Friday, October 24, 2014

Stem Cell Membuat Awet Muda

Usia belum terlalu tua, tapi kok tanda-tanda penuaan seperti vlek hitam, keriput, kulit kering, kusam dan kasar sudah menghiasi wajah? Memang penuaan merupakan kata tabu bagi kaum hawa. Namun kini tak perlu khawatir karena banyak treatment yang dapat mengatasi masalah penuaan. Salah satunya yang sedang marak adalah stem cell. Dengan treatment tersebut, wajah Anda pun menjadi kembali awet muda.

Stem Cell Membuat Awet MudaTimbulnya tanda-tanda penuaan seperti kulit kusam, kering, kasar, vlek hitam hingga keriput membuat banyak wanita merasa khawatir. Tentu karena mereka tak ingin terlihat tua, apalagi jika usianya memang belum terlalu tua. Penuaan pada kulit disebabkan oleh faktor internal karena usia, serta faktor eksternal karena matahari dan lingkungan. Karena itu, untuk mencegah penuaan Sebaiknya menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara langsung.

Yang tidak kalah pentingnya adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Gaya hidup sehat di antaranya makan makanan yang bergizi baik, makan sayur-sayuran dan buah-buahan segar, tidak melakukan diet ekstrim.

Selain itu, hindari rokok, stres, batasi penggunaan elektronik, dan banyak minum air putih. Gunakan pelembab dan krim yang mengandung antioksidan seperti vitamin A, C, retinol, peptide dan growth factor Selain itu, jika kulit terlihat lelah, kusam, kasar, berkerut, timbul vlek hitam dan warna kemerahan yang menetap atau tanda-tanda penuaan lainnya maka bisa juga dilakukan treatment. Treatment-treatment yang bisa dilakukan untuk peremajaan antara lain peeling, laser, botox, filler dan stem cell.

Stem Cell. Saat ini stem cell dianggap ampuh meremajakan kulit termasuk mencerahkan kulit. Dijelaskan oleh Yuyus Kusnadi, Ph.D, ahli stem cell dari Asosiasi Sel Punca Indonesia, bahwa stem cell atau sel punca yang berasal dari manusia memiliki dua sifat yaitu bisa membelah seperti sel hidup normal biasa dan terdiferensiasi menjadi sel yang terpisah. Stem cell ini berperan sebagai growth factor untuk menstimulasi sel terhadap kulit, serta meningkatkan kadar oksigen pada kulit wajah dan meregenerasi sel-sel kulit. Stem cell juga dapat mengatasi keluhan akibat polusi dan radikal bebas dengan cara menghilangkan toksin dari kulit wajah.

Manfaat yang dirasakan Setelah melakukan treatment Stem cell adalah peremajaan kulit sehingga kulit terasa lebih lembab, halus dan cerah, serta dapat mengatasi luka bakar, penyembuhan luka diabetes dan kusta. Selain bermanfaat untuk kulit, stem cell juga dapat menyembuhkan penyakit degeneratif seperti jantung dan stroke, serta dapat menyembuhkan cedera tulang rawan, patah tulang dan cedera tulang belakang. Pasalnya stem cell dapat membantu produksi sel keratinosit, fibroblast serta berbagai protein untuk pemulihan sel yang rusak. Treatment ini dapat memberikan energi baru dengan menggabungkan treatment yang mengandung berbagai protein peptide.

Ditambahkan oleh dr. Gloria, SpKK, dokter Spesialis kulit dan kelamin, Stem cell merupakan biologis yang belum terdiferensiasi menjadi jenis sel tertentu. Stem cell ini dapat memperbanyak diri menjadi spesifik bila diperlukan, misalnya Sel kulit, sel otot dan sel saraf. Stem cell dibutuhkan untuk regenerasi atau pemulihan jaringan tubuh berdasarkan asalnya. Stem cell terbagi menjadi stem cell embrionik, stem cell fetal, stem cell lipusar dan stem cell dewasa. Saat ini yang banyak digunakan adalah sel punca atau stem cell dewasa yang sebagian besar berasal dari lemak tubuh.

Stem cell dapat membantu produksi sel keratinosit, fibroblast dan protein untuk pemulihan sel-sel yang rusak, Sehingga terjadi regenerasi sel-sel kulit atau peremajaan kulit. Seiring dengan bertambahnya usia maka siklus sel-sel kulit pun melambat. Akibatnya kulit tampak lebih kusam, kasar, berkerut, timbul vlek serta pembuluh darah kemerahan yang melebar. Penggunaan stem cell dapat membantu sel yang sudah menua kembali ke siklus yang normal sehingga kulit tampak lebih awet muda.

Stem Cell dari Lemak. Stem cell mengandung protein peptide yang berperan sebagai growth factor untuk menstimulasi set. Sumber stem cell yang paling aman dan ideal berasal dari manusia. Pasalnya, jika sumber stem cell berasal dari hewani dikhawatirkan dapat menimbulkan alergi. Jenis stem cell dari manusia tergantung dari kebutuhan untuk peremajaan kulit. Sel punca dewasa yang berasal dari lemak merupakan yang paling baik. Lemak bisa diperoleh dari diri sendiri misalnya melalui tindakan sedot lemak, sehingga selain didapatkan stem cell dari lemak juga sekaligus mengurangi timbunan lemak.

Stem cell juga bisa dari pendonor yang sudah dimurnikan sehingga didapatkan ekstrak set punca. Cara ini lebih praktis karena tidak membutuhkan waktu khusus untuk ekstraksi set punca. Ditambahkan oleh Yuyus, kandungan Stem cell adalah sel hidup. Sel punca merupakan paracrine factors yaitu growth factor yang diproduksi oleh stem cell. Ada banyak growth factor yang dihasilkan dan masing-masing growth factor memberikan manfaat untuk tubuh.

Proses pengerjaan stem cell dimulai dari melihat sumber stem cell-nya. Masing-masing sumber stem cell memiliki cara tersendiri untuk melakukan isolasi dan pengolahan. Tipe stem cell tertentu memerlukan bahan yang berbeda-beda. Secara umum, jika melakukan isolasi kumpulan yang diduga terdapat stem cell seperti sel mono nuclear dilakukan selama beberapa jam. Dengan isolasi stem cell dari sumbernya, kemudian dikembangbiakkan agar lebih banyak dan menjadi sel homogen yang benar-benar stem cell.

Dijelaskan oleh dr., Gloria, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan sebelum memulai treatment stem cell yaitu berkonsultasi mengenai perlu atau tidaknya melakukan terapi ini, pemilihan jenis stem cell yang digunakan dan asalnya. Konsultasi juga untuk mengetahui apakah pengerjaannya memerlukan sedot lemak kemudian diekstraksi sel punca atau langsung menggunakan ekstrak sel punca dari donor. Setelah itu, stem cell disuntikkan pada kulit yang membutuhkan.

Stem cell dapat memperbanyak diri menjadi sel tertentu sesuai kebutuhan. Oleh karena itu manfaat setelah treatment stem cell tergantung pada keadaan medis dan ada persiapan sebelum treatment. Dalam proses pengolahan stem cell harus steril dan tidak mengandung bibit penyakit infeksi. Ketika diaplikasikan pada pasien, stem cell juga harus tetap dalam keadaan steril.

Hasil dari treatment stem cell ini akan terlihat secara gradual sesuai siklus kulit. Hasilnya dapat dirasakan mulai dari seminggu pertama hingga sebulan. Untuk hasil yang maksimal tergantung dari jenis kulit dan beratnya penyakit. Sebaiknya treatment ini dilakukan oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun dan sesuai dengan penyakit yang dialami.


Treatment stem cell dapat diberikan sekali, namun bila seseorang mengalami penyakit dan membutuhkan lagi maka bisa dilakukan evaluasi setiap minggu atau bulan. Untuk peremajaan kulit, treatment bisa dilakukan sebulan sekali. Selama stem cell diperoleh dari sumber yang benar diolah dengan baik, dan ditempatkan di tempat yang steril maka treatment stem cell ini tidak ada efek sampingnya. Oleh karena itu, pilih stem cell dari manusia yang berasal dari stem cell dewasa dan hindari penggunaan stem cell yang berasal dari sel embrio. Nailul Iffah (Info Kecantikan)

0 komentar:

Post a Comment