Monday, December 24, 2012

Awet Muda Berkat Terapi Air


Air memiliki manfaat besar sebagai sumber kehidupan. Tak heran jika pakar kesehatan memanfaatkan air sebagai media terapi kesehatan dan kecantikan kulit. Kandungan mineral di dalam air yang tinggi dapat membersihkan kotoran dan racun yang menumpuk di dalam tubuh. Jika racun-racun keluar maka kulit akan lebih lembab, cerah dan awet muda. Seperti apa?


Sejak zaman Nabi, air yang menempati 80 persen tubuh manusia telah banyak dimanfaatkan sebagai salah satu media terapi yang bermanfaat menyembuhkan beragam penyakit seperti demam, flu, tekanan darah tinggi, asam lambung, susah buang air besar hingga penyakit TBC. Terapi ini dilakukan dengan memanfaatkan kandungan mineral di dalam air untuk membunuh segala kuman dan racun yang menjadi sumber penyakit. Meskipun hasilnya tidak langsung kelihatan, tapi seiring perjalanan waktu, hilangnya racun dan kuman dari tubuh berangsur-angsur membuat tubuh menjadi lebih bugar dan sehat. Selain itu, terapi air juga mampu meningkatkan fleksibilitas atau kelenturan otot sehingga bisa mengoreksi postur tubuh menjadi lebih baik.

Struktur dan Fungsi Kulit.
Selain untuk kesehatan, terapi air ternyata juga bermanfaat bagi kecantikan kulit. Hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli kesehatan menunjukkan minum tiga liter air putih sehari dapat membuat kulit seseorang yang tadinya kering dan keriput, berubah menjadi lebih lembab dan kenyal. Para peneliti kemudian meneliti hubungan antara air putih dengan kecantikan kulit.

Dari penelitian selanjutnya diperoleh hasil, kandungan mineral di dalam air putih mampu melindungi kulit dari luar, melembabkan kulit, menyehatkan kulit, mengatur Struktur dan fungsi kulit, mengeluarkan ion-ion negatif, serta menetralkan racun dan menyerap oksigen ke dalam sel-sel dan jaringan. Di samping itu, dengan minum 2-3 liter air putih dalam sehari akan terhindar dari masalah darah kental yang mengganggu perjalanan oksigen dan zat-zat makanan di dalam tubuh. Hal tersebut tentu akan membuat struktur jaringan kulit menjadi lebih baik.

Air putih juga sangat dibutuhkan dalam proses metabolisrne tubuh manusia, serta memiliki peranan besar untuk membantu proses pencernaan dan kerja ginjal. Setelah proses ini, kotoran dari proses metabolisme tubuh tersebut akan dikeluarkan melalui urin dan keringat. Meskipun tidak berimbas secara langsung, namun keluarnya kotoran ini tentu saja akan membuat struktur jaringan kulit menjadi lebih baik. Karena itu tak heran, mereka yang rajin minum air putih akan memiliki kulit yang lembab, cerah, bebas dari jerawat dan lebih awet muda dibandingkan mereka yang sedikit minum air putih.

Menurut Soetresno M. RM, terapis, praktisi herbal dan Ketua ASPETRI (Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia) cabang Bekasi, jika dilihat dari luar air putih yang dikonsumsi tubuh manusia berfungsi membersihkan kotoran (udara yang bercampur dengan debu) yang menempel pada kulit. Tanpa adanya air putih, proses regenerasi kulit yang berlangsung setiap tiga bulan sekali tidak akan berjalan baik. Pasalnya, tanpa adanya air putih maka kotoran dan debu yang menempel dikulit akan tetap menempel dan menghalangi terjadinya proses regenerasi kulit. Alhasil, kulit pun akan terlihat lebih kering, kusam, dan kasar.

Bentuk Terapi. Ada dua bentuk terapi air yang bisa Anda lakukan, yaitu terapi air yang dilakukan dengan meminum secara langsung dan terapi air yang dilakukan dengan pembersihan usus besar alias kolon. Sebelum menjalani terapi ini, Anda juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kondisi tubuh agar terapis dapat memberikan metode terapi air putih yang paling pas bagi Anda.

Agar hasilnya lebih maksimal, setelah terapi, Anda dianjurkan untuk melakukan latihan ringan seperti stretching sebanyak dua kali satu minggu. Selain itu, Anda pun dianjurkan untuk menjaga pola makan atau tetap minum air seperti yang dilakukan saat terapi. Secara umum, terapi air relatif aman dilakukan pada segala usia. Hanya pada terapi ini tidak terlalu dianjurkan bagi penderita gagal ginjal ataupun pada ibu hamil trimester pertama dan ketiga.

Berikut dua bentuk terapi air yang bisa Anda praktikkan untuk mempercantik kulit, yaitu:

1. Minum Dua Liter Sehari
Terapi air yang dilakukan dengan minum air putih secara langsung merupakan bentuk terapi air yang paling mudah dipraktikkan di rumah. Ketika diminum secara langsung, kandungan mineral yang terdapat dalam air mampu membersihkan dan membuang toksin atau racun dari dalam tubuh, mendetoksifikasi sistem saraf, mempercepat regenerasi sel, melembabkan, mencerahkan, menghaluskan, mengatasi jerawat, vlek-vlek, menyuburkan rambut, menghilangkan ketombe, keriput dan menormalkan berat badan.

Meskipun memiliki beragam manfaat, namun menurut lr. Edwina Rahmayanti, MBA, pakar herbal, untuk memperoleh efek maksimal dari terapi air putih ini, sebaiknya minum air putih yang bersih dan tidak berkaporit, Bahkan walaupun air yang digunakan untuk terapi tersebut berasal dari PDAM, Anda tetap dianjurkan untuk memasaknya hingga benar-benar mendidih untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang terdapat dalam air tersebut.

Selain itu, jika Anda ingin memperoleh kecantikan yang sempurna sebaiknya sebelum diminum air putih telah didiamkan selama semalaman. Alasannya agar ampas dari air putih tersebut akan turun ke dasar permukaan sehingga menghasilkan air putih yang benar-benar murni. Agar sisa-sisa ampas yang tertinggal di dasar air tidak ikut dikonsumsi, Anda cukup meminum tiga perempat bagian saja.

Tak hanya itu, untuk memperoleh efek yang lebih bagus, sebaiknya minum air putih sebanyak 8-10 gelas isi 200 ml per hari. Alasannya, tubuh selalu mengeluarkan air seni sebanyak 1 liter per hari, dan keringat serta saluran napas yang terbuang pun jika dikalkulasi mencapai 1 liter setiap hari, karena itu setiap hari harus minum minimal 2 liter. Apalagi jika aktivitas Anda banyak mengeluarkan keringat sebaiknya minum air putih diperbanyak, bisa tiga liter sehari. Untuk memperoleh efek maksimal, tentu saja air putih tidak bisa diminum dalam sekali waktu. Denny M. Ramdhan, herbalis menyarankan Anda untuk pintar dalam mengatur waktu minum air putih agar hasilnya efektif. Setelah bangun tidur Anda dianjurkan untuk minum dua gelas air hangat untuk membantu proses detoksifikasi atau membuang racun-racun yang ada di dalam tubuh. Agar hasilnya lebih maksimal, sebaiknya tidak makan atau minum apapun sampai Anda buang air kecil ataupun buang air besar.

Selain itu, air putih sebaiknya juga diminum dua jam sebelum makan siang atau makan malam dan dua jam setelah makan siang atau makan malam, antara waktu sarapan pagi hingga setelah makan siang dan makan malam. Agar konsumsi air putih ini tidak mengganggu kualitas tidur, dua jam sebelum tidur malam Anda tidak dianjurkan untuk banyak minum air putih agar tidak sering bolak-balik buang air kecil.

2. Terapi Air pada Kolon
Sesuai dengan namanya terapi air pada kolon adalah terapi air yang berfungsi membersihkan kolon atau usus besar. Pada dasarnya kolon adalah tong sampah yang ada pada tubuh manusia. Di dalam kolon terjadi akumulasi toksin atau racun yang berasal dari pembusukan sisa makanan yang akhirnya menjadi kerak pada dinding usus. Toksin dari kolon tadi bercampur dengan darah kemudian masuk ke dalam liver yang merupakan pusat metabolisme. Jika toksin sudah menyebar ke fungsi organ tubuh dalam jumlah besar maka akan menimbulkan berbagai penyakit dan merusak kecantikan kulit seperti kanker, jantung, paru-paru, vitalitas, hingga masuknya toksin yang memicu penuaan dini.

Terapi kolon dengan media air ini bisa dilakukan oleh siapa pun tanpa batasan usia, bahkan belum lama ini ada balita yang diterapi karena mengalami gangguan pencernaan. Pada ibu hamil, terapi ini sebaiknya dilakukan pada saat kehamilan memasuki trimester kedua dan tidak dianjurkan dilakukan pada trimester pertama dan ketiga.

Untuk melakukan treatment ini serangkaian proses harus dilakukan, dimulai dengan konsultasi yang meliputi data lengkap keluhan yang dirasakan, termasuk penelusuran pola makan. Setelah tahapan konsultasi, dilakukan program di bawah alam sadar atau yang dikenal dengan sebutan mind cleansing. Setelah itu baru dilakukan pembersihan kolon.

Tahapan pembersihan kolon berlangsung selama 30 menit, yang diawali dengan memasukkan selang plastik berukuran kecil ke dalam lubang anus. Panjang selang yang masuk sekitar 5 cm. Setelah itu air dimasukkan untuk merangsang proses pembersihan toksin. Proses ini berlangsung kurang lebih 30 menit.

Untuk maintenance setelah treatment, Anda sebaiknya melakukan relaksasi agar pikiran menjadi jernih. Dengan pikiran yang sehat maka tubuh juga menjadi sehat. Selain itu sebaiknya melakukan olahraga seperti jalan kaki, jogging dan perenggangan agar terjadi proses pembakaran lemak menjadi energi. Sebaiknya juga menjaga pola makan, karena apa yang kita makan adalah bumerang bagi tubuh.

Satu kali terapi biayanya sekitar Rp 400 ribu, tergantung dari kondisi pasien dan riwayat penyakit, dan dianjurkan mengambil program paket setiap hari selama tujuh hari dengan biaya Rp 4-5 juta. Biaya ini sudah termasuk biaya nutrisi untuk di rumah seperti suplemen. (IK)  

0 komentar:

Post a Comment