Sunday, August 25, 2013

Umbi Bunga Dahlia Dapat Mencegah Kanker Usus Besar

Kanker usus besar tak hanya bisa dicegah dengan menghindari makan daging merah olahan dan karbohidrat olahan, tetapi juga dengan mengonsumsi umbi bunga dahlia yang sudah diolah menjadi serbuk. Umbi bunga dahlia mengandung inulin tinggi yang berfungsi sebagai probiotik atau bakteri baik di saluran pencernaan dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen atau bakteri jahat penyebab kanker usus besar. Seperti apa?


Di Indonesia, kanker usus besar semakin banyak terjadi dan banyak dialami kaum hawa. Bahkan data yang dikeluarkan dari gabungan rumah sakit pemerintah di Indonesia disebutkan kanker usus besar menempati peringkat keempat terbesar di Indonesia yang menyerang kaum wanita atau 3,15 per 100 ribu penduduk. Sementara pada kaum pria menempati peringkat ketiga penyakit terbanyak yang dialami.

Karena jumlahnya cukup tinggi, para dokter mulai menggalakkan program pencegahan penyakit kanker usus besar. Salah satu metode pencegahan yang paling sering disarankan adalah dengan menghindari pola makan yang dianggap sebagai salah satu faktor pemicu terjadinya kanker usus besar, seperti menghindari konsumsi daging merah dan karbohidrat olahan seperti roti. Sebaliknya Anda dianjurkan makan 25-30 gr makanan yang berserat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan setiap hari karena dapat melancarkan sistem pencernaan.

Umbi Bunga Dahlia. Tak hanya dengan makanan, penyakit kanker usus besar juga bisa dicegah dengan konsumsi umbi bunga dahlia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), umbi bunga dahlia Kaya akan kandungan inulin, yang merupakan probiotik (bakteri baik) di saluran pencernaan. Dijelaskan oleh dr. Florentina R. Wahjuni, CQ.Phy, CHt Cl, ahli kesehatan holistik, sebagai probiotik, kandungan inulin dalam umbi bunga dahlia bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen (bakteri jahat) yang menjadi salah penyebab kanker usus besar.

Umbi dahlia mengandung 80 persen air dan 20 persen zat padat yang tersusun dari selulosa dan inulin. Karena yang diambil hanya kandungan inulin, maka tentu saja proses pengolahannya tidak sesederhana proses pengolahan biasa. Untuk mengolahnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan memasak umbi bunga dahlia Secukupnya pada suhu 80-90 derajat Celsius selama 30 menit. Setelah itu, umbi bunga dahlia tersebut diendapkan dengan menggunakan air atau etanol. Selanjutnya, umbi bunga dahlia dikeringkan terlebih dahulu sebelum digiling menjadi bubuk umbi bunga dahlia yang kaya akan kandungan inulin. Agar serbuk inulin yang dihasilkan berwarna putih bersih, sebaiknya Anda menambahkan arang aktif ke dalam serbuk inulin yang berasal dari umbi bunga dahlia tersebut.

Cara Konsumsi. Karena berfungsi sebagai probiotik di usus besar, maka serbuk inulin yang dibuat dari umbi bunga dahlia tersebut bisa hancur dan rapuh jika dikonsumsi dengan cara yang salah. Agar mekanisme kerjanya lebih maksimal di usus besar, sebaiknya serbuk inulin tersebut dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau dikonsumsi beberapa saat setelah makan.

Jika ingin mengonsumsinya bersamaan dengan makanan, Anda cukup menambahkan 1 sdm serbuk inulin dari umbi bunga dahlia tersebut ke dalam makanan. Karena makanan panas bisa menghancurkan fungsi bakteri baik di dalamnya, maka sebaiknya serbuk insulin tersebut dimakan bersamaan dengan makanan dingin seperti pudding ataupun saus apel. Jika ingin mengonsumsi setelah makan, maka serbuk umbi bunga dahlia bisa dimasukkan ke dalam kapsul dan dikonsumsi setelah makan pagi, siang atau sore hari.

Sehari cukup konsumsi serbuk umbi bunga dahlia sekali saja. Namun, agar serbuk inulin yang berasal dari serbuk umbi bunga dahlia tersebut bisa bekerja secara maksimal di dalam usus besar, serbuk inulin bisa dikonsumsi setiap hari. Namun karena pengolahannya sedikit rumit, maka serbuk inulin tersebut bisa dikonsumsi 2-3 kali dalam seminggu.

Digunakan Setelah Terbukti. Meski kandungan inulin dalam umbi bunga dahlia tergolong tinggi dan dapat mencegah kanker usus besar yang telah dibuktikan melalui penelitian, namun menurut dr. Julwan Pribadi, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam, hingga saat ini ia belum pernah mendengar tentang klaim tersebut. Karena belum terbukti, maka sebaiknya penggunaan inulin dari umbi bung dahlia tersebut dilakukan saat 'hasil penelitiannya telah final.

Lebih lanjut dr. Juiwan mengatakan, hingga saat ini standar pencegahan penyakit kanker usus besar biasanya dilakukan dengan menghindari faktor risiko terjadinya mutasi sel di usus besar. Secara teori ada beberapa faktor risiko terjadinya mutasi sel pada usus besar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli, diketahui jika konsumsi daging merah atau daging yang telah melalui berbagai proses (seperti hamburger dan sosis), makanan tinggi lemak jenuh seperti pizza, atau makanan karbohidrat . yang telah diproses (seperti roti), bisa menyebabkan kegemukan dan menjadi Salah satu faktor risiko terjadinya kanker usus besar.

Selain menghindari faktor  risiko tersebut, Anda pun dianjurkan untuk menerapkan pola makan yang mengandung serat tinggi. Makanan tersebut bisa berupa sayur-sayuran ataupun buah-buahan segar. Tak hanya itu, agar hasilnya lebih maksimal, Anda juga dianjurkan untuk rajin berolahraga seperti lari, jalan cepat, jogging, dan lain-lain. Penelitian yang dilakukan oleh para  ahli membuktikan kebiasaan  menjalani olahraga 2-3 kali dalam seminggu, dengan durasi 45-60 menit setiap latihan bisa menurunkan angka terserang kanker usus besar. Diah 


Sumber: Tabloid Info Kecantikan

0 komentar:

Post a Comment