Monday, October 15, 2012

Empeng Bayi Dan Perkembangan Emosi

Sekilas, benda tersebut sama sekali tidak berbahaya. Apalagi jika dilihat dari istilah bahasa Inggris, pacifer, yang punya arti lain, yakni pembawa perdamaian. Namun, bukan demikian temuan para peneliti di University of Wisconsin-Madison. Menurut para peneliti, penggunaan empeng bayi akan membahayakan perkembangan emosi bayi, terutama bayi laki-laki.
Setiap kali empeng dimasukkan ke dalam mulut sang bayi, setiap kali itu pula terjadi penghentian eksperimen bayi dalam menggunakan ekspresi wajah untuk menunjukkan apa yang mereka inginkan.


Para ahli telah melakukan tiga penyelidikan terpisah tentang bahaya penggunaan empeng bayi terhadap perkembangan emosinya. Namun, penelitian tersebut adalah yang pertama kalinya menghubungkan empeng bayi dengan pengaruh psikologis, dan laporannya sudah dimuat dalam Medical News Today.

Bayi belajar mengekspresikan emosi melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan gerak. Nah, empeng justru menghindarkan bayi untuk melakukan semuanya.

“Orangtua dapat berbicara dengan bayinya, meski awalnya bayi tidak mengerti arti kata-kata. Karena itulah mereka berkomunikasi melalui nada suara dan ekspresi wajah orangtuanya,” kata Paula Niedenthal, ketua peneliti, seperti dikutip The Inquisitr Online.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa mahasiswa (laki-laki), yang dilaporkan menggunakan empeng ketika bayi, memiliki skor lebih rendah ketika diuji kepandaian emosi, dibandingkan dengan yang tidak memakainya. Anehnya, bayi perempuan justru tidak terpengaruh oleh penggunaan empeng bayi, dan tim peneliti tidak atau belum mengetahui sebabnya.

Hanya saja, respon orangtua kebanyakan negatif.  Niedenthal mengatakan, hasil penelitian tersebut seharusnya ditanggapi dengan lebih serius, Lebih jauh, tim peneliti menyebutkan empeng sebenarnya tidak berbahaya asalkan diaplikasikan pada waktu yang tepat. Paling tepat di malam  hari, ketika bayi sedang tidur. Pada saat itu, bayi tidak meniru dan mengobservasi ekspresi wajah orangtuanya.  


Sumber: Tabloid Gaya Hidup Sehat

0 komentar:

Post a Comment