Saturday, August 2, 2014

Jus Sayur Dapat Mengatasi Varises

Aktivitas fisik yang tinggi, sering berdiri, berjalan dan mengenakan high heels membuat wanita sering terkena varises di kaki dan betis. Varises terjadi karena peredaran darah terhambat sehingga urat-urat yang berwarna kebiruan menonjol dan tampak. Akibatnya seseorang menjadi kurang percaya diri. Dengan rutin minum jus sayur yang Anda buat sendiri di rumah, masalah varises bisa teratasi. Benarkah?

Sebanyak 30-60 persen wanita dewasa berisiko mengalami varises. Bahkan wanita yang berisiko terkena varises lebih besar 2-3 kali dibandingkan pria. Pekerjaan yang menuntut berdiri atau duduk lebih lama, kurang berolahraga, ditambah asupan makanan yang tidak sehat mengundang penyakit yang biasa menyerang betis ini. Akibatnya, mengurangi kepercayaan diri, dan membatasi gaya dalam berbusana. Sebagai seorang wanita, penampilan memang menjadi hal penting. Sungguh disayangkan, ketika varises timbul dan mengganggu penampilan ketika berada di depan orang lain, terlebih jika yang dialami adalah varises, bentuk urat yang menonjol ini tidak dapat disembunyikan.

Terapi Jus. Belum banyak yang mengetahui sebenarnya sayur-sayuran seperti wortel, lobak, seledri, bayam, dan mentimun bisa digunakan untuk mengatasi varises. Jus sayur seperti bayam, mentimun, lobak, bit, wortel, dan seledri, dapat mendetoksifikasi hingga melancarkan pembuluh darah vena. Hasilnya, varises yang biasa muncul berwarna biru dan kemerahan dapat teratasi.

Nyoto Setianto, herbalis menjelaskan terapi jus merupakan salah satu cara alami yang menggunakan beberapa jenis sayur-sayuran yang dikonsumsi secara rutin dengan frekuensi waktu tertentu. Seperti wortel, bayam, seledri, bit, mentimun, dan lobak. Masing-masing sayur ini memiliki kandungan yang baik bagi kesehatan. Antara lain:

1. Wortel. Wortel memang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Sayur yang berwarna oranye ini memiliki kandungan antioksidan betakaroten, vitamin A, beragam vitamin B seperti thiamin (B1), riboflavin (B2), niacin (B3), vitamin B6, Folat (B9), Vitamin C. Salah satu dari jenis umbi ini juga kaya dengan mineral seperti kalsium, Desi, fosior, magnesium, kalium, sodium. Fungsi utama wortel mampu mendetoksifikasi kotoran di dalam organ tubuh dan darah.

2. Seledri. Dikenal sebagai sayuran penurun tekanan darah, karena kandungan yang dimilikinya seperti fionutrisi phthalide serta kalium. Phthalide menghasilkan aroma dan rasa khas pada seledri, sehingga mampu merelaksasi dinding pembuluh darah. Hasilnya, pembuluh darah akan melebar dan aliran darah dapat lebih lancar. Kalium berperan dalam menurunkan tekanan darah dengan cara menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh.

3. Bit. Merupakan jenis umbi-umbian yang sangat baik untuk kesehatan. Kandungan yang dimiliki adalah gula alami, sodium, potasium, fosfor, kalsium, magnesium, sulfur, klorin, iodine, zat besi, copper vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, dan vitamin P. Kandungan bit menyeimbangkan kadar basa dan asam pada tubuh. Berdasarkan spektrum warna merah pada bit menurut konsep pengobatan tradisional China, dikenal sangat efektif membersihkan dan menyehatkan darah serta jantung, membuang racun di ginjal dan empedu, dan melancarkan buang air besar.

4. Mentimun. Sayuran yang menyimpan banyak air ini memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, antioksidan betakaroten, alfa karoten, xeaxanthine, lutein, serta mineral kalium. Kalium yang terkandung ini memiiiki sifat diuretik ringan dan membantu menurunkan tekanan darah, kaya dengan zat cair dan serat untuk membersihkan pencernaan dan organ sekresi, mencegah diabetes, reumatik, alzheimer, dan membersihkan ginjal. Mengonsumsi mentimun secara. rutin membuat awet muda.

5. Lobak. Bentuknya mirip dengan wortel, namun warna dan isinya putih. Kandungan yang dimiliki adalah vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, niasin, minyak atsiri, kolin, serat kasar, kalsium, fosfor, zat besi dan asam oksalat. Tanaman yang memiiiki mama latin Raphanus sativus ini juga dapat mengatasi influenza, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, TBC paru-paru, asma, keracunan gas arang, singkong, dan jamur makanan. Selain itu dapat mencegah kanker, batu ginjal, pengerasan hati, luka bakar, bisul, eksim, haluskan kuiit, dan kurangi nafsu makan berlebihan.

Cara Membuat. Memproses sayur-sayuran tersebut untuk dikonsumsi sebagai jus sayuran harus dilakukan secara benar. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah pertama memilih jenis sayur dan buah organik, karena proses penanaman organik tidak menggunakan pestisida, herbisida atau fungisida Namun sayur-sayuran organik dibudidayakan dengan pupuk alami dan hayati, sehingga tetap menjaga kandungan sayur-sayuran atau buah-buahan tersebut.

Selanjutnya adalah mencuci sayur-sayuran hingga bersih dengan air yang mengalir. Jika Anda menggunakan sayur-sayuran dan buah-buahan non-organik, tambahkan cairan yang mampu menghilangkan residu pestisida. Kemudian blender sayur-sayuran dengan komposisi sesuai selera, lalu tambahkan madu sebagai penambah rasa dan minum sari patinya.

Untuk memenuhi kebutuhan penyembuhan varises, jus sayur-sayuran ini diminum setiap hari dengan takaran 200 cc per-gelas. Berikut agenda konsumsi jus sayur-sayuran tiap harinya:
- Pagi : 1 gelas jus wortel, dan 1/2 gelas jus bayam.
- Siang : 1 gelas jus wortel, seledri 1/2 gelas, dan 1/3 gelas jus bayam.
- Sore : 1 gelas jus wortel, 1/3 gelas jus bit dan mentimun.
- Malam : 1 gelas jus wortel, 1/2 gelas jus bayam, dan 1/4 gelas jus lobak.

Hasil. Untuk mencapai penyembuhan yang maksimal, pada minggu pertama konsumsi kombinasi jus sayur-sayuran ini empat kali sehari selama satu minggu. Saat memasuki minggu kedua hingga minggu kedelapan jumlah konsumsi dapat dikurangi menjadi dua kali. Setelah lebih dari dua bulan konsumsi sehari sekali. 
Masa penyembuhan varises dengan jus sayur-sayuran ini melalui tiga proses, yaitu:

1. Proses detoksifikasi di tingkat organ tubuh. Kombinasi jus sayur tersebut akan membersihkan pencernaan, lever, pankreas, serta sel-sel darah sehingga mengurangi kekentalan darah, dan memperkuat kinerja organ. Setelah proses detoksifikasi berlangsung, maka pada umumnya seseorang akan mengalami healing crisis. Pada saat ini timbul keluhan seperti ketidaknyamanan varises meningkat, hal demikian merupakan reaksi normal.

2. Penyeimbangan fungsi organ tubuh, dan sistem jaringan tubuh. Pada fase ini elastisitas pembuluh darah mulai terbentuk kembali.

3. Pada proses terakhir terjadi rejuvenasi, yaitu varises atau pelebaran pembuluh darah akan mengecil, dan dapat terlihat kembali normal. Apabila rutin mengonsumsi jus herbal ini, pada bulan pertama rasa lelah dan pegal pada kaki akan hilang, meskipun urat-urat yang menonjol belum mengecil. Setelah tiga bulan terapi, urat-urat tersebut akan berkurang dan mengecil.

Varises. Menurut dr. Grace NS Wardhana,SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin varises adalah pelebaran pembuluh darah balik. Terjadinya varises diduga karena pelebaran pembuluh darah kapiler, gangguan fungsi katup yang terdapat pada pembuluh darah vena pada permukaan kulit yang dapat dlturunkan secara genetik, serta elastisitas dinding pembuluh darah mengalaml gangguan. Kerusakan fungsi katup serta elastisitas pembuluh darah ini menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah. Akibatnya muncul kondisi garis-garis merah yang biasa muncul pada bagian betis dan tungkai kaki hingga dapat menjalar ke seluruh kaki.

Faktor risiko yang juga memudahkan terjadinya varises seperti pekerjaan yang harus berdiri atau duduk terlalu lama sehingga membuat aliran darah balik tidak lancar, kelebihan berat badan, pengaruh hormonal yang diakibatkan karena kehamilan, pubertas, menopause, atau pil KB, bertambahnya usia, genetik, atau luka yang menyebabkan kerusakan pada katup vena. Varises vena sering terjadi pada bagian betis, tungkai hingga menyebar ke seluruh kaki, bagian anorektal sering dikenal dengan ambeien, esophagus atau kerongkongan, serta varises di wajah.


Wanita memang memiliki risiko besar terserang varises. Untuk mengatasinya selain menjalani pola makan sehat yang kaya serat dan menjalani terapi jus ini, disarankan juga melakukan olahraga secara rutin untuk membangun elastisitas pembuluh darah. Jika berat badan berlebih sebaiknya juga menurunkan berat badan, meninggikan tungkai saat duduk, serta tidak duduk atau berdiri dalam jangka waktu lama. Jika hal-hal tersebut dilakukan, maka keinginan memiliki tubuh terbebas dari varises dapat diwujudkan sekaligus kesehatan tubuh lebih terjaga. Enny Khurniasari (Info Kecantikan) 

4 komentar: