Sunday, October 21, 2012

Susu Tinggi Kalsium Mengerem Perusakan Tulang


Kalsium merupakan mineral esensial untuk menyehatkan tulang, gigi, dan berbagai fungsi tubuh. Susu memang bukan satu-satunya sumber kalsium, namun kalsium susu termasuk lebih mudah diserap tubuh. Rutin mengonsumsi susu atau olahannya seperti keju dan yoghurt, sangat membantu pembentukan kepadatan tulang yang optimal.

Dari segelas susu ukuran sekitar 250 ml terkandung 300 mg kalsium.
Jika tubuh memerlukan 1.000-1.200 mg kalsium setiap hari, berarti setidaknya kita mesti mengonsumsi 1 liter susu per hari. Itupun hanya 30 persen kaisium yang diserap tubuh pada setiap asupan.

“Tetapi, kita bisa mendapat kalsium dari sumber lain juga seperti ikan dan kacang-kacangan," ungkap DR. Dr. Fiastuti Widjaksono, Sp.GK,MSc, MS, dokter spesialis gizi klinis dari FKUI.

Pelepasan Mineral Turun
Kalau hanya dari susu, bisa jadi orang Indonesia sangat kekurangan kalsium. Pasalnya, konsumsi susu orang Indonesia sangat sedikit, yaitu 11,48 kg per kapita per tahun, menu- rut data statistik FAO 2007. Padahal, riset membuktikan bahwa konsumsi susu yang diperkaya kalsium dan vitamin D dapat meminimalisasi perusakan tulang sehingga risiko osteoporosis juga menurun.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Massey University, St. Thomas Hospital-UK, dan Fonterra Brands Ltd, dengan responden 82 orang perempuan pramenopause (usia 20-35 tahun), dan penelitian kedua oleh Massey University, Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, serta Fonterra Brands Ltd., terhadap 60 orang perempuan Indonesia dan 60 orang perempuan Filipina, dengan usia rata-rata 60 tahun (pasca menopause).

Hasil riset yang dimuat dalam jurnal ilmiah Bone itu menunjukkan bahwa perempuan pramenopause yang diberi susu yang difortifikasi kalsium 1.000 mg selama dua minggu, mengalami penurunan kadar plasma CTX (C-telopeptida) dalam darah. Penurunan CTX hingga 34 persen terjadi pada perempuan pasca menopause yang juga diberi susu tinggi kalsium dengan tambahan kalsium 1.200 mg.

CTX merupakan penanda pelepasan mineral tulang ke dalam darah. Menurunnya kadar CTX berarti juga berkurangnya perusakan tulang, dan risiko osteoporosis pun lebih rendah.

”Melihat manfaat itu jangan takut lagi minum susu. Kita bisa memilih susu tinggi kalsium yang rendah kadar gula dan lemaknya. lkuti dengan pola hidup sehat yang lain, supaya tidak gemuk,"ujar DR. Fiastuti.

Kondisi hiperkalsemia (kelebihan kalsium) yang bisa menyebabkan gejala seperti mual dan muntah, menurutnya, sangat jarang terjadi. 

Jalan Cepat
Memasukkan susu ke dalam pola makan gizi seimbang tentu belum cukup. Kebiasaan sehat ini harus disertai perilaku sehat lainnya, untuk mencegah osteoporosis. Konsumsi kafein dan soda mesti dibatasi.

”Minum kopi masih boleh, tetapi jangan lebih dari 2-3 cangkir per hari,” katanya. Olah raga, menurut International Osteoporosis Foundation, sangat penting untuk mencegah maupun memperlambat perburukan penyakit osteoporosis, IOF menganjurkan olah raga teratur lebih dari 3 hari per minggu.

Olah raga seperti jalan cepat, jika dilakukan teratur, akan memperbaiki kepadatan tulang dan mobilitas. 
Pada orang muda, olah raga ini dapat meningkatkan kepadatan tulang 2-8 persen, dan juga sangat bermanfaat bagi perempuan pramenopause maupun orang tua.

Olah raga khusus untuk menguatkan tulang belakang dapat membantu mencegah terjadinya fraktur serta memperbaiki postur dan mengurangi risiko bungkuk, bahkan pada mereka yang sudah osteoporosis. Sementara latihan untuk meningkat- kan konsentrasi, keseimbangan, dan kekuatan, seperti yoga dan taichi, sangat baik untuk mengurangi risiko jatuh. Kita tahu bahwa jatuh bisa berujung pada patah tulang.

Upaya yang juga penting untuk mencegah osteoporosis, yaitu rajin memeriksakan kepadatan tulang, agar bisa diambil tindakan sedini mungkin jika diketahui ada tanda kepadatan mineral tulang menurun.
Sumber: Tabloid Gaya Hidup Sehat

0 komentar:

Post a Comment