Monday, October 20, 2014

Mengatasi Anak Susah Makan

Mengatasi Anak Susah Makan
Konsultan: dr. Tubagus Ferdi Fadilah, SpA, M.Kes, dokter spesialis anak RSIA Evasari, Staf pengantar bagian ilmu anak fakultas Universitas Trisakti

Dari cerita yang Anda jelaskan, terdapat kekurangan data jenis kelamin, serta tinggi badan anak Anda. Bila di plot dalam kurva berat badan per usia berdasarkan WHO growth chart standards maka anak Anda, baik laki-laki ataupun perempuan, memiliki nilai z-score (skor Z) berada di bawah -2 SD (standard deviation) dan diinterpretasikan sebagai underweight atau berat badan kurang.

Untuk mengetahui apakah anak Anda termasuk dalam gizi kurang atau gizi buruk maka diperlukan data tinggi badan. Menurut WHO dikatakan gizi kurang (moderate wasting) bila berat badan terhadap tinggi badan berada antara -2 sampai dengan -3 (-3< z-score <-2. Gizi buruk atau severe wasting apabila z-score <-3.

Berat badan kurang bisa menggambarkan status gizi kurang, karena seorang anak gagal menambah berat badan sesuai dengan usianya secara tepat. Dalam kasus yang lebih berat dapat mengalami kegagalan pertumbuhan tinggi badan dan lingkar kepala. Keadaan gizi kurang (undernutrition) ini pada umumnya merupakan hasil rangkaian ketidakadekuatan suplai makanan, akses atau pemanfaatan, buruknya akses kesehatan dan kebersihan, serta ketidaksesuaian cara pemberian makanan. Risiko terbesar untuk terjadinya malnutrisi kurang pada anak memang biasanya terjadi sejak dalam rahim sampai usia 2 tahun. Untuk itu keluarga harus diperkenalkan dengan pola makan sehat dan sesuai dengan usia, dimulai dengan ASI.

Pada bayi, transisi ke makanan pendamping ASI dan menu keluarga lengkap serta pentingnya makanan dan makanan ringan yang dijadwalkan secara rutin harus ditekankan dibandingkan perilaku pemberian makan yang tidak terjadwal. Pada anak, porsi dan ukuran makanan dan snack harus disesuaikan. Anak-anak harus diajarkan untuk mengenali rasa lapar dan kenyang, kemudian diberikan arahan untuk makan makanan sehat pilihan orangtua dalam ukuran yang sesuai, dengan menggunakan wadah atau mangkuk kecil. Anak-anak tidak boleh makan langsung dari kantong ataupun Kotak. Aturan untuk tidak memberikan minuman soda atau jus sebaiknya ibunda terapkan. Anak tidak boleh dipaksa untuk makan ketika mereka tidak bersedia.

Asupan kalori yang diberikan pada anak dengan berat badan kurang ditingkatkan sampai kejar tumbuh atau catch-up pertumbuhan yang tepat sesuai dengan usia telah didapatkan. Pertumbuhan kejar tumbuh (catch-up) mengacu pada kenaikan berat badan pada lebih besar rata-rata untuk usia dan mungkin akan memerlukan 150% atau lebih dari kalori yang direkomendasikan untuk anak seusianya yang bergizi baik.

Aturan praktis yang biasanya dihitung untuk bayi dan anak-anak sampai usia 3 tahun adalah dengan menyediakan 100-120 kkal/kg berdasarkan berat badan ideal terhadap tinggi badan ananda. Kebutuhan protein juga ditingkatkan untuk keperluan anabolisme dan harus disediakan secara proporsional dengan asupan kalori yang diberikan. Asupan vitamin dan mineral tambahan juga direkomendasikan dengan cara memberikan beberapa vitamin harian yang sesuai dengan usia.

Pemberian susu sapi murni sebaiknya ditunda hingga setidaknya usia 2 tahun. Pada balita memberikan susu sapi melebihi 24 ons atau 680 gram sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi asupan makanan padat yang kaya dengan variasi nutrisi dan dapat menyebabkan anemia defisiensi best. Pemberian jus buah pada balita juga sebaiknya dibatasi hingga 4 ons atau 110 gram setiap harinya. Pada usia 1 tahun, balita harus mengonsumsi menu keluarga, dan memiliki. jadwal makan dan snack teratur.

Dalam pemberian makanan padat, Anda bisa membayangkan satu buah piring yang terbagi dalam lima bagian yaitu sayur-sayuran, buah-buahan, protein, biji-bijian, dan susu. Susu dapat diberikan yang bebas lemak atau rendah lemak. Pilih makanan dengan kadar garam atau natrium yang rendah, dan sebaiknya beri minum air putih dibandingkan minuman mengandung gula sebagai minuman saat makan.


Perlawanan atau penolakan dalam pemberian makanan memang biasa terjadi antara anak dengan balita. Namun orangtua lah yang berperan menentukan apa, kapan, dan di mana memberikan makanan. Peran anak biasanya dalam hal apa dan berapa banyak yang dimakannya. Agar pertumbuhan serta perkembangan anak Anda terpantau dengan baik, maka sebaiknya Anda membawa anak untuk diperiksakan lebih lanjut ke dokter anak terdekat. Kartika (Info Kecantikan)

Sunday, October 19, 2014

Rambut Sehat Dengan Sampo Yang Mengandung Caviar

Rambut Sehat Dengan Sampo Yang Mengandung CaviarBelakangan sedang booming sampo yang mengandung caviar. Shampo tersebut disebut-sebut sangat bagus dan dapat menjadikan rambut Anda sehat. Tentu memiliki rambut yang sehat menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap orang, terutama bagi kaum hawa. Seperti apa?

Rambut yang mudah diatur, dengan tekstur yang lembut, halus dan tebal terlihat lebih sehat. Tentu rambut yang demikian menjadi rambut impian setiap kaum hawa. Namun semakin berkembangnya trend stylish rambut, maka rambut pun dimanipulasi menggunakan bahan kimia ataupun alat-alat rambut yang panas agar terlihat lebih menarik. Misalnya di-bleaching, diwarnai (coloring), diluruskan dengan rebonding atau smoothing, dikeriting atau curly hingga menggunakan alat catok ataupun hairdryer.

Meski rambut yang dimanipulasi akan membuat rambut terlihat indah, namun jika terlalu sering melakukan manipulasi rambut dan rambut tidak dirawat dengan baik maka akan berakibat tidak baik bagi rambut. Rambut menjadi tidak sehat yaitu mudah rapuh, kering, kusam, rontok, susah diatur dan penumbuhannya tidak sempurna. Tentu agar rambut yang dimanipulasi tetap sehat, maka perlu dirawat dengan baik. Perawatan rambut dimulai dari cara yang sederhana, yaitu menggunakan sampo.

Sampo Caviar. Belakangan sampo yang mengandung caviar (telur ikan sturgeon) banyak digunakan orang untuk mengatasi masalah rambut yang rusak. Sampo ini sangat terkenal di Australia dan dipercaya dapat mengembalikan rambut yang rusak menjadi kembali sehat, indah dan tebal. Menurut Jonki Pitoy, hairstylist dan fashion stylist, caviar sebetulnya adalah protein yang dihasilkan oleh hewani sehingga bagus untuk kesehatan rambut. Kandungan caviar ini aman digunakan dan bagus untuk digunakan oleh mereka yang mengalami tingkat kerusakan rambut berat akibat proses kimia seperti bleaching, coloring, pelurusan, pengeritingan, curly dan lain-lain.

Meski sampo yang mengandung caviar mampu memperbaiki kondisi rambut yang rusak, namun tidak semua orang cocok. Pasalnya, tingkat sensivitas setiap orang berbeda-beda. Karena itu, sebelum menggunakannya dalam jangka panjang sebaiknya dicoba dulu sedikit. Jika aman dan tidak menimbulkan reaksi seperti alergi maka sampo yang mengandung caviar ini boleh terus digunakan.

Dalam dua minggu pertama sampo yang mengandung caviar bisa digunakan setiap hari. Namun setelah dua minggu, Cukup me-maintenance dengan menggunakan sampo 2-3 hari sekali. Cara menggunakannya seperti keramas pada umumnya, yaitu rambut dicuci atau dibasahi seluruhnya dengan air hingga ke bagian kulit kepala. Selanjutnya tuangkan sampo ke seluruh bagian rambut dan kulit kepala, sembari melakukan gerakan massage. Setelah itu diamkan sampo selama 3-4 menit, lalu baru dibilas dengan air bersih. 

Menurut dr. Nenden S. Prabu, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin, penggunaan sampo caviar aman selama protein yang ada di dalamnya bukan pro-ikat (protein tidak lebih dari 5 persen) dan tidak menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi yang mungkin timbul jika tidak cocok adalah iritasi seperti gatal-gatal hingga timbul beruntusan di kulit kepala. Karena itu sebaiknya memakai sampo yang bersifat homogen. Misalnya jika saat pertama kali samponya menimbulkan endapan maka berarti sampo-nya tidak baik. Jika didiamkan maka sampo tidak tercampur secara sempurna, yang artinya ada suatu zat berbahaya yang sangat tinggi di dalam sampo.

Kemudian perhatikan juga bau dan Kekentalan sampo. Kedua hal tersebut dilihat dari cara pembilasan. Jika sampo terlalu kental dan susah dibilas dengan air, artinya ada sesuatu di dalam sampo. Dilihat juga tingkat keperihan sampo jika terkena mata. Jika pada mata terlalu perih, maka hal yang sama juga berlaku untuk kulit kepala sehingga harus berhati-hati. Dalam memilih sampo yang terpenting adalah pada kemasannya tercantum label BPOM dan kandungan proteinnya tidak lebih dari 5 persen.

Kerusakan Rambut. Rambut terdiri atas tiga lapisan yaitu kutikula, korteks dan medula. Kutikula mengandung keratin. Korteks berada di bagian tengah rambut dan mengandung pigmen sehingga mempengaruhi warna rambut misalnya warna blonde maupun hitam. Sementara medula adalah bagian terdalam dari rambut. Medula terdiri dari tiga bagian yaitu ujung rambut, pangkal ujung rambut dan folikel rambut di bagian dalamnya. Folikel rambut ini mempengaruhi pertumbuhan rambut dan rambut normal setiap hari tumbuh 0,35 mm.

Dijelaskan oleh dr. Nenden, pertumbuhan rambut dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, faktor dari dalam yaitu nutrisi. Gangguan gizi hingga menderita penyakit atau kurang sel darah akan menyebabkan rambut akan susah panjang, bahkan rontok. Kedua, faktor dari luar atau lingkungan seperti rambut sering terpapar sinar matahari. Faktor dari luar lainnya adalah air yang digunakan untuk keramas mengandung zat besi tinggi sehingga merusak rambut. Alhasil, rambut menjadi kering, kusam, mudah patah dan rontok, serta mengalami penuaan karena mempengaruhi folikel rambut.

Di samping itu, ditambahkan oleh Jonki, kerusakan rambut juga disebabkan karena tidak merawat rambut dengan baik. Misalnya tidak melakukan perawatan setelah melakukan manipulasi rambut seperti bleaching, coloring, pelurusan rambut, pengeritingan rambut dan curly. Cara memperlakukan rambut seperti keramas, menyisir dan mengeringkan rambut juga mempengaruhi.

Ketika keramas, menyisir rambut dan mengeringkan rambut perlu dilakukan dengan baik. Saat keramas sebaiknya tidak menggosok rambut terlalu keras dan gunakan sampo yang sesuai karakter rambut. Setelah keramas, pilih sisir yang tepat sesuai dengan kebutuhan rambut. Jika rambutnya rontok maka pilih sisir yang bergerigi lebih jarang. Jika rambutnya tipis atau normal, bisa menggunakan sisir yang bergerigi sedikit rapat.


Perhatikan juga cara mengeringkan rambut. Sebaiknya mengeringkan rambut secara alami dengan diangin-anginkan atau gunakan kipas angin. Jika ingin menggunakan hair dryer maka pilih yang suhu rendah dan tidak ditempelkan ke rambut secara langsung. Palupi (Info Kecantikan)

Jika Berjilbab, Perawatan Rambut Harus Lebih Ekstra

Jika Berjilbab, Parawatan Rambut Harus Lebih Ekstra
Rambut yang tertutup jilbab jika tidak dirawat dengan baik bisa timbul masalah. Terutama di musim panas seperti sekarang ini. Jika tidak merawat rambut, menurut dr Erivia D. Pangkahila, M.Biomed, SpKK, bisa mengalami masalah rambut rontok dan berketombe. Masalah tersebut juga bisa timbul karena menggunakan jilbab yang terlalu lama misalnya yang dialami para wanita karier, serta menggunakan dalam ciput yang ketat.

Selain rambut rontok dan berketombe, ditambahkan oleh dr. Sinta Syafril, SpKK, wanita yang berjilbab umumnya mengeluhkan masalah gatal pada kulit kepala dan rambut berminyak. Dan keluhan-keluhan tersebut akan bertambah di musim panas. Malah menurut Ade Lingga, rambut yang ditutupi jilbab bisa menjadi sangat sensitif dan rontok. Terutama jika malas mencuci rambut dan melakukan treatment rambut.

Oleh karena itu, jika mengenakan jilbab Anda harus melakukan perawatan rambut lebih ekstra lagi agar tidak mengalami masalah rambut. Perawatan rambut ekstra apa saja yang harus dilakukan wanita yang mengenakan jilbab? Berikut beberapa tips:
  1. Tidak mengenakan jilbab yang sangat tertutup lebih dari 12 jam dan tidak memakai dalaman jilbab yang ketat. Sebaiknya pilih jilbab yang longgar.
  2. Memakai bahan jilbab yang tipis dan tidak berwarna gelap. Hindari juga pemakaian jilbab yang berlapis-lapis. Pilih juga dalaman jilbab atau ciput yang tipis.
  3. Rutin keramas karena biasanya yang berjilbab mudah berkeringat, terutama di bagian rambut. Setelah keramas bisa memakai kondisioner agar rambut tidak kering.
  4. Jika rambutnya panjang, biasanya rambut dikuncir sebelum memakai jilbab. Sebaiknya tidak menguncir rambut terlalu kuat karena akan menyebabkan kerontokan.
  5. Setelah keramas, angin-anginkan rambut, lalu disisir agar tidak rontok. Setelah rambut benar-benar kering baru memakai jilbab agar rambut tidak bau dan rontok.
  6. Sebelum memakai jilbab. bisa menggunakan hair tonic atau serum.
  7. Melakukan treatment hair spa lebih sering yaitu tiga kali sebulan. 


Kartika, Niken (Info Kecantikan)  

Saturday, October 18, 2014

Rutin Aerobik Cegah Varises

Rutin Aerobik Cegah Varises
Varises merupakan salah satu musuh para wanita. Pembuluh darah yang kelihatan menonjol berwarna biru yang berkelok-kelok tentu dapat mengganggu penampilan, terutama bagi para wanita yang sering menggunakan rok ataupun celana pendek. Hal ini tentu akan merusak rasa percaya diri. Tidak hanya merusak penampilan, varises menimbulkan gejala yang mengganggu. Lalu bagaimana caranya mencegah varises?

Memiliki tubuh mulus tentu menjadi impian setiap wanita. Bukan hanya untuk keindahan, tubuh mulus nyatanya juga dapat menambah kepercayaan diri seseorang. Tidak jarang adanya masalah dalam tubuh dapat membuat kepercayaan diri menjadi berkurang. Varises adalah salah satu masalah yang sering dialami wanita. Biarpun begitu, bukan berarti varises hanya dapat dialami wanita. Varises dapat timbul pada semua jenis kelamin namun memang lebih sering dijumpai pada wanita. Pada pria yang menderita varises biasanya disebabkan oleh faktor keturunan dan juga dipengaruhi pekerjaan atau profesi.

Varises. Kata varises berasal dari bahasa Latin yaitu varix yang berarti memutar. dr. Jimmi Chandra, SpKK, dokter spesialis kulit kelamin, mengatakan secara umum varises atau varicose vein adalah pelebaran pembuluh vena akibat hilangnya elastisitas. Pembuluh vena adalah pembuluh darah balik yang sudah teroksigenasi hasil metabolisme tubuh untuk kembali ke jantung. Hilangnya elastisitas dapat mengakibatkan katup vena tidak dapat bekerja secara optimal sehingga darah yang Seharusnya mengalir kembali ke jantung menjadi tertahan atau bahkan berbalik (reflux).

Varises biasanya terlihat kebiru-biruan. Namun jika tingkat varises telah tergolong tingkat akut, warnanya bukan lagi kebiru-biruan. melainkan berbentuk seperti jaring laba-laba berwarna hijau kehitam-hitaman. Pada dasarnya varises bisa timbul di bagian tubuh manapun. Varises bisa tumbuh pada dubur atau biasanya lebih dikenal sebagai wasir atau ambeien. Varises pada dubur terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik pada anus dan poros anus. Varises yang umum dan paling sering terlihat adalah pada vena superfisial di bawah tungkai. Di sini varises tampak lebih jelas karena pembuluh darah balik pada bagian tubuh ini sebagian terletak di bawah kulit sehingga tampak menonjol keluar dan berkelok-kelok.

Risiko terkena varises akan meningkat seiring bertambahnya usia. Umumnya varises dijumpai pada usia paruh baya atau sekitar 50 tahun ke atas. Wanita yang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko empat kali lebih besar terkena varises dibandingkan dengan wanita usia 29 tahun atau lebih muda. Bukan hanya usia, ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan varises. Faktor keturunan, gangguan hormon, posisi berdiri yang terlalu lama, obesitas, dan kehamilan juga dapat menyebabkan seseorang terkena varises.

Saat hamil volume darah semakin meningkat namun justru mengurangi aliran darah dari kaki ke daerah panggul. Kondisi seperti ini justru dapat menimbulkan efek samping yaitu pembuluh darah akan membesar pada bagian kaki. Umumnya varises berkembang selama masa kehamilan dan akan membaik dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Untuk mencapai masa pemulihan biasanya memakan waktu kurang lebih selama tiga bulan.

Bagi sebagian orang mungkin varises hanya merupakan gangguan ringan, namun ternyata varises dapat berpotensi untuk menimbulkan rasa nyeri hebat atau nyeri seperti tertusuk-tusuk. Gejala lanjut dari varises dapat menimbulkan sensasi terasa berat pada tungkai, bengkak, dermatitis, pendarahan spontan, radang pembuluh darah, infeksi sampai ulserasi. Namun itu semua dapat dicegah dengan melakukan penanganan yang benar.

Mencegah Varises. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya varises, di antaranya mengurangi berat badan. Memiliki berat badan yang berlebih dapat menyebabkan seluruh sistem peredaran darah bekerja lebih keras. Tidak hanya itu, berat badan yang berlebih juga dapat membuat kaki menahan beban yang lebih berat. Hal inilah yang dapat meningkatkan tekanan dalam pembuluh vena pada kaki.

Cara kedua yang dapat dilakukan adalah berdiri dalam posisi tegak dan tidak terlalu lama. Berdiri dengan postur yang baik dapat membantu menurunkan tekanan dalam pembuluh darah di kaki. Berdiri dalam waktu yang lama dapat menyebabkan pelebaran pada pembuluh darah. Begitu juga dengan duduk yang terlalu lama. sebaiknya diselingi dengan berjalan kaki.

Pencegahan varises bisa dilakukan dengan melakukan perubahan pola hidup. Menggunakan pakaian ketat ternyata menjadi salah satu pemicu timbulnya varises dan memperburuk varises yang sudah terbentuk. Tidak hanya itu, dapat menghambat sirkulasi darah ke jantung. Sebaiknya kurangi atau hindari penggunaan pakaian terlalu ketat, terutama pada bagian pinggang, selangkangan, dan juga bagian kaki.

Bukan hanya mengurangi pemakaian busana yang terlalu ketat, mengurangi penggunaan sepatu hak yang terlalu lama dalam kehidupan sehari-hari juga dapat mencegah timbulnya varises. Penggunaan sepatu hak tinggi terlalu lama dapat menyebabkan tonus otot tungkai melemah. Tonus otot tungkai yang baik diperlukan untuk memompa darah di pembuluh vena kembali ke jantung. Melemahnya otot tungkai inilah yang dapat menyebabkan timbulnya varises. Tekanan yang tidak semestinya pada bagian bawah kaki juga dapat menyebabkan penyempitan aliran darah. Sebaiknya gunakan sepatu hak tinggi saat dalam keadaan tertentu saja.

Aerobik. Olahraga juga dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya varises. Olahraga yang tepat dapat meningkatkan sirkulasi darah melalui kaki yang akan membantu mencegah dan mengurangi timbulnya varises. dr. Suhano, SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga mengatakan olahraga yang dilakukan secara benar tentu akan membuat jantung menjadi sehat. Jantung yang sehat membuat risiko seseorang terkena varises menjadi kecil.

Beberapa macam Olahraga dapat dilakukan untuk mencegah varises salah satunya aerobik. Aerobik adalah segala macam bentuk gerak tubuh yang bersifat menggunakan udara atau oksigen untuk kelangsungannya. Aerobik tidak terbatas pada senam saja. Olahraga yang bersifat aerobik bertujuan untuk meningkatkan denyut jantung dan sistem kardiovaskular (sistem peredaran darah).

Aerobik terbagi menjadi dua, yaitu jenis aerobic low impact dan jenis aerobic high impact. Aerobic low impact adalah olahraga aerobik yang cenderung santai dan meningkatkan denyut jantung secara perlahan, contohnya jalan kaki, jogging, dan berenang. Sedangkan aerobic high impact adalah jenis olahraga aerobik yang meningkatkan denyut jantung secara cepat, contohnya adalah berlari, tenis dan menari. Setiap orang bebas untuk memilih Olahraga apa yang akan mereka lakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing.


Olahraga sebaiknya dilakukan lima kali dalam waktu satu minggu. Lamanya waktu olahraga tergantung kepada kuatnya seseorang. Baiknya olahraga dilakukan secara teratur. Olahraga yang teratur selain dapat untuk memperlancar aliran darah juga dapat membuat waktu tidur menjadi lebih baik. Untuk mencegah terjadinya varises lakukan olahraga yang berfungsi untuk melancarkan sistem peredaran darah, bukan untuk kekuatan. Orang yang terlalu sering olahraga angkat beban cenderung lebih mudah terkena varises. Ada yang perlu diperhatikan, untuk orang yang memiliki kelainan jantung sebaiknya konsultasikan kepada dokter olahraga apa yang Sesuai untuk dilakukan. Niken Wulandari (Infi Kecantikan)

Memilih Sunblock Sesuai Jenis Kulit dan Aktivitas

Memilih Sunblock Sesuai Jenis Kulit dan Aktivitas
Kegiatan yang dilakukan di luar ruangan tentu membuat kulit terpapar sinar ultraviolet dari sinar matahari langsung, baik sinar UV-A dan UV-B. Agar kulit terlindung dari bahaya sinar ultraviolet sebaiknya menggunakan sunblock yang mengandung SPF (sun protection factor) 15, 30, 50 atau lebih. Pilih sunblock yang tepat sesuai aktivitas dan jenis kulit agar tidak berdampak buruk terhadap kulit. Seperti apa?

Terpapar sinar ultraviolet dari sinar matahari secara langsung dapat menyebabkan kulit terbakar atau kemerahan. Untuk itulah diperlukan penggunaan sunblock yang mengandung SPF (sun protection factor) agar kulit tidak mengalami dampak buruk dari paparan sinar matahari secara langsung seperti kemerahan dan terbakar. Namun, penggunaan sunblock harus disesuaikan dengan jenis kulit dan aktivitas karena tidak semua orang memiliki jenis kulit yang sama.

Dijelaskan oleh dr. Keni lstasaputri M., Mkes, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin, sunblock atau tabir surya memiliki SPF dengan tingkatan mulai dari 15, 30, 50 atau lebih. Secara normal, jika kulit terkena paparan sinar matahari ditandai dengan kemerahan seperti terbakar. Tingkat SPF bukan berarti merupakan kekuatan sunblock, tetapi tingkat SPF tersebut memberikan perlindungan kulit lebih lama dibandingkan dengan tidak menggunakan sunblock.

Dalam memilih sunblock yang mengandung SPF sebaiknya harus disesuaikan dengan jenis kulit dan aktivitas yang dilakukan. Jenis kulit normal - kering, berminyak - berjerawat, serta sensitif, tentu berbeda dalam hal memilih sunblock-nya, terlebih jika aktivitasnya berbeda.

Sesuai Aktivitas. Memilih sunblock yang mengandung SPF harus disesuaikan dengan jenis kulit dan aktivitas. Jika aktivitas sering dilakukan di dalam ruangan, cukup menggunakan sunblock dengan SPF 15 atau 30. Jika aktivitas sering berada di luar ruangan dan sering terpapar sinar matahari langsung gunakan sunblock dengan SPF minimal 30. Jika berlibur ke pantai atau gunung, sebaiknya pilih sunblock dengan SPF 50.

Pemilihan sunblock dengan SPF tertentu harus sesuai fungsinya agar dapat melindungi kulit Anda lebih lama. Misalnya setelah 10 menit terpapar sinar matahari kulit akan langsung menjadi kemerahan. Tetapi dengan memakai sunblock SPF 15, maka kulit kemerahan setelah 150 menit atau 2,5 jam. Sunblock SPF 15 ini cocok buat Anda yang aktivitasnya tidak terlalu sering di luar ruangan.

Jika aktivitas Anda sering dilakukan di luar ruangan, maka sebaiknya menggunakan sunblock minimal SPF 30. Sunblock SPF 30 artinya melindungi kulit selama 300 menit atau 5 jam. Sementara sunblock SPF 50 cocok bagi Anda yang melakukan aktivitas seperti berlibur ke pantai dan gunung dengan paparan sinar matahari yang sangat kuat. Sunblock SPF 50 akan melindungi kulit selama 500 menit atau setara dengan 8 jam.

Pemakaian sunblock sebaiknya diulang setiap 4-5 jam sekali. Misalnya pagi hari sudah memakai sunblock, kemudian diulang pada siang harinya. Semakin tinggi SPF sunblock yang digunakan, maka sunblock akan semakin ketat.

Sesuai Jenis Kulit. Pemakaian sunblock juga harus disesuaikan dengan jenis kulit. Kulit normal dan kering, boleh memakai sunblock SPF 15, 30 dan 50. Tetapi jika kulit wajah cenderung berminyak dan berjerawat, sebaiknya memakai sunblock dengan SPF yang lebih rendah, misalnya SPF 15. Pasalnya, jika kulit berminyak memakai sunblock yang pekat akan menyebabkan timbul jerawat dan kulit menjadi berminyak. Sunblock yang pekat menjadi komedogenik yang akan memperparah jerawat yang ada.


Sedangkan untuk kulit sensitif cenderung kering, sebaiknya memakai sunblock yang mengandung pelembab dan moisturizer Karena kulit sensitif mudah alergi, sebaiknya pilih produk yang hipoallergenic dan tidak disarankan memakai sunblock yang mengandung fragrance atau pewangi karena bisa menyebabkan alergi. AmrikH, Endah Palupi (Info Kecantikan)