Tuesday, December 18, 2012

Menyulap Wajah Menjadi Lebih Tirus (Part 2)


3.Siluet Soft

Treatment terbaru untuk meniruskan wajah adalah siluet soft yang menggunakan teknologi dari Amerika. Treatment sebelumnya adalah siluet lift yang memasukkan benang ke dalam wajah agar wajah menjadi lebih kencang dan tirus. Dijelaskan oleh dr. Teguh Tanuwidjaja, M.Biomed (AAM), dokter spesialis biomedik bidang antiaging yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Dokter Estetik Seluruh Indonesia (Perdesti).
Prinsip kerja siluet soft adalah melakukan traksi atau tarikan, berupa benang polipropilene yang dilengkapi dengan cone (sejenis segi tiga dengan ujung runcing dan dasar lebar).

Manfaat siluet soft adalah melakukan tarikan-tarikan di daerah-daerah kulit yang sudah kendur seperti pipi, alis, lengan, payudara dan bokong, mengecilkan cuping hidung; mengatasi stretch mark serta membuat pipi tirus. Siluet soft juga bagus untuk kesehatan yaitu dapat melebarkan lubang hidung yang terlalu sempit sehingga menyebabkan sesak napas. Manfaat siluet soft sudah berdasarkan evidence base dari penelitian di luar negeri. Siluet soft termasuk aman karena sudah terdaftar dalam FDA di Amerika, CeMAP di Eropa dan Depkes RI.

Sebelum adanya teknologi siluet soft, lebih dulu keluar teknologi siluet lift (thread lift, Aptos lift) yang menggunakan minimal invasif atau ada sayatan sedikit di daerah yang akan diperbaiki. Berbeda halnya dengan teknologi sebelumnya, dalam treatment siluet soft sama sekali tidak ada sayatan (totally non-invasive). Karena tidak ada sayatan maka benang dimasukkan dengan cara menggunakan jarum. Siluet soft terdiri atas dua jarum yang berlawanan arah (bidirectional) dan di pangkal kedua jarum ini terdapat empat cone yang berlawanan arah. Ketika jarum dimasukkan ke jaringan lunak di bawah kulit dengan teknik yang khusus maka akan mengait dan menarik jaringan lunak di bawah kulit sehingga tarikannya akan kuat.

Di samping itu, dalam teknologi sebelumnya seperti thread lift benang yang digunakan mengandung pengait yang berbentuk duri yang dimasukkan ke dalam tubuh, di bawah kulit, untuk menstimulasi pembentukan kolagen. Meski hasilnya terlihat, namun benang berduri ini masih dianggap lemah karena terlalu fleksibel dan kekuatan tarikannya tidak sekuat teknologi baru yang menggunakan cone.

Sementara itu siluet soft dengan cone-nya memiliki tarikan yang lebih kuat karena bidirectional. Meski tidak ada sayatan sebelum pengerjaan dilakukan anestesi lokal agar saat kulit disuntik dan dimasukkan benang tidak terasa nyeri. Untuk membuat pipi tirus dibutuhkan 1-3 benang dan setelah pemasangan tidak terlihat bekas luka karena tidak adanya sayatan. Hasilnya dapat bertahan hingga 18 bulan.

Proses penyembuhan akan terjadi selama lima hari dan selama kurang lebih satu minggu cone-nya akan terlihat, tetapi dalam waktu 1-5 minggu akan hilang dengan sendirinya karena kemampuan dari cone untuk beradaptasi dan diserap melalui reaksi tubuh, Setelah 4-6 minggu akan terjadi proses kolagenasi, sehingga pada masa-masa itu sebaiknya tidak melakukan kegiatan berlebihan didaerah kulit wajah yang dimasukkan benang seperti massage yang berlebihan atau tidur tengkurap.

Meski benang dimasukkan ke dalam tubuh namun treatment ini aman karena sudah melalui berbagai uji seperti uji toksisitas, uji alergi, uji keganasan dan uji keamanan. Namun efek samping seperti terjadinya hematoma dan infeksi bisa saja terjadi jika prosedur yang dilakukan tidak tepat dan setelah pemasangan benang banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang menyebabkan terjadinya infeksi.

4. Botox dan Filler
Salah satu treatment tanpa operasi yang cukup populer untuk meniruskan wajah adalah botox. Dijelaskan oleh dr. Abraham Arimuko, SpKK, MARS, dokter spesialis kulit dan kelamin, botox atau botulinum toxin adalah bahan untuk merelaksasi otot-otot wajah. Jika otot tidak relaks, maka otot akan menarik kulit sehingga mengerut. Tak hanya untuk mengurangi kerutan dan mengencangkan kulit, belakangan botox juga dipakai untuk membentuk bagian tubuh, termasuk meniruskan wajah dan mengecilkan dagu.

Treatment botox diawali dengan anestesi menggunakan krim selama 3/4 jam atau 45 menit agar tidak sakit ketika disuntik botox. Setelah disuntikkan di bagian tertentu seperti dahi, pipi, otot sekitar mata menjadi lebih relaks. Hasil dari treatment botox akan terlihat setelah seminggu treatment, sementara hasil dari treatment filler dapat terlihat dalam sekali treatment. Setelah disuntik botox, daerah yang disuntik sebaiknya tidak digosok-gosok agar obat yang disuntikkan tidak pindah ke bagian yang lain.

Hasil dari suntik botox tidak permanen, karena itu treatment ini bisa diulang setiap lima hingga enam bulan sekali. Jika suntikan tidak dilakukan lagi maka efek dari botox akan hilang dan kondisi kulit akan kembali seperti semula. Treatment botox ini tergolong aman asalkan dilakukan oleh ahlinya. Efek samping yang mungkin terjadi adalah kelopak mata jatuh.

Selain botox treatment filler juga banyak dilakukan untuk membuat tampilan wajah yang lebih menarik karena dapat memperbaiki kontur wajah. Berbeda halnya dengan botox, filler berfungsi untuk mengisi volume kulit, misalnya untuk pipi yang terlalu cekung sehingga terlihat lebih berisi dan terbentuk tirus, serta dapat digunakan untuk memancungkan hidung dan menghilangkan kerutan. Berbeda dengan botox yang hasilnya terlihat dalam waktu seminggu, sekali treatment filler hasilnya dapat terlihat. Meski treatment filler ini aman, tetapi dapat menimbulkan efek samping seperti benjol-benjol pada kulit, terutama jika suntik filler yang dilakukan oleh orang yang tidak profesional.

5. RF Monopolar 100
Radio frekuensi juga cukup populer digunakan untuk meniruskan wajah, salah satunya adalah RF Monopolar 100. Treatment dengan RF diawali dengan penggunaan krim khusus agar saat pengerjaan dengan radio frekuensi tidak terasa panas. Sesudah itu lempeng dari alat RF ditempelkan pada wajah dengan suhu tertentu, lalu ditarik ke atas pipi dari bagian pipi yang menggelambir ataupun pipi chubby.

Treatment berlangsung selama kurang lebih 30 menit, yaitu dengan pengerjaan 15 menit untuk pipi kanan dan 15 menit untuk pipi kiri. Selama pengerjaan tidak akan terasa panas, tetapi hanya hangat pada wajah. Hasil dari radio frekuensi akan terlihat semakin bagus setelah enam kali treatment yang dilakukan seminggu sekali. Jika sudah mendapatkan hasil yang bagus, treatment bisa dilakukan 3-4 minggu sekali.

Jika dikerjakan dengan benar maka tidak ada efek samping dari RE Bahkan setelah melakukan treatment RF Anda dapat memakai make up. Meski tidak ada efek samping, sebaiknya treatment RF tidak dilakukan jika wajah memiliki masalah jerawat parah, memiliki riwayat penyakit jantung dan kanker, serta sedang hamil.  

0 komentar:

Post a Comment