Friday, November 15, 2013

Mengatasi Alergi Bahan Kimia

Ketika kulit sensitif terkena bahan-bahan kimia seperti kosmetik, bahan pengawet ataupun detergen pada sabun, akan berakibat kulit rentan iritasi, kemerahan dan muncul benjolan. Alhasil, penampilan kulit menjadi tidak bagus. Lalu bagaimana mengatasi kulit yang sensitif terhadap bahan kimia?
Terkadang seseorang tidak menyadari kulitnya sensitif sebelum ia terkena bahan kimia tertentu seperti kosmetik, pengawet, detergen, sengatan binatang, debu, makanan dan lain-lain_ Biasanya pada orang-orang dengan kulit sensitif, ketika terkena bahan kimia tersebut akan mengalami reaksi seperti iritasi, kemerahan serta benjolan atau bentol-bentol merah. Ini yang disebut alergi atau hipersensitivitas tipe I. Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh, yaitu tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang immunogenic atau antigenic. Alergi ini disebut juga dengan atopik yaitu keadaan kulit yang bereaksi terhadap lingkungan atau bahan yang dianggap berbahaya atau asing. Sementara bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitif disebut allergen.

Dijelaskan oleh dr. Adelina Veronica, dokter kecantikan, ketika tubuh bereaksi berlebihan terhadap suatu zat seperti detergen dan kosmetik yang merupakan, allergen, maka sistem kekebalan tubuh mencoba melindungi tubuh dari allergen dan memaksa tubuh untuk memproduksi antibodi. Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda, karena itu alergi yang dialami setiap orang berbeda-beda. Penyebab alergi juga berbeda-beda tergantung pada faktor kekebalan di dalam tubuh. Jika alergi sudah parah, maka bisa timbul pembengkakan seperti biduran. Pembengkakan terjadi karena masuknya aliran darah yang merangsang antibodi yang melawan alergi tersebut.

Kosmetik. Bahan-bahan yang terkandung di dalam kosmetik bisa menyebabkan timbul alergi pada orang-orang yang kulitnya sensitif. Dijelaskan oleh dr. Adiana Murniati, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin, umumnya seseorang menjadi alergi karena bahan kosmetik yang mengandung bahan asam dari wax dan minyak, serta bahan pengawet atau antiseptik.

Umumnya kosmetik terdiri atas bahan-bahan yang mengandung wax dan minyak, pengawet atau antiseptik agar produk kosmetik tersebut tidak tumbuh jamur. Karena, pada bahan-bahan tersebut terdapat bakteri dan antioksidan agar tidak mengubah warna, pewarna dan pengharum. Biasanya kosmetik yang mengandung bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan alergi jika seseorang memiliki kulit sensitif. Jika menyebabkan alergi, maka sebaiknya penggunaan kosmetik tersebut dihentikan.

Ditambahkan oleh dr. Adelina, produk kecantikan seperti antiaging dapat menyebabkan alergi jika digunakan dalam jumlah banyak. Karena itu, penggunaan krim antiaging tidak perlu terlalu banyak dan cukup 15 menit pada kulit, setelah itu krim dihapus. Jika kulit yang sensitif menggunakan krim-krim tersebut terlalu lama, terutama pada musim panas ataupun dingin, maka kulit akan menjadi kering. Karena itulah, mereka yang kulitnya sensitif dianjurkan untuk menggunakan produk yang berbahan hipoalergenik atau bahan-bahan yang tidak menyebabkan alergi atau iritasi, serta warnanya tidak mencolok dan wangi tidak terlalu harum.

Detergen. Selain kosmetik, bahan kimia lain seperti deterjen juga bisa menyebabkan alergi pada kulit. Apalagi Ketika kulit bersentuhan langsung dengan detergen. Seseorang yang kulitnya sensitif bisa mengalami alergi terhadap detergen karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya menjadi iritan pada kulit. Umumnya bahan kimia yang menjadi iritan adalah pewarna, pewangi dan pemutih. Bahan-bahan tersebut biasanya masih menempel pada kain atau busana yang sudah dicuci, dan hal tersebut masih dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit.

Gejala alergi bisa langsung muncul begitu kulit terkena deterjen, tetapi ada pula orang yang mengalami alergi setelah 2-3 hari. Alergi karena detergen timbul gatal-gatal atau kemerahan, setelah itu kulit akan mengalami iritasi dan setelah beberapa waktu kulit akan menjadi kering dan bersisik. Jika kondisi alergi deterjen terjadi terus-menerus maka bisa menyebabkan kemerahan dan-ruam.

Mencegah alergi karena detergen, seperti halnya penggunaan kosmetik, sebaiknya memilih detergen dengan kandungan bahan-bahan yang hipoalergenik, yang cocok untuk kulit sensitif. Bahan-bahan yang hipoalergenik akan memberikan perlindungan pada kulit sehingga kulit menjadi lembab. Selain itu, ditambahkan oleh dr. Adelina, sebaiknya tidak menggunakan detergen yang mengandung wewangian yang terlalu menyengat dan berwarna. Sebelumnya ketahui dulu detergen apa yang menyebabkan alergi dan sebaiknya hentikan penggunaan detergen itu. Selain itu, jika diketahui alergi karena detergen maka sebaiknya ketika mencuci baju menggunakan sarung tangan hingga siku, sehingga busa pada detergen tidak langsung kontak dengan kulit.

Mengatasi Alergi. Jika karena penggunaan kosmetik ataupun terkena detergen menimbulkan kemerahan, gatal ataupun bengkak, sebaiknya minum vitamin, obat topikal yang mengandung alergi atau antinistamin yang mengandung hydrocortisone. Selain itu, bisa diberikan obat minum seperti CTM, Insidal, Betasone dan Metal Prelisolone. Biasanya vitamin diminum sehari sekali, sementara obat steroid diminum dua kali sehari. Setelah sembuh, sebaiknya Anda tetap merawat kulit dengan rutin mengoleskan pelembab atau moisturizer agar kulit kembali lembab.

Iritasi atau alergi ringan biasanya akan sembuh dalam dua hari pengobatan dan perawatan kulit. Tetapi sebaiknya Anda menghindari pemicu terjadinya alergi dan segera diobati jika terjadi alergi. Jika alergi sampai menimbulkan bengkak, pengobatannya tidak seperti pada iritasi ringan dengan salep, tetapi pengobatan yang lebih kuat. Hasil yang lebih cepat biasanya dengan treatment suntik.

Namun, yang harus diingat, suntikan bisa berbahaya karena langsung masuk ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan efeknya luas. Seperti terjadi shock anafilatik, yaitu jenis alergi karena pemberian obat melalui pembuluh darah yang masuk melalui suntikan. Akibatnya seseorang akan mengalami penurunan kesadaran dan tekanan darah menurun, serta pembuluh darah melebar. Tetapi kasus ini jarang terjadi di dunia kecantikan.

Sementara lama waktu penyembuhan alergi itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan alergi. Alergi yang timbul hingga kemerahan, bisa dihilangkan dalam dua hari, tetapi jika sampai melepuh, proses penyembuhannya sekitar satu bulan.

Kulit Kering. Selain pengobatan alergi dengan cara-cara tersebut, karena biasanya kulit sensitif juga mengalami masalah kulit kering yang rentan terkena iritasi atau alergi maka sebaiknya rutin melakukan perawatan kulit. Karena lapisan lemak pada permukaan kulit lebih sedikit, padahal lapisan lemak dapat melindungi kulit bagian bawah. Jika lemaknya sedikit maka tentu tidak akan bisa melindungi kulit dari bahan-bahan yang kuat.

Sebaiknya menggunakan sabun dengan pH yang mendekati pH kulit, serta mengandung bahan yang dapat melembabkan kulit 4,5 - 5 persen. Jika sabun yang digunakan memiliki busa yang banyak berarti akan membuang lapisan lemak pada kulit sehingga kulit menjadi bertambah kering. Untuk itu, sebelum memilih sabun sebaiknya ketahui dulu jenis kulit, dan pilih sabun yang bahannya tidak membuat kulit Anda alergi ataupun kering.

Di samping itu, sebaiknya Anda juga mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak vitamin A, C dan E agar kulit tidak kering dan tidak mudah alergi. Pilih yang bukan vitamin tunggal, karena jika dosisnya terlalu besar, yang   tidak terpakai tubuh akan dibuang oleh   ginjal. Karena itu dianjurkan untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin A, C, dan E serta antioksidan. Suciati (Info Kecantikan)

0 komentar:

Post a Comment