Friday, October 31, 2014

Tekanan Darah Kembali Normal Dengan Terapi Pentol Korek

Tekanan Darah Kembali Normal Dengan Terapi Pentol Korek
Keliyengan, pusing, lemas, merasa sekitar berputar-putar hingga mau pingsan merupakan gejala seseorang terkena penyakit hipotensi atau tekanan darah rendah. Terkadang disertai pula dengan keluarnya keringat dingin. Tak hanya dengan obat-obatan, terapi tradisional tererapi pentol korek bisa menyembuhkan penyakit yang satu ini. Seperti Apa?

Rasanya tidak nyaman jika kepala terasa pusing, keliyengan, lemas, berputar-putar hingga mengeluarkan keringat dingin. Gejala tersebut biasanya dialami oleh mereka yang menderita hipotensi atau tekanan darah rendah. Gejala lainnya adalah sering menguap, penglihatan kurang jelas (kunang-kunang) terutama setelah duduk lama kemudian berjalan, badan cepat lelah dan mengalami pingsan yang berulang. Jika diperiksa, detak atau denyut nadi teraba lemah dan tampak pucat, karena tidak maksimumnya suplai darah ke seluruh jaringan tubuh.

Seseorang dikatakan menderita hipotensi jika tekanan darahnya bisa mencapai 90/60 mmHg, dari angka normal berdasarkan aktivitas normal 120/80 mmHg. Seperti halnya hipertensi atau tekanan darah tinggi, hipotensi juga bisa membahayakan tubuh. Pasalnya ketika tekanan darah merosot turun, jantung, otak dan bagian tubuh lainnya tidak mendapatkan cukup darah. Hipotensi terjadi karena adanya perubahan tekanan darah dari kondisi normal. Penurunan tekanan darah ini pada sebagian orang bisa menimbulkan masalah. Hipotensi dibedakan menjadi hipotensi ortostatik, dimediasi neural dan akut.

Hipotensi ortostatik terjadi karena perubahan posisi tubuh yang tiba-tiba dari berbaring ke berdiri yang berlangsung selama beberapa detik atau menit, yang banyak dialami orangtua. Hipotensi dimediasi neural dialami anak-anak hingga dewasa, yang terjadi karena berdiri terlalu lama. Hipotensi akut terjadi akibat kehilangan darah secara tiba-tiba (shock).

Ada beberapa penyebab hipotensi antara lain dehidrasi, efek samping dari obat seperti alkohol, anxiolytic, diuretik, obat-obatan untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner dan analgesik. Kejutan emosional seperti shock juga membuat seseorang mengalami hipotensi Selain pengobatan dokter, untuk mengatasi hipotensi bisa dengan terapi tradisional. Salah satunya adalah terapi pentol Korek.

Terapi Pentol Korek. Sesuai namanya, terapi ini menggunakan pentol korek sebagai media penyembuhan. Menurut Atika S. Kurniati, terapis terapi pentol korek, dengan menggunakan pentol korek dapat mengenai syaraf-syaraf yang rusak yang menyebabkan timbulnya suatu penyakit. Sebenarnya tidak hanya pentol korek yang dapat dijadikan media dalam terapi ini. Pensil tumpul dan pulpen kosong pun bisa digunakan apabila tidak ada pentol Korek.

Terapi ini cukup mudah dilakukan. Siapkan beberapa pentol korek Sebelum terapi dilakukan, sebaiknya pasien tidak tegang dan otot-otot dalam keadaan yang kendur. Setelah pasien merasa tenang, terapi pun dapat dimulai.

Ambil satu pentol korek lalu arahkan pada beberapa titik syaraf. Untuk tekanan darah rendah totok titik syaraf pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, telinga, jari-jari tangan, jari-jari kaki, sisi dalam dan luar kaki, dan tulang belakang. Pada bagian wajah pertama kali letakkan pentol korek di bagian dahi atas. Dahi dikategorikan oleh terapis sebagai pusat wajah. Terapis akan menekan pada bagian dahi selama beberapa menit.

Setelah dahi, dilanjutkan ke bagian pipi sebelah kanan yang mengenai bagian syaraf bagian ginjal, bagian hidung atas yang mengenai syaraf bagian jantung, bagian dahi yang dekat dengan rambut dan bagian dagu. Bagian dagu dikatakan sebagai pusat saraf. Sama seperti bagian dahi atas, pada bagian ini pun tetap ditekan beberapa menit.

Setelah selesai bagian wajah, bisa dilanjutkan ke bagian telinga, jari-jari tangan, jari-jari kaki, sisi dalam dan luar kaki, dan tulang belakang. Totok pada bagian ini berfungsi untuk melancarkan aliran darah. Apabila saat ditotok ada bagian yang terasa sakit, maka harus ditambah totokannya pada hitungan kelima. Sebaiknya totok ini dilakukan dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.

Pada beberapa orang setelah dilakukan totok dengan pentol korek akan timbul kemerahan atau gatal-gatal. Ini merupakan hal yang wajar dan bersifat sementara. Kemerahan ini hanya akan timbul selama 15 menit. Pada terapi pertama, biasanya pasien akan kesakitan seperti digigit semut namun setelah melakukan terapi 1-3 kali sakit itu tidak akan terasa lagi. Apabila terapi dilakukan dengan benar, air seni akan berwarna merah atau keruh. Saat buang air besar pun akan keluar seperti lendir tanda terbuangnya toksin atau virus yang tidak berguna.


Selain dengan totok, untuk mendapatkan hasil maksimal bisa ditambahkan dengan meminum ramuan khusus. Parut kunyit lalu peras dan ambil airnya hingga 1/2 cangkir. Setelah itu tambahkan sebutir kuning telur dan 1 sdm madu murni. Apabila tidak senang dengan aroma kunyit bisa diganti dengan air bayam. Cara membuatnya, tumbuk bayam lalu peras dan ambil airnya. Ramuan ini bisa diminum setiap pagi dan sore hari. Pasien juga dianjurkan makan sate kambing bagian daging dan hatinya untuk menaikkan tekanan darah Niken Wulandari. (Info Kecantikan)

Thursday, October 30, 2014

Mengatasi Post Power Syndrome

Mengatasi Post Power Syndrome
Post power syndrome merupakan gejala yang terjadi dan menyebabkan si penderita hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalu seperti karier, kecantikan, kekayaan atau hal lainnya, dan seakan-akan tidak bisa menerima atau memandang realita saat ini. Biasanya hal ini terjadi pada kebanyakan orang yang mendekati usia pensiun. Namun post power syndrome dapat terjadi pada semua kalangan, mulai dari seseorang yang mempunyai kekuasaan hingga pada karyawan biasa.

Post power syndrome dapat terjadi karena kebiasaan atau rutinitas yang dijalankan setiap hari dan tiba-tiba harus berhenti tanpa adanya pengganti kegiatan lain, Post power syndrome akan fatal akibatnya jika tidak ada persiapan diri dalam menghadapi situasi di mana pekerjaan yang selalu digeluti harus dihentikan atau memasuki masa pensiun.

Ada beberapa cara mengatasi post power syndrome, antara lain:
Segi finansial dengan mempersiapkan investasi jangka panjang yang minim risikonya, Bisa juga dengan membuat usaha atau menyalurkan hobi yang bisa menghasilkan sesuatu agar hidup menjadi tidak bergantung pada orang lain.

Segi sosial, bersosialisasi dengan orang lain sangat panting dipersiapkan jauh sebelum memasuki masa pensiun. Saat masih berada di masa produktif atau di masa kejayaan sebaiknya tidak menyombongkan diri dengan kekuasaan, harta dan posisi yang diperoleh yang akan menyebabkan terbatasnya relasi. Sikap bijak yang harus dilakukan saat mempunyai kekuasaan, agar semua relasi yang sudah kita kenal baik dari kalangan atas ataupun kalangan bawah akan terus terjalin. Serta berkomunikasilah dengan baik dengan tetap membina hubungan meskipun Anda telah memasuki masa pensiun.


Melakukan banyak aktivitas positif, bisa diisi dengan melakukan kegiatan apa saja yang positif seperti membaca, berolahraga atau melakukan kegiatan bersama dengan anak atau cucu sehingga tidak ada perasaan kesepian atau merasa ditinggalkan dan tidak berguna. Koes Anindya (Info Kecantikan)

Tuesday, October 28, 2014

Perkembangan Bayi Yang Lahir Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Perkembangan Bayi Yang Lahir Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Konsultan: dr. Tubagus Ferdi Fadillah, SpA, M.Kes, dokter spesialis anak RSIA Evasari dan Staf Pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta

Bayi berat lahir rendah atau yang biasa disingkat dengan BBLR didefinisikan sebagai bayi yang terlahir dengan berat di bawah 2.500 gram (2,5 kg). Penyebab BBLR pada negara berkembang biasanya adalah intrauterine growth restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin terhambat, sedangkan di negara maju lebih banyak disebabkan karena prematuritas. IUGR terjadi bila pertumbuhan janin terhenti dan sejalan dengan waktu mengalami penurunan hingga kurang dan persentil 5 pada kurva pertumbuhan terhadap usia gestasi/kehamilan, atau ketika pertumbuhan tetap berjalan perlahan namun pada akhirnya berat berada di bawah persentil 5.

Kondisi yang berkembang selanjutnya dari bayi yang mengalami IUGR bergantung dari penyebab berkurangnya pertumbuhan janin dan komplikasi yang terjadi setelah persalinan. Bayi-bayi yang terlahir mengalami kekurangan oksigen yang berlangsung lama saat dalam kandungan dapat terlahir dengan kekurangan kadar gula darah, tidak menangis dengan kuat dan ketidakstabilan suhu tubuh. Bayi-bayi mengalami penurunan pembentukan masa tubuh karena kelainan kromosom, metabolik, atau sindroma kelainan bawaan akan mempunyai harapan hidup yang kurang baik sesuai dengan sindromanya.

Bayi-bayi yang dilahirkan dari ibu yang kecil dan asupan nutrisi yang buruk biasanya akan mengalami tumbuh kejar setelah lahir. Bayi yang terlahir dengan IUGR dapat mengalami komplikasi setelah melahirkan berupa gangguan pernafasan, suhu badan rendah, tekanan darah rendah, kadar gula darah rendah, tersedak cairan ketuban yang bercampur kotoran bayi, dan sesak nafas. Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada bayi BBLR di antaranya pada pernafasan berupa respiratory distress syndrome atau hyaline membrane disease (HMD) yang disebabkan kurangnya surfaktan dalam alveoli paru akibat Kelahiran prematur. Respiratory distress syndrome adalah sindroma gawat nafas tipe 1 yang disebabkan defisiensi surfaktan, suatu molekul lipoprotein yang di sintesis dan di sekresikan oleh sel pneumatosit paru tipe 2. Sel ini berfungsi menjaga agar tegangan permukaan alveoli (kantung udara paru) tidak kolaps saat bayi mengeluarkan nafas. Kekurangan surfaktan ini akan menimbulkan lapisan hialin pada kantung udara alveoli sehingga penyakit ini dikenal juga sebagai penyakit membran nialin.

Sementara PMH merupakan salah satu penyebab gangguan pernafasan yang sering dijumpai pada bayi prematur. Gangguan nafas ini merupakan suatu sindrom (kumpulan gejala dan tanda) yang terdiri dari satu atau lebih gejala atau tanda berikut: pernapasan cepat > 60 X/menit, retraksi (tarikan otot) dinding dada, meringin atau kebiruan pada udara kamar, dan dapat memburuk 48-96 jam pertarna kehidupan. Komplikasi lainnya yang terjadi pada bayi BBLR adalah apneu of prematurity Apneu of prematurity didefinisikan sebagai henti nafas selama lebih dari 20 detik yang terjadi pada bayi-bayi prematur (usia kehamilan kurang dari 37 minggu). Hal ini disebabkan karena ketidakmatangan paru dan susunan saraf pusat.

BBLR juga dapat mengalami masalah bronchopulmonay dysplasia (BPD) karena perubahan jaringan paru akibat terapi ventilasi dan oksigen yang lama. BPD merupakan suatu bentuk penyakit paru kronis yang di tandai dengan napas cepat, denyut jantung cepat, meningkatnya usaha napas seperti napas cuping hidung/tarikan dinding dada/merintih), dan mengalami desaturasi (penurunan kadar) oksigen sehingga penderita bergantung dengan suplementasi oksigen untuk menjaga ventilasi dan oksigenasi yang adekuat.

Pada jantung dapat terjadi patent ductus arteriosus (PDA). Suatu kelainan berupa duktus (pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis kiri dengan aorta desendens) yang tetap terbuka setelah bayi lahir. Pada bayi cukup bulan penutupan duktus secara fungsional terjadi 12 jam setelah lahir dan secara lengkap dalam 2-3 minggu. PDA kecil biasanya tanpa gejala, PDA sedang gejala biasanya timbul pada usia 2 bulan atau lebih yang berupa kelainan makan, infeksi saluran nafas berulang, tetapi berat badan masih dalam batas normal atau sedikit berulang. PDA besar sering menunjukkan gejala sejak minggu pertama berupa sesak, sulit minum, berat badan sulit naik, infeksi saluran nafas berulang, atelektasis clan gagal jantung. Untuk itu pada bayi BBLR atau prematur perlu dilakukan pemeriksaan ekokardiografi (usg jantung).

Pada sistem saraf pusat bisa terjadi perdarahan dalam rongga otak atau ventrikel sehingga bayi harus dilakukan USG kepala. Pada penglihatan bisa terjadi retinopaty of prematurity (ROP), sehingga memerlukan pemeriksaan retina mata melalui teknik funduskopi di mana skrining mulai 4-6 minggu sampai 31-33 minggu. Diulang 1-3 minggu sekali sarnpai terbentuk vaskularisasi retina lengkap. ROP adalah penyakit yang mempengaruhi vaskularisasi mata pada bayi-bayi prematur. Gejala dan tanda bisa ringan tanpa gangguan visual, atau dapat pula agresif dengan pembentukan pembuluh-pembuluh darah baru (neovaskularisasi) dan berkembang menjadi pelepasan retina dan kebutaan. Bila komplikasi-komplikasi tersebut di atas tidak diatasi maka pada akhirnya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.


BBLR yang disebabkan prematuritas, untuk menilai perkembangannya harus menggunakan usia koreksi bukan dengan usia kronologis. Ini dilakukan hingga usia Anda mencapai usia 2 tahun. Setelah usia anak sudah mencapai 2 tahun, baru menggunakan usia kronologis. Sebagai contoh anak yang terlahir dengan usia kandungan 32 minggu maka pada saat dilakukan skrining perkembangan maka usia kronologis (usia saat diperiksa) dikurangi 8 minggu (usia koreksi), kemudian dilihat aspek perkembangan (motorik kasar, motorik halus, personal sosial, dan bahasa) berdasarkan usia koreksi tersebut. Hal itu tentu membuat perbedaan pada pencapaian perkembangannya bukan karena terlambat namun karena kematangan neurologisnya tidak bisa disamakan dengan anak dengan usia kronologis yang sama. Oleh karena itu penting bagi bayi BBLR untuk rutin melakukan pemeriksaan teratur dan monitoring pertumbuhan dan perkembangan ananda pada dokter anak terdekat. Kartika (Info Kecantikan)

Mengatasi Perilaku Tantrum Pada Anak

Mengatasi Perilaku Tantrum Pada Anak
Mendengar tangisan anak yang tak berkesudahan diiringi jeritan hingga ekspresi tak wajar seperti bergulingan di lantai, memukul dan melempar barang tentu saja sangat mengejutkan. Kondisi demikian disebut tantrum yang biasanya terjadi pada-anak-anak. Jika menghadapi situasi seperti ini, orangtua jangan langsung panik. Kenali penyebabnya dan atasi sedini mungkin. Bagaimana caranya?

Pernah melihat seorang anak menangis, berteriak sampai guling-gulingan di tengah keramaian? Atau mungkin saja buah hati Anda tiba-tiba melempar-lempar barang yang ada di dekatnya hingga memukul-mukul diri sendiri? Jika mendapati keadaan tersebut, Anda jangan keburu panik atau membalas dengan emosi, marah-marah atau gelisah. Kepanikan dan amarah orangtua akan memperburuk keadaan. Usahakan tetap tenang dan peluk anak dengan kehangatan.

Jika anak mulai memukul-mukul diri sendiri segera raih tangannya dan tenangkan diri anak dengan sungguh-sungguh. Ketenangan yang diberikan orangtua kepada anak dalam keadaan seperti ini diharapkan dapat meredakan emosi anak. Langkah tersebut dapat menjadi sebuah tahap awal sebelum orangtua mendalami lebih lanjut mengenai kondisi tantrum dan cara mencegahnya.

Tantrum. Dijelaskan Maria, M.Psi.,psikolog., MCHt., EST, CGA, tantrum adalah Kondisi luapan emosi yang biasanya ditampilkan dalam bentuk perilaku menangis, berteriak, menghentak-hentakkan kaki, memukul-mukul, bahkan melukai diri sendiri dan orang lain. Perilaku tantrum yang paling banyak dikeluhkan para orangtua terjadi pada anak usia 1-3 tahun.

Pada usia tersebut, umumnya anak sedang mengembangkan rasa kemandirian sehingga mereka ingin melakukan dan memiliki berbagai macam hal untuk memuaskan keinginan mereka sendiri. Namun, hal atau keinginan tersebut sering kali berbenturan dengan aturan yang berasal dari orangtua. Benturan yang berupa larangan atau hukuman atas keinginan anak ini yang menyebabkan timbulnya emosi pada anak seperti rasa marah, sedih atau kecewa yang kemudian diekspresikan dalam bentuk perilaku menangis atau marah.

Umumnya Kondisi tantrum cukup sering dijumpai terutama pada anak-anak yang terlambat bicara. Keadaan tersebut dikarenakan mereka belum dapat mengekspresikan emosi secara verbal, maka orangtua umumnya sulit memahami isi hati anak. Pada akhirnya akan mengakibatkan kebutuhan emosi anak semakin tidak terpenuhi dan anak menjadi frustrasi hingga tantrum. Tak hanya itu saja, Kondisi tantrum juga terjadi pada anak-anak yang tidak dilatih untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang baik.

Di dalam tahap perkembangan anak, ketika anak berusia 2-4 tahun, mereka mulai memelajari untuk mengungkapkan emosi istilah-istilah dasar seperti “aku sedih, aku marah, aku takut, aku bahagia”. Selanjutnya jika orangtua sudah mengarahkan atau memberi kesempatan kepada anak untuk mencurahkan isi hati, maka ketika emosi negatif tengah dirasakan, mereka akan belajar bahwa ada cara lain selain menangis atau berteriak untuk mengungkapkan isi hati salah satunya dengan saling membicarakan atau mengomunikasikannya. Perilaku marah atau menangis wajar dialamit setiap anak, namun frekuensi dan durasinya tidak akan berlarut-larut dan anak cenderung mudah ditenangkan.

Selain kondisi tersebut, tantrum juga dapat terjadi pada anak-anak yang dimanjakan orangtua, anak yang merasa kurang dikasihi, diperhatikan serta anak korban kekerasan, dan anak-anak yang dimanjakan orangtua atau selalu dituruti keinginannya. Akhirnya, mereka tidak mampu untuk menunda atau mengalihkan keinginan sehingga ketika sesekali keinginannya tidak dipenuhi, maka anak akan merasa tidak nyaman dan menunjukkan perilaku tantrum. Perilaku tersebut sebagai cara atau upaya dalam mengomunikasikan bahwa mereka menuntut agar keinginannya dapat dipenuhi segera mungkin.

Berdampak Negatif. Apabila kondisi tantrum pada anak dibiarkan dan terus terjadi bahkan menjadi sebuah kebiasaan hingga usia anak terus bertambah, maka akan berdampak negatif pada kemampuan anak beradaptasi di lingkungan sosial. Anak akan mengalami kesulitan membangun relasi sosial yang harmonis dengan teman-temannya maupun orang yang lebih tua seperti guru. Tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan perilaku yang cenderung melanggar aturan yang berlaku. Jika dibiarkan terus menerus, dikhawatirkan ketika beranjak remaja akan terlibat dalam kenakalan remaja.
Sebagai orangtua tentu saja menginginkan hal terbaik dan tak ingin buah hatinya memiliki perilaku tantrum hingga dewasa. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan orangtua agar mencegah perilaku tersebut, antara lain:

Pertama, rajin melatih anak untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dua arah. Arahkan dan jelaskan kepada anak bahwa ketika mereka menjelaskan isi hatinya, orang lain akan lebih memahami keinginan mereka. Di saat mereka sedih, takut, khawatir dan marah, mereka tetap diperbolehkan menangis atau marah untuk melepaskan emosi negatifnya.

Namun, setelah perasaan lega dan lepas, mereka dapat bicara sesuka hati dan mengetahui bahwa segala keluh kesah yang ingin diceritakan pasti didengarkan. Komunikasi antara orangtua dan anak atau yang dapat disebut sebagai komunikasi dua arah memungkinkan mereka untuk berdiskusi dan menemukan jalan tengah jika ada keinginan anak yang bertentangan dengan pemikiran atau aturan orangtua.


Kedua, bersikap demokratis dalam mendidik anak. Usahakan tetap seimbang, jangan memanjakan dan jangan otoriter terhadap anak. Pola asuh seperti ini harus dilakukan sejak usia dini. Orangtua harus belajar mendengarkan keinginan anak dan memenuhinya jika ternyata keinginan tersebut merupakan hal terbaik bagi anak. Sebaliknya, tetap katakan tidak jika keinginan atau harapan anak memang tidak dapat dipenuhi. Hal ini akan membantu anak mengembangkan rasa aman, memiliki kemandirian, rasa inisiatif terhadap situasi apapun dan kemampuan mengontrol diri yang baik. Widi (Info Kecantikan)

Monday, October 27, 2014

Akunpunktur Tanam Benang Ampuh Usir Lemak

Akunpunktur Tanam Benang Ampuh Usir Lemak
Banyak wanita yang tubuhnya terlihat langsing dari bagian belakang, namun ternyata perutnya tampak membuncit. Atau paha dan lengan atasnya terlihat besar. Di samping berdiet dan berolahraga, saat ini benang juga bisa digunakan untuk mengusir lemak membandel pada perut ataupun bagian tubuh lain yang lemaknya berlebih dan menggelambir. Tanam benang yang awalnya diperuntukkan untuk wajah, kini juga bisa digunakan untuk tubuh, dengan menggunakan teknik akupunktur. Seperti apa treatment akupunktur tanam benang?

Tubuh yang ramping dan proporsional menjadi dambaan setiap orang. Namun sayang terkadang tubuh terlihat ramping, tetapi beberapa bagian tubuh terlihat menggelambir seperti pada perut, paha dan lengan atas. Untuk mengecilkan beberapa bagian tubuh tersebut, treatment tanam benang bisa menjadi solusi instan. Tanam benang atau thread lifting merupakan metode kecantikan menggunakan benang sebagai media perantara.

Tanam benang ini dipercaya dapat merangsang kolagen di dalam lapisan kulit, sehingga dapat mengencangkan wajah, leher, pipi, rahang hingga alis. Namun kini ada tren di Indonesia, tanam benang juga dapat digunakan, untuk mengecilkan dan mengencangkan bagian perut. Treatment tanam benang ini sebetulnya telah ada sejak beberapa tahun lalu dan banyak digunakan kaum hawa untuk mengencangkan kulit dan meniruskan pipi.

Akupunktur Tanam Benang. Dijelaskan oleh dr. Hasan Miharja SpAk, dokter spesialis akupunktur medik, tanam benang adalah prosedur perangsangan di titik-titik akupunktur yang menggunakan benang yang ditanamkan ke dalam kulit. Dalam treatment ini tetap menggunakan jarum, tetapi jarum digunakan sebagai sarana untuk memasukkan benang ke dalam tubuh. Tanam benang ini bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit seperti hipertensi, serta menurunkan berat badan.

Berbeda dengan tanam benang pada wajah, tanam benang pada perut berfungsi untuk mengusir lemak sehingga dapat menurunkan berat badan, tanpa efek samping dan hasilnya cepat. Meski benang dimasukkan ke dalam tubuh seperti perut, tetapi teknik ini bukan merupakan teknik bedah. Bisa dibilang prosedur treatment ini minimal invasif atau minimal pembedahan. Cara kerjanya dengan memasukkan benang ke dalam perut menggunakan jarum.

Benang dimasukkan ke bawah jaringan subkutan untuk memancing pembentukan ulang kolagen sehingga menghasilkan kulit yang lebih kencang. Benang ditanamkan pada beberapa titik-titik akupunktur pada perut. Titik akupunktur pada tubuh adalah titik di mana titik qi dapat dirangsang untuk mengembalikan keseimbangan sistem dan kesehatan. Qi didefinisikan sebagai energi yang mengontrol pikiran dan tubuh manusia.

Bagian yang termasuk dalam titik-titik akupunktur untuk menurunkan berat badan adalah bagian mulut, perut, endokrin, adrenal dan indung telur, limpa, ginjal, dan tiroid. Titik akupunktur pada mulut berfungsi untuk mengurangi nafsu makan. Titik akupunktur pada perut berfungsi untuk mengurangi keinginan makan bahkan setelah perut terisi penuh sekalipun. Titik akupunktur pada perut untuk para pencandu makanan serta orang yang mencintai cokelat dan permen.

Sementara titik akupunktur pada titik endokrin berfungsi untuk retensi air yang bertanggung jawab atas kenaikan berat badan. Sedangkan titik akupunktur pada titik adrenal dan indung telur berfungsi untuk menurunkan berat badan yang dipicu oleh menopause. Titik akupunktur pada limpa berfungsi untuk ketidakseimbangan gula dan hormon. Titik akupunktur pada ginjal untuk retensi air, sistem saraf, dan ketidakseimbangan hormon.

Benang tersebut nantinya tidak akan diambil dan akan menetap dan bersatu dengan otot. Tidak hanya itu, benang ini nantinya pun akan habis diserap oleh tubuh. Inilah yang menyebabkan akupunktur tanam benang ini merupakan suatu hal yang aman untuk dilakukan. Sebenarnya akupunktur tanam benang ini tidak terlalu beda jauh dengan akupunktur yang berfungsi untuk menurunkan berat badan. Bedanya hanyalah pada akupunktur tanam benang menggunakan media benang sebagai media perantara. Proses pengerjaan tanam benang pada perut ini mulai dari persiapan hingga pengerjaan membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit.

Benang Khusus. Benang yang digunakan dalam tanam benang adalah benang khusus yang dapat diserap tubuh juga biasa dipergunakan dalam tindakan bedah. Benang yang dapat menyerap ke jaringan kulit ini memiliki bermacam ukuran antara lain 90 mm, 60 mm, 50 mm dan 30 mm. Jenis benang yang dapat digunakan pun beragam antara lain Catgut, polyjigfolide, dan polydioxanone. Catgut terbagi menjadi dua, yaitu catgut plain dan catgut chromic. Cara kerja catgut menggunakan suatu alat yang berfungsi untuk menanam benang ke dalam kulit dan sebagai pendorong agar benang bisa masuk ke dalam tubuh. Untuk pelangsingan biasanya akan ditanam benang sepanjang 1-1,5 cm.

Treatment tanam benang bisa dilakukan baik oleh wanita ataupun laki-laki. Untuk usia pun tidak ada batasan, mulai dari remaja hingga usia tua boleh melakukan treatment tanam benang pada perut. Yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah jumlah benang yang ditanam pada tubuh. Pada literatur tertulis hanya boleh menanamkan 4-6 benang dalam satu kali treatment. Benang pun hanya boleh ditanamkan pada daerah-daerah yang berotot tebal. Untuk daerah yang berotot tipis harus dengan panjang benang yang ditentukan oleh dokter yang menangani.

Sebelum melakukan tanam benang pun perlu memerhatikan beberapa kondisi. Pada saat hamil sebaiknya tidak melakukan akupunktur tanam benang pada perut terlebih dahulu. Apabila tetap ingin melakukan tanam benang saat hamil, dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan janin. Selain itu untuk orang-orang yang memiliki penyakit dan perlu dilakukan pembedahan sebaiknya hindari terlebih dahulu untuk melakukan treatment ini.


Setelah selesai melakukan treatment tanam benang ini tidak ada perawatan khusus yang harus dilakukan. Bagian yang ditanami benang akan ditutup dengan kasa khusus untuk mencegah timbulnya infeksi. Namun dalam waktu 6-12 jam tidak boleh terkena air. Niken Wulandari (Info kecantikan)