Sunday, October 20, 2013

Menyusui Bagi Ibu Yang Bekerja

Memberikan ASI (air susu ibu) kepada bayi adalah hal yang sangat penting untuk perkembangan bayi Anda. Pemerintah sendiri sudah mengaturnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI eksklusif. Di dalam ASI terdapat nutrisi, sistem imun yang mencegah serangan virus pembawa penyakit. Selain itu di dalam ASI juga terdapat asam lemak tak jenuh yang sangat baik membantu perkembangan otak dan perkembangan tubuh sang anak.


Nutrisi di dalam ASI adalah asupan terlengkap untuk bayi di dalamnya sudah terdapat lemak, vitamin, gula, air, dan sebagainya, terutama ASI pertama sesaat setelah melahirkan yang berwarna kekuningan yang biasa disebut kolostrum. Kolostrum ini memiliki antibodi untuk melindungi terhadap infeksi dan alergi, sel darah putih untuk melindungi terhadap infeksi, laksatif atau pencahar untuk mencegah bayi konstipasi atau sembelit dan berbagai macam vitamin kompleks.

Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ciningham pada tahun 1991 bayi yang diberi susu formula 15-16 kali lebih sering sakit atau dirawat dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI, serta 17 kali lebih banyak terkena diare, empat kali lebih banyak terjadi kematian akibat penyakit pernapasan. Kemudian bayi yang tidak diberi ASI lebih mudah terkena alergi, terkena penyakit jantung lebih muda dan 23,5 kali lebih sering terkena peradangan saluran pencernaan (gastro entritis) yang berakibat kematian.

Nah, bila Anda bekerja dan waktu bekerjanya sangat padat maka triknya adalah Anda bisa menabung ASI terlebih dulu. Saat payudara membengkak itu adalah pertanda ASI wajib dikeluarkan meskipun saat itu sang bayi sedang tidak ingin menyusui. ASI wajib dikeluarkan untuk mencegah output ASI berkurang. Bila berada di tempat kerja, sebaiknya tetap memerah ASI setiap tiga jam, kemudian ASI disimpan dalam cooler box. ASI dapat bertahan 3-6 bulan jika disimpan dalam freezer yang terpisah dari lemari pendingin, sementara untuk freezer yang menyatu dengan lemari pendingin ASI hanya dapat bertahan selama dua minggu. Sedangkan ASI yang disimpan dalam freezer ekstra dingin dapat bertahan 6-12 bulan.

Mengenai harus berapa lama memberikan ASI, sebenarnya tidak ada batasan maksimal berapa lama ASI harus diberikan, tetapi dianjurkan sebaiknya Anda memberikan ASI sampai dua tahun karena manfaatnya bagus sekali. Setelah dua tahun maka dilihat dulu produksinya karena biasanya setelah dua tahun produksi ASI-nya sudah mulai berkurang dan selain itu melatih anak untuk lebih mandiri.

Namun untuk melatih anak mandiri tidak hanya ASI, tetapi juga tergantung dari pola pengasuhan di tiap-tiap keluarga dan budaya pengasuhan. Tahapan perkembangan anak adalah asuh, asah dan asih. Asuh membantu proses kecerdasan sejak dini karena asupan ASI. Asah yang berupa pandangan, belaian, usapan, kata-kata ibu waktu menyusui memenuhi kebutuhan awal dari pendidikan, kebutuhan stimulasi atau kebutuhan rangsangan. Asih diperlukan skin to skin contact dan inilah yang memberikan kenyaman pada sang anak.


Pola pengasuhan juga dilihat dari perkembangan anaknya juga. Ada anak yang easy going child dan slow growing child. Untuk anak yang slow growing child, sebaiknya tidak memberikan ASI melebihi usia dua tahun karena jika dilihat dari faktor negatifnya nanti si anak akan semakin terhambat perkembangan sosialnya-atau kurang bisa bergaul. Selain itu, semakin lama ASI akan semakin berkurang kandungan zat-zat yang dibutuhkan. Karena itu, setelah enam bulan diperlukan makanan pendamping ASI. Fifi (Info Kecantikan)

0 komentar:

Post a Comment