Sunday, August 11, 2013

Trik Makan Enak Tapi Tetap langsing (Bagian 1)

Ketika di meja terhidang makanan yang super enak dan lezat, seperti kue-kue kering, kacang mede, cake hingga makanan bersantan seperti rendang dan opor ayam serta minuman cock-tail dan bersoda, rasanya sayang jika dilewatkan. Banyak yang berpikir tidak masalah menyantap semua makanan tersebut, toh tidak setiap hari mereka akan menemukan makanan istimewa tersebut, jadi tidak akan membuat gemuk. Tapi tahukah Anda, makanan enak tersebut meski ukurannya mungil akan menyumbang penumpukan lemak di dalam tubuh karena kalorinya besar, yang akhirnya membuat berat badan Anda melonjak drastis. Tetapi kalau ingin menyantap makanan-makanan enak tersebut, harus bagaimana?


Jika banyak makanan terhidang di meja, seperti pesta ataupun Hari Raya, siapa yang tidak tergiur mencicip beragam jenis makanan tersebut? Anda pun berpikir sayang kalau tidak disantap, karena belum tentu setiap hari makanan yang terhidang itu disediakan di hari-hari biasa. Bayangkan saja berbagai kue-kue kering yang manis dan gurih ”memangil-manggil” untuk segera dimakan. Belum lagi cake-cake lezat, minuman buah segar dan sirop, serta makanan-makanan berat yang bersantan yang juga akan menggoyang lidah.

Sebagai contoh ketika Lebaran tiba, karena banyaknya kue-kue enak dan makanan lezat yang tidak ditemui sehari-hari membuat Anda kalap menyantapnya, alhasil berat badan melonjak hingga 4 kg dalam beberapa hari saja. Padahal sebulan sebelumnya Ketika menjalankan ibadah puasa, berat badan Anda sempat turun 2-4 kg dalam sebulan, bila dalam sehari berpuasa Anda menurunkan sebanyak 500-1000 Kalori.

Namun menurut dr. Titi Sekarindah, SpGK, dokter Spesialis gizi klinik, jika Anda tidak bisa mengontrol makanan ketika pesta ataupun Hari Raya maka berat badan yang berhasil diturunkan dengan susah payah bisa kembali lagi, bahkan bertambah dalam beberapa minggu atau hari saja. Untuk itu, sebaiknya Anda memiliki kemauan kuat dengan tidak mudah tergoda oleh teman-teman dan saudara yang terlihat begitu menikmati makanan lezat yang berkalori tinggi.

Kalori Tinggi. Agar tidak salah menyantap makanan yang berkalori tinggi, sebaiknya Anda mengenali terlebih dulu mana makanan yang berkalori tinggi dan mana makanan yang berkalori rendah. Jika sudah mengenali makanan yang berkalori tinggi, maka Anda bisa menggantinya dengan makanan berkalori tinggi tersebut dengan makanan yang berkalori rendah. Contoh makanan yang berkalori tinggi adalah makanan yang digoreng, makanan yang mengandung margarin, makanan yang bersantan dan makanan yang manis-manis. Umumnya makanan berkalori tinggi tersebut banyak ditemui saat pesta ataupun Lebaran.

Kue-kue kering yang terhidang saat Lebaran atau pesta seperti nastar, kastengel dan putri salju sudah tentu berkalori tinggi. Pasalnya, dalam satu buah kue kering mengandung kadar lemak tinggi, seperti mentega, minyak, kacang, gula telur, keju, dan tepung. Tak percaya? Menurut dr. Titi, satu buah kastengel berkalori 40-50 kkal, putri salju 50 kkal dan nas tar sedang 60-75 kkal. Selain kue-kue kering, kue-kue manis seperti cake manis, lapis legit, pie, tart, bakpia, bika ambon, buah kaleng, serta makanan gurih seperti keripik dan potato chips.

Kacang-kacangan yang biasa terhidang di toples kalorinya juga cukup tinggi. Sebagai contoh 2 sdm kacang tanah kalorinya sekitar 75 kkal dan 20 butir kacang mede kalorinya 170 kkal. Makanan lainnya, seperti 100 gr bakpia mengandung kalori 272 kkal, 100 gr bakwan mengandung kalori 280 kkal, 100 gr bika ambon mengandung kalori 327 kkal, 100 gr cake tape mengandung Kalori 323 kkal, 100 gr kelepon mengandung kalori 215 kkal, 100 gr lapis legit mengandung Kalori 389 kkal, 100 gr empek-empek kapal selam mengandung kalori 190 kkal, apple pie mengandung kalori 300 kkal per porsi, chicken nugget mengandung kalori 275 kkal per porsi.

Begitu juga dengan minuman-minuman yang manis seperti soft drink, sirup, permen, es krim, milk shake, teh botol, es buah, es cocktail dan lain-lain yang sering terhidang di hari istimewa yang berkalori tinggi karena minuman tersebut manis. Contohnya es cocktail yang biasanya manis karena menggunakan banyak sirop, kalorinya bisa di atas 100 kkal dan milk shake mengandung kalori 350 kkal per porsi. Begitu juga makanan-makanan yang bersantan seperti opor ayam, rendang, sayur godog, sambal goreng kentang ati dan lain-lain. Untuk rendang dan opor ayam, jumlah kalorinya per potong sekitar 200 kkal.

Trik Makan Enak. Lantas bagaimana jika ingin menyantap makanan enak tersebut, tanpa harus mengalami masalah kenaikan berat badan yang drastis? Dijelaskan oleh Prof. Dr. HR. Rachmad Soegih, SpGK, SpGM (K), dokter spesialis gizi klinik, agar tidak melar ketika makan makanan enak ketika pesta atau Lebaran maka sebaiknya porsinya dikurangi setengah dari porsi normalnya. Contohnya, karena Lebaran berlangsung selama dua hari maka sebaiknya membatasi makanan kue-kue enak dan bersantan pada hari itu saja. Pada hari berikutnya, sebaiknya kembali ke pola makan normal dengan tidak makan yang tinggi Kalori. Pasalnya, jika makan saat Lebaran tidak terkontrol maka akan membuat tubuh menjadi melar. Untuk menurunkan berat badan kembali setelah Lebaran, Anda bisa menjalankan puasa Syawal selama tujuh hari.

Ditambahkan oleh dr. Titi, Anda pun harus tahu trik-triknya agar bisa makan makanan enak seperti saat Lebaran atau pesta namun tidak membuat gemuk. Yang pertama kali harus dilakukan adalah niat kuat dalam diri Anda untuk tidak menambah berat badan sehingga dengan sendirinya pola makan akan beruban dan terkendali. Salah satunya adalah ketika makan makanan berkalori tinggi seperti kue-kue sebaiknya jangan terlalu banyak misalnya hingga satu toples. Jika ingin mencicipi Anda cukup makan kue kering sebanyak empat buah sehari yang jumlah kalorinya setara dengan makan camilan. Karena itu, jika sudah makan kue kering sebaiknya tidak menyantap camilan lainnya, meski camilannya berupa buah-buahan.

Di samping itu, makanan berkalori tinggi lainnya seperti makanan bersantan dan makanan yang digoreng, sebaiknya juga dikurangi. Tidak dianjurkan makan gorengan apalagi dalam jumlah banyak, dan sebaiknya olahan gorengan diganti dengan direbus, dipanggang, dipepes atau disemur. Sementara jika ingin makan makanan yang bersantan seperti opor ayam, maka sebaiknya Anda makan ayamnya saja tanpa kulit, serta tidak memakai kuah opor yang tinggi kalori karena mengandung santan. Sementara jika ingin makan daging, maka pilih daging yang tidak berlemak dan tidak makan santannya, seperti rendang. Namun jika ingin sesekali makan makanan bersantan, sebaiknya pilih makanan yang diolah dengan santan yang encer sehingga kalorinya tidak begitu tinggi.

Begitu juga jika ingin makan ketupat atau nasi maka sebaiknya tidak terlalu banyak porsinya. Makanan lainnya seperti kerupuk juga sebaiknya dikurangi karena kerupuk yang terbuat dari tepung dan digoreng dengan minyak ini kalorinya cukup tinggi sekitar 125 kkal. Anda juga sebaiknya mengurangi makanan yang asin-asin karena makanan asin akan cenderung mengikat cairan, sehingga berat badan sulit turun. Umumnya saat Lebaran ataupun pasta, makanan sering dihangatkan sehingga hal itu menyebabkan makanan menjadi lebih asin. Kemudian jika ingin minum minuman manis seperti cocktail, jus atau es buah sebaiknya tidak terlalu manis dan tidak menggunakan banyak gula. Kalaupun ingin makan gula, sebaiknya ganti dengan gula diet yang tak kalah rasa manisnya. Dan jika ingin minum olahan susu, sebaiknya minum susu pilih susu nonfat yang tidak menggemukkan. Jika ada pilihan minuman teh tawar atau air putih, sebaiknya minum minuman sehat tersebut.


Jika kebetulan makanan enak disediakan ketika Anda berkunjung ke rumah kerabat, sebaiknya Anda pintar memilah makanan yang akan disantap. Anda tak perlu menyantap semua makanan yang terhidang Ketika berkunjung dari rumah ke rumah, tetapi Anda bisa memilih makanan khas rumah yang Anda kunjungi tersebut. Di samping itu, sebaiknya Anda juga sebaiknya menimbang badan setiap hari di saat pesta ataupun Hari Raya. Dengan menimbang badan, Anda akan termotivasi untuk tidak menambah berat badan. Dan kalaupun ternyata berat badan Anda terlihat naik, maka Anda dapat segera mengantisipasinya dengan memperbaiki pola makan dan kenaikannya juga belum terlalu signifikan. 

0 komentar:

Post a Comment