Saturday, August 31, 2013

Kulit Cerah Berkat Kayu Cedar dan Cemara

Sebelum digandrungi wanita Jepang, terapi kayu cedar dan cemara sudah digunakan bangsawan China sebagai terapi kecantikan. Kandungan polifenol, saponin dan mangan dalam kayu cedar dan cemara dapat mengangkat sel-sel kulit mati sehingga kulit pun menjadi lebih cerah. Jika dilakukan secara rutin setiap hari maka dalam waktu tiga bulan kulit akan semakin kinclong. Benarkah?


Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia, terapi menggunakan kayu cedar (pinus) dan cemara belum begitu familier. Tetapi terapi ini sudah digunakan sejak 3.000 tahun lalu oleh bangsawan China sebagai terapi kecantikan. Kedua kayu ini diolah dengan cara direbus dengan air selama 30 menit. Selanjutnya air rebusan kayu cedar dan cemara didinginkan, dan setelah dingin airnya diminum Meminum rebusan kayu cedar dan cemara dipercaya oleh para bangsawan China dapat membuat kulit mereka menjadi bersih, lembab, lembut, dan cerah.

Masyarakat China memanfaatkan terapi kayu cedar dan cemara hingga saat ini. Melihat fakta yang ada di masyarakat, ahli Traditional Medicine China (TCM) melakukan penelitian mengenai khasiat kayu cedar yang bersifat kering dan panas, serta kayu cemara yang memiliki rasa pahit serta bersifat dingin atau sejuk. Setelah melakukan penelitian, baru penggunaan kayu cedar dan cemara semakin meluas ke berbagai negara. Bahkan saat ini terapi kayu cedar dan cemara lebih populer di Jepang  dibandingkan di China.

Sel Kulit Mati. Menurut Hendar Sutisna, herbalis, rasa pahit serta sifat panas dari kayu cedar dan sifat dingin dari kayu cemara berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, sehingga berdampak pada kulit yang menjadi cerah, bersih dan kencang. Kayu cedar dan cemara mengandung bahan-bahan yang bagus untuk kulit seperti saponin, polifenol dan mangan.

Ditambahkan Drs. Alamsyah Agus, MM, herbalis, jika kayu cedar dan cemara dioleskan pada kulit maka kandungan zat yang ada di dalamnya akan bersifat karosif yaitu mengangkat sel-sel kulit mati yang ada pada kulit. Kandungan zat polifenol, saponin dan mangan pada kayu cedar dan cemara juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki jaringan di bawah kulit. Dengan demikian kayu cedar dan cemara dapat membantu menghilangkan vlek hitam, menghaluskan kulit yang kasar, melembutkan kulit, melembabkan kulit kering, serta mencerahkan kulit yang kusam.

Namun manfaat kayu cedar dan cemara tidak akan bekerja maksimal jika terapi yang dilakukan tidak sesuai dengan jenis kulit. Pasalnya, keberhasilan suatu terapi kecantikan adalah karena sifat dari media terapi yang digunakan, serta cocok atau tidaknya media terapi tersebut dengan jenis kulit. Karena kayu cedar bersifat kering dan panas maka lebih cocok digunakan oleh mereka yang memiliki kulit berminyak. Sementara karena kayu cemara bersifat dingin atau sejuk maka cocok digunakan pada jenis kulit normal. Jika jenis kulitnya kering, maka sebaiknya mencampurkan antara kayu cedar dan kayu cemara sebagai media terapi. Perpaduan sifat panas dan dingin dari kedua kayu tersebut akan membuat kulit kering terlihat lembab, lembut dan cerah.

Kombinasi Bahan Lain. Tidak hanya harus sesuai dengan jenis kulit, tetapi terapi kayu cedar dan cemara ini sebaiknya dicampurkan dengan minyak esensial seperti minyak zaitun, minyak nilam Serta minyak aromaterapi green tea, yang berfungsi sebagai pengencer. Dengan menggunakan minyak  pengencer tersebut maka fungsi dari kayu cedar dan cemara akan bekerja maksimal karena bahan pengencer akan lebih mudah melarutkan olahan kayu cedar dan cemara. Namun, campuran bahan pengencer tidak begitu saja dicampurkan dalam hasil olahan kayu cedar dan kayu cemara. Komposisi dari kayu cedar dan kayu cemara tersebut haruslah disesuaikan dengan tipe kulit. Untuk kulit kering dan normal, digunakan 40 persen bahan (2 sdt) bahan pengencer, yang menggunakan dua jenis minyak esensial, seperti minyak zaitun, minyak nilam atau minyak green tea. Satu jenis minyak esensial masing-masing 1 sdt atau 20 persen.

Selain minyak esensial, minyak klentik atau minyak kelapa yang bersifat normal. Minyak klentik sebaiknya digunakan oleh mereka yang jenis kulitnya normal dan kering. Pasalnya, minyak klentik bersifat dingin. Sebanyak 1-2 sdt minyak klentik dicampurkan ke dalam olahan kayu cedar dan cemara.
Sebelum menjalani terapi kayu cedar dan cemara, sebaiknya Anda mengetahui tipe kulit yaitu kering, berminyak, normal atau sensitif. 

Setelah itu, Anda harus memahami riwayat alergi yang pernah Anda alami pada area kulit. Lalu sebelum menjalani terapi ini Anda harus terbebas dari luka di area kulit. Untuk menghindari efek samping seperti iritasi dan rasa gatal, maka sebelum dioleskan ke area kulit, sebaiknya campuran serbuk kayu cedar, cemara dan minyak esensial tersebut dioleskan terlebih dahulu ke area kulit tangan untuk mengetahui reaksi yang ditimbulkan dari serbuk cedar dan cemara. Jika timbul rasa gatal ketika dioleskan maka tidak dianjurkan untuk melanjutkan terapi.

Jika terapi dilakukan dengan taat, biasanya hasilnya langsung terlihat setelah menjalani 1-2 Kali terapi. Namun untuk memperoleh efek maksimal, untuk tahap awal terapi tersebut sebaiknya dilakukan dua kali sehari (sehabis mandi pagi atau mandi sore, dan menjelang tidur malam) selama dua minggu. Setelah hasilnya dirasa baik, terapi ini cukup dilakukan 2-3 kali dalam seminggu.

Meskipun hasilnya cukup cerah, namun terapi kayu cedar dan cemara tersebut tidak akan menyulap kulit Anda menjadi lebih putih. Hasil dari terapi ini akan terlihat lebih optimal saat dilakukan pada usia 25 tahun ke atas. Pasalnya, jika terapi tersebut dilakukan saat Anda masih berusia remaja ditakutkan hasilnya tidak terlalu kentara.

Bentuk Terapi. Bentuk dari terapi kayu cedar (pinus) dan kayu cemara ini pun bermacam- macam, yaitu ada yang diolah menjadi serbuk, masker dan lulur. Berikut dua bentuk terapi kayu cedar dan cemara:

Serbuk Ketika mengolah kayu cedar dan kayu cemara menjadi serbuk, ketahui dulu jenis kulit Anda. Berikutnya, ambil kayu cedar dan cemara yang sudah diolah menjadi serbuk. Komposisi banyaknya kayu cedar dan cemara, disesuaikan dengan jenis kuli. Jika kulit berminyak maka gunakan 40 persen (2 sdt) kayu cedar dan 20 persen (1 sdt) kayu cemara. Bahan itu lalu dicampurkan, lalu ditambah 20 persen (1 sdt) campuran minyak zaitun atau minyak nilam, lalu 20 persen minyak green tea.

Jika tipe kulit Anda berminyak ataupun kering, komposisi yang pas serbuk kayu cemara harus mencapai 40 persen (2 sdt), dan serbuk kayu cedar 20% (1 sdt). Setelah dicampurkan, kedua serbuk tersebut kemudian ditambahkan dengan 1 sdt minyak zaitun serta 2 sdt minyak nilam atau minyak green tea.

Setelah komposisinya sesuai, kombinasi serbuk kayu cedar, serbuk cemara dan minyak esensial tersebut lalu langsung dioleskan ke area kulit yang ingin dicerahkan. Untuk memperoleh hasil maksimal, sebaiknya terapi tersebut dilakukan setelah mandi pagi, sehabis mandi sore ataupun menjelang tidur.

Masker atau Lulur. Terapi kayu cedar dan cemara ini juga bisa dilakukan dalam bentuk masker atau lulur. Untuk mengolahnya menjadi masker atau luluran, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengambil kayu cedar dan kayu cemara secukupnya, lalu dicuci dengan air bersih dan ditumbuk. Kemudian blender kayu tersebut sampai halus. Campurkan dengan air biasa agar kental atau bisa juga dicampurkan dengan 1 sdt minyak zaitun atau madu. Setelah menjadi agak kental, barulah kayu cedar dan kayu cemara tersebut dioleskan ke area kulit wajah atau tubuh yang telah dibersihkan 5-10 menit.


Masker atau lulur kayu cedar dan cemara ini sebaiknya dilakukan rutin setiap hari menjelang tidur malam. Hasil nyata akan terlihat tiga bulan kemudian dan untuk maintenance cukup dilakukan 2-3 kali seminggu. Diah, Anita, Indri, Amrikh (Info Kecantikan)

0 komentar:

Post a Comment