan lebih dari 10 hari.Jika kurang dari 3 hari tidak bisa dikatakan sebagai haid. Sementara jika darah haid lebih dari 10 hari maka terjadi pendarahan yang banyak. Hal lain yang menunjukkan haid tidak normal adalah jika dalam sehari hanya menggunakan satu pembalut dan keluar darahnya sedikit atau hanya bercak, maka tidak haidnya disebut tidak normal. Begitu pula jika mengganti pembalut sebanyak lima kali, maka bisa dibilang pendarahannya banyak.

Mengatasi. Untuk mengatasi masalah haid yang tidak normal atau tidak teratur seperti siklusnya tidak normal, lama haid terlalu singkat atau terlalu lama, serta darah yang keluar terlalu sedikit atau banyak, maka dilihat dari penyebabnya terlebih dulu. Jika penyebabnya karena adanya anatomi organ seperti tumor, kista, myoma atau polip maka akan diberikan tindakan obat ataupun operasi. Tindakan yang dilakukan berdasarkan letak dan ukuran dari anatomi organnya.

Namun pada saat di-USG (ultrasonograli) tidak ditemukan anatomi organ tersebut, maka kemudian dilihat keseimbangan hormonalnya. Keseimbangan hormonal ini dipengaruhi oleh faktor usia. Jika terjadi ketidakseimbangan hormonal di usia remaja, maka akan dilihat 1-2 tahun ke depan karena biasanya pada usia remaja hormonalnya belum seimbang. Jika setelah 1-2 tahun tidak sembuh juga, maka baru diberikan obat untuk menyeimbangkan hormonalnya.

Ketidakseimbangan hormon juga terjadi pada wanita menjelang menopause. Tetapi biasanya karena tidak mengganggu maka tidak perlu diberi obat lagi. Namun berbeda halnya jika ketidakseimbangan hormonal dialami oleh wanita usia reproduktif antara usia 20 tahunan hingga usia 40 tahunan. Ketika wanita usia reproduktif mengalami ketidakseimbangan hormonal karena penggunaan kontrasepsi, maka penggunaan kontrasepsi tersebut dihentikan atau diganti dengan kontrasepsi lain.

Jika ketidakseimbangan hormonal pada wanita usia reproduktif tidak disebabkan karena alat kontrasepsi, maka dilihat gaya hidupnya. Misalnya apakah wanita tersebut melakukan diet ketat hingga tidak makan lemak sama sekali. Diet yang ketat seperti itu bisa membuat hormonal terganggu karena lemak dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon estrogen. Jika masalah diet ketat menjadi penyebabnya, maka dianjurkan untuk kembali ke pola makan yang baik atau diet yang seimbang.

Hal lain yang dilihat adalah aktivitas olahraganya, apakah olahraganya berlebihan atau tidak. Pasalnya, olahraga yang berlebihan memang mengganggu pola haid karena akan terjadi perubahan hormonal. Begitu pula dengan sering begadang malam juga akan membuat irama tubuh terganggu sehingga akibatnya pola haid terganggu. Faktor stres seperti karena ada kematian atau ada ujian dan tekanan berat juga akan mengakibatkan keseimbangan hormonal terganggu.


Jika pada gaya hidup juga tidak ditemukan penyebab haid menjadi tidak normal atau tidak teratur, maka akan dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui keseimbangan hormonal. Pengecekan dilakukan pada hari ketiga haid. Pengecekan yang dilakukan pada otak dan ovarium. Jika ada gangguan pola haid menjadi tidak normal atau teratur, maka pengobatannya dilihat selama tiga bulan. Selama tiga bulan awal biasanya dokter tidak memberikan obat, kecuali jika terjadi pendarahan. Jika setiap bulan haidnya tidak normal, biasanya diberikan obat selama 2-3 bulan. Kartika (Info Kecantikan)

Wednesday, December 10, 2014

Tahi Lalat Hilang Dengan Cauter dan Laser

Tahi lalat yang hidup dan terus membesar sebaiknya segera dihilangkan. Begitu pula jika pada wajah banyak ditumbuhi tahi lalat sehingga mengganggu penampilan dan kepercayaan diri. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan tahi lalat yaitu treatment cauter, laser hingga pembedahan. Seperti apa?

Tahi lalat adalah tanda yang didapat sejak lahir, meski ada juga tahi lalat yang didapatkan saat dewasa. Tahi lalat ada beberapa jenis, ada yang hidup dan ada yang mati. Tahi lalat yang mati umumnya tidak mengganggu penampilan, malah dapat mempercantik dan mempermanis penampilan. Tetapi jika tahi lalatnya hidup, serta jumlahnya banyak pada wajah tentu akan mengganggu penampilan.
Tahi Lalat Hilang Dengan Cauter dan Laser


Sebenarnya tahi lalat adalah bagian dari kulit yang tumbuh akibat pigmentasi. Ukuran tahi lalat bervariasi, mulai dari tahi lalat kecil berbentuk hitam seperti titik, tahi lalat yang menonjol dan mendatar halus, kasar menyerupai kutil, serta tahi lalat yang tumbuh semakin membesar dan memiliki rambut.

Umumnya tahi lalat berwarna cokelat atau hitam. Rata-rata setiap orang memiliki lebih dari 40 buah tahi lalat di tubuh yang letaknya berbeda-beda, mulai dari wajah seperti pipi, bibir, hidung hingga bagian tubuh lainnya. Pada wajah, tahi lalat bisa mempercantik atau mempermanis penampilan. Tahi lalat dikatakan juga bisa menggambarkan kepribadian. Misalnya, tahi lalat di bibir adalah orang yang cerewet.

Semakin Membesar. Namun, tidak semua tahi lalat membuat seseorang terlihat lebih cantik dan manis. Ada beberapa tahi lalat yang justru tidak enak dilihat terutama jika tumbuhnya di tempat yang tidak tepat. Begitu pula dengan tahi lalat yang ukurannya semakin besar maka akan membuat seseorang tidak percaya diri. Tahi lalat yang Semakin membesar juga berbahaya bagi kesehatan. Pasalnya, tahi lalat yang semakin membesar, warnanya yang berubah, bentuknya berubah mengindikasikan adanya kanker kulit.

Dijelaskan oleh dr. Monita Ardhiningsih, dokter kecantikan, tahi lalat yang aman biasanya tanpa disertai tonjolan kulit, sifatnya halus, serta tidak ada luka ataupun menimbulkan nyeri. Di samping itu, penambahan ukuran tahi lalat terjadi dalam waktu yang relatif panjang atau bahkan ukurannya tidak bertambah sama sekali.

Namun, tahi lalat yang tumbuh membesar belum tentu dikatakan berbahaya. Tergantung tempat tumbuhnya dan gejala yang menyertainya. Tahi lalat yang tumbuh membesar pada wajah umumnya hanya menimbulkan masalah estetik. Tapi jika tumbuh tepat pada area mata atau kelopak disertai pertumbuhan yang cepat dapat mengganggu penglihatan. Selain itu, jika ada gejala yang ditimbulkan mengarah pada keganasan maka sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Dari segi kesehatan, ada beberapa jenis tahi lalat yang berisiko menjadi kanker kulit. Berikut ciri-ciri tahi lalat yang berbahaya yang sering tidak disadari oleh banyak orang:
1. Tahi lalat yang bentuknya tidak beraturan, semakin bertambah besar, gatal, pendarahan dan nyeri.
2. Tahi lalat yang letaknya berkelompok yang berjumlah 20 atau lebih.
3. Tahi lalat ganas bisa berbentuk besar dan melebar serta menonjol dan bertekstur kasar.

Meski demikian, yang dapat membedakan antara tahi lalat yang jinak dan ganas adalah dokter. Karena itu jika ditemukan ada ciri-ciri keganasan pada tahi lalat sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Setelah itu, baru dilakukan tindakan.

Menghilangkan Tahi Lalat. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan tahi lalat, di antaranya treatment cauter laser hingga operasi. Berikut penjelasannya:

1. Treatment Cauter. Cauter merupakan bedah minor dengan menggunakan sinar yang ditembakkan pada bagian tahi lalat yang ingin dihilangkan. Umumnya cauter dilakukan untuk menghilangkan tahi lalat yang ukurannya kecil, sifatnya jinak dan tidak terlalu dalam. Sebelum menjalani treatment, sebaiknya tahi lalat tidak terkena air sehingga akan lebih cepat kering. Sebelum pengerjaan, diberikan anestesi untuk menghilangkan rasa nyeri. Setelah itu menggunakan alat cauter yang disebut dengan istilah dibakar. Setelah treatment dilakukan, efek samping yang mungkin timbul adalah kulit kemerahan di sekitar tahi lalat yang dihilangkan. Beberapa hari setelah treatment akan terjadi remodelling dengan sempurna seperti kulit sekitarnya.

2. Treatment Laser. Treatment laser merupakan suatu metode dengan menggunakan sinar laser yang dapat memecah lapisan pigmentasi pada lapisan epidermis kulit yang tidak bisa hilang dengan pemakaian krim. Treatment ini berlangsung singkat yaitu sekitar 10-15 menit, namun tahi lalat yang tebal akan dipecahkan seketika. Meski demikian, treatment ini sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali. Untuk tahi lalat yang tumbuhnya agak dalam di bawah kulit, sebaiknya dilakukan treatment beberapa kali hingga lapisan akarnya mati. Jika lapisan akarnya tidak mati, maka tahi lalat bisa tumbuh kembali. Sebelum pengerjaan laser, daerah kulit yang ingin dilaser dibersihkan dulu. Lalu dioleskan krim anestesi untuk menghilangkan rasa nyeri selama 30-45 menit, lalu ditutup dengan plastik. Sesudah itu dilakukan penembakan dengan sinar laser. Setelah di-treatment laser maka area kulit yang terkena laser akan gosong selama 3-4 hari. Setelah itu kulit akan kembali normal seperti biasa, bahkan dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Setelah dilaser, sebaiknya kulit yang dilaser tidak terkena bedak selama 3-4 hari.


3. Operasi. Operasi dilakukan untuk mengangkat tahi lalat jika tahi lalatnya ukurannya besar. Operasi ini dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik. Sebelum operasi sebaiknya melakukan konsultasi. Koes Anindya (Info Kecantikan)