Showing posts with label Kesehatan Ibu dan Anak. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Ibu dan Anak. Show all posts

Monday, December 8, 2014

Investasi Jangka Panjang (Ayah Masa Kini)

Ikatan yang ada di antara seorang anak dengan ayahnya memerlukan kerja keras tak hanya dari sang ayah. Juga dibutuhkan peran ibu yang senantiasa mengingatkan dan mendekatkan hubungan antara anak dengan ayah.

Masih tertanam kuat hingga kini bahwa mengurus anak merupakan tugas ibu, sedangkan tugas ayah mencari nafkah. Di era yang sudah modern, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, ibu juga turut mencari nafkah. Namun, di balik itu semua, peran ibu tetap memegang peran utama dalam hal mengurus anak.
Investasi Jangka Panjang (ayah masa kini)

Hal tersebut disampaikan oleh Psikolog Rustika Thamrin, S.Psi., sebagai sesuatu yang kurang fair. Sejatinya kedua orang tua seharusnya mengasuh anak bersama untuk melengkapi peran mereka masing-masing.


Pun jika ayah sibuk bekerja, ayah juga harus tetap menjalin kedekatan dengan anak. Rustika menyampaikan sebaiknya proses mendekatkan diri dengan anak ini dimulai sedini mungkin, terutama di masa-masa emas anak, yakni usia 0-3 tahun.

"Usia 0-1 tahun adalah masa-masa di mana anak pertama kali mengenal sentuhan yang akan dirasakan dan direkam oleh anak. Antara sentuhan ayah dan ibu yang berbeda juga akan diingat anak,” jelas Psikolog dari Rustika Thamrin & Associates ini.

Sisi feminin ibu yang sentuhannya dirasa sangat lembut, lebih banyak bicara atau kata-kata yang diucapkan dan detail namun tetap memberikan harmoni agar tenang bisa dirasakan anak.

"Tapi dalam kehidupan modern kalau orang punya sisi feminin saja dia bisa menjadi keperempuanan, kebayang kan kalau anak lelaki lebih banyak mendapat sentuhan ibu? Apalagi 80% karakter anak dibentuk oleh lingkungan dan yang 20% oleh genetik,” sambung Rustika.

Psikolog yang juga praktik di Brawijaya Women and Children Hospital ini menyampaikan pentingnya pasangan untuk mengerti tentang hak dan kewajiban yang akan mereka jalani ketika berumah tangga.

Pun tidak ada salahnya jika membuat perjanjian tertulis sebelum menikah tentang hak dan kewajiban ketika sudah menikah. Tidak hanya terkait dengan materi, namun perjanjian tersebut juga berisi tentang hal lainnya seperti mengatur kedekatan ayah dan anak.
"Misalnya ketika istri sedang hamil, saat itu suami sudah bisa mulai untuk menjalin kedekatan pada anak dengan mengelus perut istrinya atau mengajak ngobrol calon bayinya,” tambah psikolog cantik ini.

JANGAN TERJEBAK KARIER

Banyak suami yang terjebak karier dan terus sibuk bekerja untuk mencari nafkah sehingga tidak punya waktu. Ini seringkali membuat para ayah lupa bahwa anak tidak hanya membutuhkan materi untuk dipenuhi. Pada saat itulah peran istri harusnya mengingatkan suami untuk bisa lebih dekat dengan anak yang bisa dimulai dengan menghabiskan lebih banyak waktu bersama istri yang sedang hamil.

Ketika kelak sang anak lahir ayah pun sebaiknya turut serta mengurus anak dan tidak menyerahkan tugas tersebut pada istri atau pengasuh.

"Kalau mau dekat sama anak, ya harus punya waktu. Jangan mentang-mentang merasa itu darah dagingnya, lalu sudah pasti akan 'menempel’. Komitmen itulah yang harus selalu diingatkan oleh istri,” pungkas Rustika.

Para pria berusia di bawah 35 tahun biasanya sedang berada dalam masa-masa sibuk mengejar karier pada masa-masa ini istri harus selalu bisa memberi masukan dan mengingatkan suami.

"Sebagai kepala keluarga dia akan sadar dan berpikir agar kehidupannya seimbang antara pekerjaan dengan keluarga. Suami-istri harus selalu mencari keseimbangan tentang bagaimana hidupnya bisa sejahtera dan bahagia dengan karier yang dimiliki. Bukan justru terjebak karier yang bisa menghancurkan keluarga tersebut,” urai Rustika.

Untuk para ayah yang ingin mendekatkan diri dengan anaknya, Rustika menekankan agar lebih banyak memberikan sentuhan dan body language, bukan hanya berkata-kata. ”Sekarang zaman memang sudah canggih, bisa kirim pesan suara. Tapi lebih bagus lagi jika kebiasaan ini dilakukan secara langsung ditambah dengan sentuhan-sentuhan,” kata Rustika.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk membangun kedekatan dengan si kecil adalah dengan melakukan aktivitas bersama. Misalnya sang ayah senang bermain piano, cobalah untuk melakukan hal ini bersama-sama dengan sang anak meski ia masih berada di dalam kandungan ibunya.

”Kalau anaknya sudah lahir bisa sambil dipangku ajak main piano. Ini akan membuat anak terbiasa dan bisa menjadi cikal bakal mengembangkan minat anak jika nantinya anak juga tertarik pada piano,” tambahnya lagi.

Rustika lebih lanjut memaparkan bahwa menurut penelitian, anak-anak yang dekat dengan ayahnya akan menjadi anak-anak dengan rasa kompetisi yang besar.

"Karena laki-laki itu kan memiliki jiwa saing (compete) yang tinggi dan tidak mau mengalah. Sedangkan perempuan itu jiwanya membuat sesuatu menjadi harmoni. Perpaduan keduanya itu diperlukan, jadi tidak bisa hanya compete saja tidak pakai harmoni. Keduanya perlu ditanamkan tidak hanya lewat omongan tapi kedekatan hubungan langsung," papar Rustika.

BUTUH PROSES

Rustika mengingatkan, bagi para ayah yang tidak dekat dengan anaknya jangan heran jika nanti omongannya tidak didengarkan oleh sang anak. Itulah mengapa peran ayah sangat penting, terutama di saat putrinya memasuki masa puber atau beranjak dewasa.

"Kalau ibu yang bicara jangan pakai baju ketat pada anak perempuannya bisa berbeda hasilnya jika ayah yang mengatakan. Ayah bisa menyampaikan dengan sudut pandangnya sebagai laki-laki dan itu biasanya bisa diterima oleh anak perempuannya jika mereka punya hubungan dekat sebagai ayah dan anak.

Tapi kalau ayahnya jarang di rumah tahu tahu bicara seperti itu pasti akan membuat anaknya bertanya-tanya mengapa ayahnya tiba-tiba begitu. Kita cenderung lebih mendengar siapa yang berbicara daripada apa yang dibicarakan," jelas Rustika.

Oleh karena itu, Rustika menekankan bahwa kedekatan yang terjalin antara ayah dan anak yang dimulai sejak dini merupakan sebuah investasi jangka panjang. Kedekatan itu bukanlah suatu proses yang bisa dengan cepat dilakukan, melainkan harus melewati beberapa tahap dan sayangnya inilah yang seringkali tidak disadari oleh para orang tua.

Posisi ayah sebagai kepala keluarga ibarat direktur dalam sebuah perusahaan. Dalam perusahaan, direktur membuat berbagai peraturan, sedangkan ibu ibarat seorang manajer yang bertugas mengontrol peraturan-peraturan yang dibuat untuk dipatuhi.

"Jadi bagaimana kebijakan-kebijakan dan peraturan yang dibuat ayah dapat dikontrol oleh ibu. Seperti sebuah perusahaan saja, semuanya harus dijalankan secara profesional biar bisa berjalan dengan baik," tambah Rustika.

Jalin Kedekatan Setiap Hari

Bagi para ayah, membangun kedekatan dengan si kelcil bisa dilakukan secara terencana dan tentu sebaiknya jika dilakukan setiap hari.

Ayah bisa saja mengajak anaknya bermain dengan begitu banyak kegiatan. Ayah hanya perlu menyesuaikan permainan dengan usia si anak. Termasuk sejak anak masih di dalam kandungan karena fungsi otak anak sudah mulai berfungsi sejak masih dalam kandungan. Ayah sudah bisa mendekatkan diri dengan mengajak anak bercanda, mengobrol, menyanyi atau mendengarkan musik bersama.

"Ketika anak lahir, kita bisa melihat perkembangannya. Anak akan dengan cepat menangkap ekspresi yang ditunjukkan oleh ayahnya. Misalnya ayahnya gembira dan mengajak bercanda, anak dapat dengan mudah tersenyum. Berbeda lagi jika ayah seringkali bersungut-sungut, anak akan menangkap kepribadian negatif ayahnya. Jadi usahakan untuk selalu berbicara positif, karena anak sudah bisa menilai dari nada bicara orang tuanya," jelas Rustika.

Seperti saat anak usia 8 bulan, mereka sudah bisa menangkap emosi orang-orang di sekelilingnya. Jadi adalah hal yang wajar jika anak menangis bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.


Manfaatkan waktu luang di akhir pekan untuk bisa memupuk kebersamaan yang berkualitas bersama anak. Buatlah rencana yang berbeda dilakukan setiap minggunya agar anak selalu merasa ada hal yang beru ketika bermain atau menghabiskan waktu bersama ayah.  

Tuesday, December 2, 2014

Waspada Kanker Pada Anak

Tahukah Anda ternyata setiap tahunnya jumlah anak-anak yang terkena kanker semakin meningkat. Angka ini akan terus bertambah jika kanker ini telah dideteksi sejak awal yang menyebabkan semakin sulit untuk diatasi.

Dari tahun 2006 hingga 2013, jumlah pasien penderita kanker usia anak-anak semakin meningkat. Seperti yang disampaikan oleh dr. Kanya Ayu Paramastri dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, diprediksi setiap tahun ada 100 penderita baru dari 100 ribu penduduk dan 2% penderita kanker tersebut adalah penderita anak-anak.

Waspada Kanker Pada AnakJumlah ini semakin diketahui karena adanya gerakan pencanangan deteksi dini kanker pada anak yang semakin disadari oleh para orang tua. Dengan gerakan ini, semakin banyak kasus penderita kanker pada anak yang terungkap.

Meski sudah banyak orang tua yang sadar dengan deteksi dini, namun masih ada juga yang belum menyadari hal ini. Seperti dicontohkan oleh dr. Kanya bahwa ada orang tua yang datang memeriksakan anaknya saat si anak sudah mengalami kanker darah stadium lanjut.

"Mereka tidak sadar kalau anaknya pucat itu karena sakit. Karena sering bertemu, perubahan pucat itu tidak disadari. Namun setelah diingat-ingat, ternyata ada perubahan-perubahan lain yang menyertai," terang dr. Kanya ketika dijumpai di FX Sudirman, Sabtu, 1 November 2014.

Kanker darah atau Leukimia merupakan salah satu jenis kanker yang sering dijumpai pada anak. Selain itu ada juga Limfoma atau kanker kelenjar getah bening, Osteosarkoma atau kanker tulang, Rabdomiosarkoma atau kanker otot, Neuroblastoma atau kanker syaraf dan Retinoblastoma atau kanker retina.

Kanker Atau Tumor?
Mungkin banyak di antara kita yang masih belum bisa membedakan antara tumor dan kanker. Secara lebih lanjut dr. Kanya mendefinisikan tumor sebagai benjolan yang nantinya akan diperiksa di laboratorium, apakah tergolong tumor jinak atau ganas. Jika tumor tersebut ganas disebut kanker dengan pengobatan melalui operasi, kemoterapi atau radioterapi. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menambahkan, jika benjolan tersebut jinak, ada kapsul atau kulit yang melapisi dan menjaga benjolan tersebut sehingga tidak menyebar ke mana-mana. Sedangkan jika benjolan itu ganas karena tidak berkapsul yang menyebabkan begitu mudah menyebar  ke semua organ, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

”Ketika sel normal menjadi sel ganas, sel tersebut akan berkembang biak lebih cepat dan lebih banyak daripada sel yang normal. Selanjutnya akan terjadi penumpukan dan karena tidak berkapsul maka sel tersebut bisa menyebar lewat pembuluh darah atau kelenjar getah bening di mana keduanya ada di seluruh tubuh kita. Proses ini disebut dengan istilah metastasis," jelas dokter yang sedang menyelesaikan pendidikan spesialis anak ini.

Disebutkan pula contoh yang terjadi pada kasus kanker retina yang hanya terdapat di mata. Jika kanker ini sudah mencapai stadium 4, maka penyebarannya bisa sampai ke otak. Atau pada kanker tulang di paha yang penyebarannya bisa hingga ke paru-paru.

4 FAKTOR PENYEBAB

Jika penyebab kanker pada orang dewasa didominasi faktor lingkungan seperti terpapar berbagai zat penyebab kanker kalau pada anak penyebabnya bisa terdiri dari empat faktor berikut ini:

  1. Faktor genetik Seseorang bisa terkena kanker jika dalam satu garis keturunan ada yang pernah terkena kanker Kemungkinan terkena kanker ini sangat besar walau belum tentu jenis kankernya sama.
  2. Radiasi yang bisa diperoleh dari proses rontgen, CT Scan atau MRI. dr. Kanya menyarankan sebaiknya menghindari tindakan-tindakan tersebut di atas jika tidak terlalu diperlukan. "Orang tua kadang takut berlebihan jika anaknya batuk biasa atau kepalanya terbentur minta di CT Scan, kalau memang tidak perlu sebaiknya dihindari karena menimbulkan radiasi yang efeknya mengerikan, tambahnya. Selain itu hindarkan juga anak dari paparan sinar matahari secara langsung. Mungkin kita senang melihat anak aktif bermain di luar rumah, tapi sebaiknya larang mereka bermain di bawah terik matahari setelah pukul 9 pagi. Jika terpaksa, lindungi anak dengan menggunakan sunblock khusus untuk anak-anak.
  3. Perhatikan juga zat-zat kimia berbahaya yang terdapat pada makanan dan bisa menyebabkan kanker. Oleh karena itu perhatikan dengan baik ketika anak jajan sembarangan, belum tentu makanan yang ia konsumsi sehat. Hindari juga makanan cepat saji yang banyak mengandung lemak atau makanan yang dibakar seperti sate atau olahan lainnya. Jika memang ingin mengonsumsi berbagai hidangan bakar, hindari bagian yang menghitam terkena arang karena bisa jadi pencetus kanker.
  4. Virus, ada beberapa infeksi virus di mana nantinya bisa menjadi bibit timbulnya kanker namun bisa dicegah dengan vaksinasi. Semua penyebab di atas disebut onkogen atau memiliki gen yang menyebabkan perkembangbiakan sel tidak terkendali dan bertransformasi ke arah ganas. Ini dapat menyebabkan satu sel yang sebelumnya normal menjadi onkogen yang bisa berkembang biak dan cepat menjadi banyak karena terkena empat penyebab kanker sel tersebut.
"jadi sebenarnya semua orang punya bakat onkogen atau sel yang dapat berkembang biak dengan cepat. Hanya saja onkogen itu sedang 'tidur’. Ibarat macan lagi tidur jangan dibangunkan, jadi biarkan tidur karena sebenarnya kita semua memiliki bakat ini,” ungkap dr. Kanya lagi.

Deteksi Dini
Untuk mendeteksi dini kanker pada anak, orang tua harus waspada dan terus memperhatikan perubahan yang terjadi pada anak mereka.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya pada kasus Leukimia, orang tua harus bisa membedakan antara pucat dan putih pada anak.

Penyebab anak pucat karena sel darah merahnya sedikit atau cara lainnya lihat telapak tangan anak dengan orang tua, apakah sama merahnya atau lebih putih. Cara lain bisa juga dengan memeriksa konjungtiva atau bagian putih pada mata anak yang dibandingkan dengan orang tua. Waspada juga bila anak sering demam tapi anak terlihat baik-baik saja dan tidak ada infeksi lain yang terjadi. Selain itu, perlu diwaspadai jika ada benjolan yang walaupun kecil, tetap harus diwaspadai.

”Prinsipnya anggap semua benjolan sebagai tumor curigai dulu di mana pun tempatnya dan kalau menemukan benjolan jangan ditekan-tekan, kalau benar itu tumor yang ternyata ganas bisa menyebar. Kalau curiga, ya langsung bawa ke dokter” dr. Kanya menekankan.

Sedangkan untuk benjolan yang tidak teraba langsung misalnya di paru-paru, otak atau perut biasanya ada gejala yang menyertai. Misalnya di paru-paru anak sering sesak. Kalau di otak misalnya anak muntah menyemprot, sakit kepala, gangguan keseimbangan seperti sering jatuh saat berjalan bahkan lumpuh.

Untuk memperoleh diagnosis, darah anak akan diambil untuk dilihat. Kemungkinan juga akan diambil cairan otak dari saraf yang berada di tulang punggung, untuk dilihat apakah ada sel ganas yang sudah sampai ke otak karena terapinya nanti berbeda jika hal tersebut terjadi.

Bagaimana Jika Hasil Positif?
“Bisa diterapi dengan kemoterapi untuk mematikan sel tumor atau sel kanker dengan obat-obatan kimia yang kita harapkan efeknya seminimal mungkin bagi sel yang normal karena ada efeknya bagi sel yang normal jadi akan dipantau ketat. Protokol pengobatannya dilakukan setiap minggu selama 2 tahun bila tidak ada faktor penyulit,” jelas dr. Kanya.

Upaya kesembuhan bisa dilakukan asal ditemukan sejak dini, setelah menjalani kemoterapi 2 tahun maka penderita akan dievaluasi sampai 5 tahun yang jika anak sehat lalu bisa dikatakan sembuh. Namun, dr. Kanya mengingatkan kanker tersebut bisa kambuh lagi walaupun telah selesai dievaluasif jika hal itu terjadi, kemoterapi dimulai lagi dari nol sampai 2 tahun.

Sunday, November 9, 2014

Mengenal dan Merawat Struktur Kulit Bayi

Mengenal dan Merawat Struktur Kulit Bayi
Konsultan: Dr. dr. Rini Sekartini, SpA (K), dokter spesialis anak (konsultan) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Kulit bayi memang memiliki struktur yang berbeda dengan kulit orang dewasa. Selain lebih lembut, kulit bayi juga akan lebih sensitif dibandingkan dengan anak dewasa. Hal yang pertama dapat Anda lakukan agar cara perawatan tidak saling Anda terlebih dahulu harus mengenal bagaimana struktur kulit bayi itu seperti apa barulah melakukan perawatan yang tepat untuk bayi anda. Struktur kulit bayi yang baru lahir memiliki kulit yang sangat sensitif. Sesuatu yang sebenarnya tidak mempunyai efek yang berarti pada kulit sensitif orang dewasa, sementara pada kulit bayi bisa mempunyai efek yang besar. Lingkungan tempat bayi berada merupakan salah satu faktor penting dalam perawatan kulit bayi. Handuk, selimut, seprai, pakaian, merupakan bahan-bahan yang selalu bersentuhan dengan kulit bayi. Pastikan selalu mencuci semua bahan dan alat tersebut dengan sabun bayi.

Sedangkan untuk perawatan kulit bayi, pertama yang dapat dilakukan dengan memulai dari kegiatan sehari-hari. Kedua, mandikan bayi secara teratur dua kali sehari sekaligus dengan membersihkan rambut. Ketiga, mengganti popok atau baju pada saat yang tepat. Jika terlalu lama mengenakan popok atau baju terlebih dalam keadaan basah karena air kencing atau keringat, dikhawatirkan kulit bayi akan iritasi yang nantinya menimbulkan bintik kemerahan. Perhatikan juga penggunaan popok. Penggunaan popok baik popok sekali pakai atau popok tradisional harus lebih cermat Untuk pemakaian popok sebaiknya popok yang memiliki daya serap baik sehingga tidak menimbulkan iritasi dan tidak menghambat gerakan dan perkembangan bayi.


Keempat, pada saat mandi Anda harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut seperti suhu air disesuaikan dengan umur anak, gunakan sabun bayi yang lunak, gunakan sampo bayi dan keringkan badan secara perlahan sampai benar-benar bersih. Yakinlah bagi Anda yang baru pertama kali memiliki bayi dengan cara mengenal karakter bayi dan cara perawatan Anda tak perlu khawatir atau takut memegang atau salah merawat bayi Anda. Palupi (Info Kecantikan)

Tuesday, October 28, 2014

Perkembangan Bayi Yang Lahir Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Perkembangan Bayi Yang Lahir Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Konsultan: dr. Tubagus Ferdi Fadillah, SpA, M.Kes, dokter spesialis anak RSIA Evasari dan Staf Pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta

Bayi berat lahir rendah atau yang biasa disingkat dengan BBLR didefinisikan sebagai bayi yang terlahir dengan berat di bawah 2.500 gram (2,5 kg). Penyebab BBLR pada negara berkembang biasanya adalah intrauterine growth restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin terhambat, sedangkan di negara maju lebih banyak disebabkan karena prematuritas. IUGR terjadi bila pertumbuhan janin terhenti dan sejalan dengan waktu mengalami penurunan hingga kurang dan persentil 5 pada kurva pertumbuhan terhadap usia gestasi/kehamilan, atau ketika pertumbuhan tetap berjalan perlahan namun pada akhirnya berat berada di bawah persentil 5.

Kondisi yang berkembang selanjutnya dari bayi yang mengalami IUGR bergantung dari penyebab berkurangnya pertumbuhan janin dan komplikasi yang terjadi setelah persalinan. Bayi-bayi yang terlahir mengalami kekurangan oksigen yang berlangsung lama saat dalam kandungan dapat terlahir dengan kekurangan kadar gula darah, tidak menangis dengan kuat dan ketidakstabilan suhu tubuh. Bayi-bayi mengalami penurunan pembentukan masa tubuh karena kelainan kromosom, metabolik, atau sindroma kelainan bawaan akan mempunyai harapan hidup yang kurang baik sesuai dengan sindromanya.

Bayi-bayi yang dilahirkan dari ibu yang kecil dan asupan nutrisi yang buruk biasanya akan mengalami tumbuh kejar setelah lahir. Bayi yang terlahir dengan IUGR dapat mengalami komplikasi setelah melahirkan berupa gangguan pernafasan, suhu badan rendah, tekanan darah rendah, kadar gula darah rendah, tersedak cairan ketuban yang bercampur kotoran bayi, dan sesak nafas. Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada bayi BBLR di antaranya pada pernafasan berupa respiratory distress syndrome atau hyaline membrane disease (HMD) yang disebabkan kurangnya surfaktan dalam alveoli paru akibat Kelahiran prematur. Respiratory distress syndrome adalah sindroma gawat nafas tipe 1 yang disebabkan defisiensi surfaktan, suatu molekul lipoprotein yang di sintesis dan di sekresikan oleh sel pneumatosit paru tipe 2. Sel ini berfungsi menjaga agar tegangan permukaan alveoli (kantung udara paru) tidak kolaps saat bayi mengeluarkan nafas. Kekurangan surfaktan ini akan menimbulkan lapisan hialin pada kantung udara alveoli sehingga penyakit ini dikenal juga sebagai penyakit membran nialin.

Sementara PMH merupakan salah satu penyebab gangguan pernafasan yang sering dijumpai pada bayi prematur. Gangguan nafas ini merupakan suatu sindrom (kumpulan gejala dan tanda) yang terdiri dari satu atau lebih gejala atau tanda berikut: pernapasan cepat > 60 X/menit, retraksi (tarikan otot) dinding dada, meringin atau kebiruan pada udara kamar, dan dapat memburuk 48-96 jam pertarna kehidupan. Komplikasi lainnya yang terjadi pada bayi BBLR adalah apneu of prematurity Apneu of prematurity didefinisikan sebagai henti nafas selama lebih dari 20 detik yang terjadi pada bayi-bayi prematur (usia kehamilan kurang dari 37 minggu). Hal ini disebabkan karena ketidakmatangan paru dan susunan saraf pusat.

BBLR juga dapat mengalami masalah bronchopulmonay dysplasia (BPD) karena perubahan jaringan paru akibat terapi ventilasi dan oksigen yang lama. BPD merupakan suatu bentuk penyakit paru kronis yang di tandai dengan napas cepat, denyut jantung cepat, meningkatnya usaha napas seperti napas cuping hidung/tarikan dinding dada/merintih), dan mengalami desaturasi (penurunan kadar) oksigen sehingga penderita bergantung dengan suplementasi oksigen untuk menjaga ventilasi dan oksigenasi yang adekuat.

Pada jantung dapat terjadi patent ductus arteriosus (PDA). Suatu kelainan berupa duktus (pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis kiri dengan aorta desendens) yang tetap terbuka setelah bayi lahir. Pada bayi cukup bulan penutupan duktus secara fungsional terjadi 12 jam setelah lahir dan secara lengkap dalam 2-3 minggu. PDA kecil biasanya tanpa gejala, PDA sedang gejala biasanya timbul pada usia 2 bulan atau lebih yang berupa kelainan makan, infeksi saluran nafas berulang, tetapi berat badan masih dalam batas normal atau sedikit berulang. PDA besar sering menunjukkan gejala sejak minggu pertama berupa sesak, sulit minum, berat badan sulit naik, infeksi saluran nafas berulang, atelektasis clan gagal jantung. Untuk itu pada bayi BBLR atau prematur perlu dilakukan pemeriksaan ekokardiografi (usg jantung).

Pada sistem saraf pusat bisa terjadi perdarahan dalam rongga otak atau ventrikel sehingga bayi harus dilakukan USG kepala. Pada penglihatan bisa terjadi retinopaty of prematurity (ROP), sehingga memerlukan pemeriksaan retina mata melalui teknik funduskopi di mana skrining mulai 4-6 minggu sampai 31-33 minggu. Diulang 1-3 minggu sekali sarnpai terbentuk vaskularisasi retina lengkap. ROP adalah penyakit yang mempengaruhi vaskularisasi mata pada bayi-bayi prematur. Gejala dan tanda bisa ringan tanpa gangguan visual, atau dapat pula agresif dengan pembentukan pembuluh-pembuluh darah baru (neovaskularisasi) dan berkembang menjadi pelepasan retina dan kebutaan. Bila komplikasi-komplikasi tersebut di atas tidak diatasi maka pada akhirnya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.


BBLR yang disebabkan prematuritas, untuk menilai perkembangannya harus menggunakan usia koreksi bukan dengan usia kronologis. Ini dilakukan hingga usia Anda mencapai usia 2 tahun. Setelah usia anak sudah mencapai 2 tahun, baru menggunakan usia kronologis. Sebagai contoh anak yang terlahir dengan usia kandungan 32 minggu maka pada saat dilakukan skrining perkembangan maka usia kronologis (usia saat diperiksa) dikurangi 8 minggu (usia koreksi), kemudian dilihat aspek perkembangan (motorik kasar, motorik halus, personal sosial, dan bahasa) berdasarkan usia koreksi tersebut. Hal itu tentu membuat perbedaan pada pencapaian perkembangannya bukan karena terlambat namun karena kematangan neurologisnya tidak bisa disamakan dengan anak dengan usia kronologis yang sama. Oleh karena itu penting bagi bayi BBLR untuk rutin melakukan pemeriksaan teratur dan monitoring pertumbuhan dan perkembangan ananda pada dokter anak terdekat. Kartika (Info Kecantikan)

Mengatasi Perilaku Tantrum Pada Anak

Mengatasi Perilaku Tantrum Pada Anak
Mendengar tangisan anak yang tak berkesudahan diiringi jeritan hingga ekspresi tak wajar seperti bergulingan di lantai, memukul dan melempar barang tentu saja sangat mengejutkan. Kondisi demikian disebut tantrum yang biasanya terjadi pada-anak-anak. Jika menghadapi situasi seperti ini, orangtua jangan langsung panik. Kenali penyebabnya dan atasi sedini mungkin. Bagaimana caranya?

Pernah melihat seorang anak menangis, berteriak sampai guling-gulingan di tengah keramaian? Atau mungkin saja buah hati Anda tiba-tiba melempar-lempar barang yang ada di dekatnya hingga memukul-mukul diri sendiri? Jika mendapati keadaan tersebut, Anda jangan keburu panik atau membalas dengan emosi, marah-marah atau gelisah. Kepanikan dan amarah orangtua akan memperburuk keadaan. Usahakan tetap tenang dan peluk anak dengan kehangatan.

Jika anak mulai memukul-mukul diri sendiri segera raih tangannya dan tenangkan diri anak dengan sungguh-sungguh. Ketenangan yang diberikan orangtua kepada anak dalam keadaan seperti ini diharapkan dapat meredakan emosi anak. Langkah tersebut dapat menjadi sebuah tahap awal sebelum orangtua mendalami lebih lanjut mengenai kondisi tantrum dan cara mencegahnya.

Tantrum. Dijelaskan Maria, M.Psi.,psikolog., MCHt., EST, CGA, tantrum adalah Kondisi luapan emosi yang biasanya ditampilkan dalam bentuk perilaku menangis, berteriak, menghentak-hentakkan kaki, memukul-mukul, bahkan melukai diri sendiri dan orang lain. Perilaku tantrum yang paling banyak dikeluhkan para orangtua terjadi pada anak usia 1-3 tahun.

Pada usia tersebut, umumnya anak sedang mengembangkan rasa kemandirian sehingga mereka ingin melakukan dan memiliki berbagai macam hal untuk memuaskan keinginan mereka sendiri. Namun, hal atau keinginan tersebut sering kali berbenturan dengan aturan yang berasal dari orangtua. Benturan yang berupa larangan atau hukuman atas keinginan anak ini yang menyebabkan timbulnya emosi pada anak seperti rasa marah, sedih atau kecewa yang kemudian diekspresikan dalam bentuk perilaku menangis atau marah.

Umumnya Kondisi tantrum cukup sering dijumpai terutama pada anak-anak yang terlambat bicara. Keadaan tersebut dikarenakan mereka belum dapat mengekspresikan emosi secara verbal, maka orangtua umumnya sulit memahami isi hati anak. Pada akhirnya akan mengakibatkan kebutuhan emosi anak semakin tidak terpenuhi dan anak menjadi frustrasi hingga tantrum. Tak hanya itu saja, Kondisi tantrum juga terjadi pada anak-anak yang tidak dilatih untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang baik.

Di dalam tahap perkembangan anak, ketika anak berusia 2-4 tahun, mereka mulai memelajari untuk mengungkapkan emosi istilah-istilah dasar seperti “aku sedih, aku marah, aku takut, aku bahagia”. Selanjutnya jika orangtua sudah mengarahkan atau memberi kesempatan kepada anak untuk mencurahkan isi hati, maka ketika emosi negatif tengah dirasakan, mereka akan belajar bahwa ada cara lain selain menangis atau berteriak untuk mengungkapkan isi hati salah satunya dengan saling membicarakan atau mengomunikasikannya. Perilaku marah atau menangis wajar dialamit setiap anak, namun frekuensi dan durasinya tidak akan berlarut-larut dan anak cenderung mudah ditenangkan.

Selain kondisi tersebut, tantrum juga dapat terjadi pada anak-anak yang dimanjakan orangtua, anak yang merasa kurang dikasihi, diperhatikan serta anak korban kekerasan, dan anak-anak yang dimanjakan orangtua atau selalu dituruti keinginannya. Akhirnya, mereka tidak mampu untuk menunda atau mengalihkan keinginan sehingga ketika sesekali keinginannya tidak dipenuhi, maka anak akan merasa tidak nyaman dan menunjukkan perilaku tantrum. Perilaku tersebut sebagai cara atau upaya dalam mengomunikasikan bahwa mereka menuntut agar keinginannya dapat dipenuhi segera mungkin.

Berdampak Negatif. Apabila kondisi tantrum pada anak dibiarkan dan terus terjadi bahkan menjadi sebuah kebiasaan hingga usia anak terus bertambah, maka akan berdampak negatif pada kemampuan anak beradaptasi di lingkungan sosial. Anak akan mengalami kesulitan membangun relasi sosial yang harmonis dengan teman-temannya maupun orang yang lebih tua seperti guru. Tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan perilaku yang cenderung melanggar aturan yang berlaku. Jika dibiarkan terus menerus, dikhawatirkan ketika beranjak remaja akan terlibat dalam kenakalan remaja.
Sebagai orangtua tentu saja menginginkan hal terbaik dan tak ingin buah hatinya memiliki perilaku tantrum hingga dewasa. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan orangtua agar mencegah perilaku tersebut, antara lain:

Pertama, rajin melatih anak untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dua arah. Arahkan dan jelaskan kepada anak bahwa ketika mereka menjelaskan isi hatinya, orang lain akan lebih memahami keinginan mereka. Di saat mereka sedih, takut, khawatir dan marah, mereka tetap diperbolehkan menangis atau marah untuk melepaskan emosi negatifnya.

Namun, setelah perasaan lega dan lepas, mereka dapat bicara sesuka hati dan mengetahui bahwa segala keluh kesah yang ingin diceritakan pasti didengarkan. Komunikasi antara orangtua dan anak atau yang dapat disebut sebagai komunikasi dua arah memungkinkan mereka untuk berdiskusi dan menemukan jalan tengah jika ada keinginan anak yang bertentangan dengan pemikiran atau aturan orangtua.


Kedua, bersikap demokratis dalam mendidik anak. Usahakan tetap seimbang, jangan memanjakan dan jangan otoriter terhadap anak. Pola asuh seperti ini harus dilakukan sejak usia dini. Orangtua harus belajar mendengarkan keinginan anak dan memenuhinya jika ternyata keinginan tersebut merupakan hal terbaik bagi anak. Sebaliknya, tetap katakan tidak jika keinginan atau harapan anak memang tidak dapat dipenuhi. Hal ini akan membantu anak mengembangkan rasa aman, memiliki kemandirian, rasa inisiatif terhadap situasi apapun dan kemampuan mengontrol diri yang baik. Widi (Info Kecantikan)

Monday, October 20, 2014

Mengatasi Anak Susah Makan

Mengatasi Anak Susah Makan
Konsultan: dr. Tubagus Ferdi Fadilah, SpA, M.Kes, dokter spesialis anak RSIA Evasari, Staf pengantar bagian ilmu anak fakultas Universitas Trisakti

Dari cerita yang Anda jelaskan, terdapat kekurangan data jenis kelamin, serta tinggi badan anak Anda. Bila di plot dalam kurva berat badan per usia berdasarkan WHO growth chart standards maka anak Anda, baik laki-laki ataupun perempuan, memiliki nilai z-score (skor Z) berada di bawah -2 SD (standard deviation) dan diinterpretasikan sebagai underweight atau berat badan kurang.

Untuk mengetahui apakah anak Anda termasuk dalam gizi kurang atau gizi buruk maka diperlukan data tinggi badan. Menurut WHO dikatakan gizi kurang (moderate wasting) bila berat badan terhadap tinggi badan berada antara -2 sampai dengan -3 (-3< z-score <-2. Gizi buruk atau severe wasting apabila z-score <-3.

Berat badan kurang bisa menggambarkan status gizi kurang, karena seorang anak gagal menambah berat badan sesuai dengan usianya secara tepat. Dalam kasus yang lebih berat dapat mengalami kegagalan pertumbuhan tinggi badan dan lingkar kepala. Keadaan gizi kurang (undernutrition) ini pada umumnya merupakan hasil rangkaian ketidakadekuatan suplai makanan, akses atau pemanfaatan, buruknya akses kesehatan dan kebersihan, serta ketidaksesuaian cara pemberian makanan. Risiko terbesar untuk terjadinya malnutrisi kurang pada anak memang biasanya terjadi sejak dalam rahim sampai usia 2 tahun. Untuk itu keluarga harus diperkenalkan dengan pola makan sehat dan sesuai dengan usia, dimulai dengan ASI.

Pada bayi, transisi ke makanan pendamping ASI dan menu keluarga lengkap serta pentingnya makanan dan makanan ringan yang dijadwalkan secara rutin harus ditekankan dibandingkan perilaku pemberian makan yang tidak terjadwal. Pada anak, porsi dan ukuran makanan dan snack harus disesuaikan. Anak-anak harus diajarkan untuk mengenali rasa lapar dan kenyang, kemudian diberikan arahan untuk makan makanan sehat pilihan orangtua dalam ukuran yang sesuai, dengan menggunakan wadah atau mangkuk kecil. Anak-anak tidak boleh makan langsung dari kantong ataupun Kotak. Aturan untuk tidak memberikan minuman soda atau jus sebaiknya ibunda terapkan. Anak tidak boleh dipaksa untuk makan ketika mereka tidak bersedia.

Asupan kalori yang diberikan pada anak dengan berat badan kurang ditingkatkan sampai kejar tumbuh atau catch-up pertumbuhan yang tepat sesuai dengan usia telah didapatkan. Pertumbuhan kejar tumbuh (catch-up) mengacu pada kenaikan berat badan pada lebih besar rata-rata untuk usia dan mungkin akan memerlukan 150% atau lebih dari kalori yang direkomendasikan untuk anak seusianya yang bergizi baik.

Aturan praktis yang biasanya dihitung untuk bayi dan anak-anak sampai usia 3 tahun adalah dengan menyediakan 100-120 kkal/kg berdasarkan berat badan ideal terhadap tinggi badan ananda. Kebutuhan protein juga ditingkatkan untuk keperluan anabolisme dan harus disediakan secara proporsional dengan asupan kalori yang diberikan. Asupan vitamin dan mineral tambahan juga direkomendasikan dengan cara memberikan beberapa vitamin harian yang sesuai dengan usia.

Pemberian susu sapi murni sebaiknya ditunda hingga setidaknya usia 2 tahun. Pada balita memberikan susu sapi melebihi 24 ons atau 680 gram sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi asupan makanan padat yang kaya dengan variasi nutrisi dan dapat menyebabkan anemia defisiensi best. Pemberian jus buah pada balita juga sebaiknya dibatasi hingga 4 ons atau 110 gram setiap harinya. Pada usia 1 tahun, balita harus mengonsumsi menu keluarga, dan memiliki. jadwal makan dan snack teratur.

Dalam pemberian makanan padat, Anda bisa membayangkan satu buah piring yang terbagi dalam lima bagian yaitu sayur-sayuran, buah-buahan, protein, biji-bijian, dan susu. Susu dapat diberikan yang bebas lemak atau rendah lemak. Pilih makanan dengan kadar garam atau natrium yang rendah, dan sebaiknya beri minum air putih dibandingkan minuman mengandung gula sebagai minuman saat makan.


Perlawanan atau penolakan dalam pemberian makanan memang biasa terjadi antara anak dengan balita. Namun orangtua lah yang berperan menentukan apa, kapan, dan di mana memberikan makanan. Peran anak biasanya dalam hal apa dan berapa banyak yang dimakannya. Agar pertumbuhan serta perkembangan anak Anda terpantau dengan baik, maka sebaiknya Anda membawa anak untuk diperiksakan lebih lanjut ke dokter anak terdekat. Kartika (Info Kecantikan)

Monday, September 29, 2014

Mengenali Gejala Prtumbuhan Gigi Pada Anak

Mengenali Gejala Prtumbuhan Gigi Pada Anak
Setiap bayi memiliki masa pertumbuhan gigi yang berbeda. Biasanya pertumbuhan gigi pada bayi dimulai pada usia 4-6 bulan. Pada masa tumbuh gigi, biasanya bayi cenderung rewel serta mudah demam atau diare. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Pertumbuhan pada tiap bayi tidak selalu sama. Ada bayi yang mengalami pertumbuhan lebih cepat dibanding bayi lain, termasuk pertumbuhan gigi. Meskipun demikian, gejala yang dlalami relatif sama. Bila saatnya gigi susu tumbuh, ada beberapa gejala yang dapat dikenali. Di antaranya gusi terasa gatal sehingga si kecil sering memasukkan apapun ke dalam mulut. Gusi tempat tumbuh gigi pada bayi biasanya berwarna kemerahan. Ada beberapa anak yang mengalami demam tapi ada juga yang tidak.

Menurut Dr. dr Rini Sekartini, SpAK, Dokter Spesialis Anak, secara umum gigi pada bayi mulai erupsi sekitar enam bulan. Erupsi adalah keluarnya gigi dari bagian gusi. Sebenarnya sejak dalam kandungan bakal gigi sudah ada di dalam gusi bayi, tinggal menunggu waktu untuk mengalami erupsi, Tetapi, pada beberapa anak terkadang erupsi gigi terlambat sehingga ketika anak berusia satu tahun masih belum terlihat pertumbuhan gigi. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah, karena dalam proses mengunyah yang berperan adalah otot-otot di bagian wajah dan gusi.

Menurut drg. Ali Akbar Alam, pada usia bayi, pertumbuhan gigi biasanya diawali pada gigi depan rahang bawah, yaitu pada saat bayi berusia 6-8 bulan. Lalu diikutl dengan keempat gigi depan rahang atas. Setelah itu, gigi susu tumbuh lengkap hingga anak berusia sekitar dua tahun atau lebih. Pada dasarnya tumbuh kembang gigi merupakan suatu fenomena alamiah bagi setiap individu dan sangat bervariasl. Tidak ada istilah normal dalam tumbuh kembang, tetapi yang ada hanya batas normal. Apabila terjadl pertumbuhan gigi yang terlambat pada anak, hal tersebut mungkin dipengaruhi oleh kondisi anak secara umum.

Namun, batas normal pertumbuhan gigi serta perkembangan gigi perlu dijadikan patokan agar dapat diidentiflkasi secara umum proses tumbuh kembangnya. Dari sana dapat ditlnjau apakah ada penyakit yang menyertai penyimpangan pada pertumbuhan gigi yang akhirnya menimbulkan suatu keadaan abnormal. Jika sudah diketahui, maka dapat menentukan terapi efektif yang perlu atau tidak dilakukan pada keadaan tersebut.

Pada perkembangan pertumbuhan gigi, gigi geraham pertama akan muncul dirongga mulut anak dan tidak untuk menggantikan gigi sulung manapun. Gigi geraham akan menempati ruang paling belakang rahang atas ataupun bawah. Pada kenyataannya gigi geraham tak ada gantinya karena sudah merupakan gigi tetap. Meski gigi sulung akan diganti, bukan berarti tidak memerlukan perawatan. Sebab gangguan pada gigi sulung dapat memengaruhi rasa percaya diri anak.

Sebenarnya sejak bayi berusia 6 minggu dalam kandungan sudah mulai dibentuk bagian gigi yaitu dentin. Gigi susu pertama adalah gigi seri pertama dan kedua rahang bawah diikuti gigi seri rahang atas. Rentang waktu tumbuh adalah 6-12 bulan. Gigi taring rahang atas diikuti dengan rahang bawah tumbuh pada usia berkisar 16-23 bulan. Gigi geraham susu pertama pada usia 13-19 bulan. Gigi geraham susu kedua tumbuh sekitar 23-33 bulan. Gigi tetap mulai tumbuh pada usia 6-8 tahun.

Pada usia sekitar dua tahun lebih, diharapkan ke-20 gigi susu sudah tumbuh sempurna. Gigi-gigi susu tersebut akan digunakan hingga usia 5-6 tahun dan mulai digantikan dengan gigi permanen. Beberapa gigi tetap menggantikan gigi sulung tetapi tidak seluruhnya. Pertumbuhan tulang atau jaringan keras pada tumbuh kembang diikuti pertumbuhan jaringan lunak seperti daerah wajah, rongga mulut, otot, jaringan lemak dan kulit. Pertumbuhan jaringan lunak dipengaruhi fungsi mekanisme tubuh, faktor keturunan, lingkungan, kebiasaan baik atau buruk serta nutrisi.

Gejala Pertumbuhan. Saat tumbuh gigi, terkadang bayi mengalami gejala demam, rewel hingga mengeluarkan air liur yang berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan bayi atau anak tidak mau makan. Bila bayi demam dapat diberikan obat penurun demam sesuai usianya. Obat dapat diberikan setiap enam jam selama anak masih mengalami demam. Untuk mengurangi gejala sakit, orangtua dapat melakukan pijatan lembut di atas rahang atau gusi. Hal ini mampu mengurangi gejala nyeri dan membuat anak menjadi lebih nyaman.

Gejala tersebut biasanya timbul pada awal tumbuh gigi. Setelah itu, pada keadaan tumbuh gigi selanjutnya gejala-gejala tersebut akan hilang. Bila anak rewel, orangtua dapat memberikan obat atas anjuran dokter. Biasanya obat yang diberikan selama satu atau tiga hari. Bila bayi sudah tak lagi rewel atau demam, pemberian obat dapat dihentikan.

Hal yang perlu diingat adalah tumbuh gigi merupakan periode alamiah yang terjadi pada setiap anak. Sebagai orangtua atau ibu tidak perlu terlalu khawatir bila terdapat gejala akibat tumbuh gigi. Karena rasa nyeri tersebut akan menghilang dengan pemberian obat ataupun memberikan pijatan lembut pada rahang bayi.

Anak yang sudah tumbuh gigi sempurna sebaiknya diwajibkan untuk menggosok gigi dua kali sehari. Waktu menggosok gigi bisa dilakukan setelah sarapan pagi dan sebelum tidur di malam hari. Karena, pada saat tidur, bakteri dalam mulut akan lebih berkembang dan merusak gigi. Kesehatan rongga mulut merupakan awal untuk mendapatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, menjaga kebersihan mulut sangat penting dilakukan dengan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.


Menjaga kesehatan dan kebersihan gigi sangat dianjurkan untuk mencegah gigi berlubang. Selain akan membuat anak sulit makan atau mengunyah, gigi berlubang bisa memengaruhi kecerdasan anak meski tidak secara langsung. Tidak hanya memerhatikan masalah kebersihan gigi, sejak usia enam bulan sampai usia pra remaja, asupan makanan bergizi seimbang untuk seluruh pertumbuhan organ tubuh terutama pertumbuhan gigi juga harus diperhatikan. Suciati (Info Kecantikan)

Sunday, September 14, 2014

Mengenali Penyakit Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A termasuk salah satu penyakit hepatitis peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus hepatotropik. Virus hepatitis A tergolong picornavirus dan menular melalui kontak erat dan jalur oral fekal seperti mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar oleh virus tersebut. Indonesia merupakan daerah endemik virus hepatitis A.

Tanda serta gejala hepatitis A akan mulai timbul kurang lebih 15-50 hari setelah anak terinfeksi. Infeksi pada anak, apalagi bayi sering kali asimtomatis atau tidak bergejala. Pada anak yang lebih besar dapat terlihat tanda serta gejalanya seperti mual, muntah, demam, lemas, urin yang berwarna kuning serta perut yang membesar.

Hepatitis A bersifat akut dan tidak menjadi kronis. Pada beberapa keadaan dapat terjadi prolonged hepatitis A yang disebut tanda dan gejala yang alami sampai berminggu-minggu atau relapsing hepatitis yang disebut kambuh kembali. Pada hepatitis A sangat jarang menimbulkan komplikasi berupa hepatitis fulminan, tetapi bila terjadi dapat menyebabkan kematian.

Penanganan infeksi hepatitis A hanya sebatas terapi simtomatik dan suportif saja. Hepatitis A termasuk self limiting disease yaitu penyakit yang dapat sembuh sendiri. Istirahat total, pemberian obat-obat simtomatik dan minum air putih lebih banyak sudah dapat rnenyembuhkan infeksi hepatitis A. Komplikasi berupa hepatitis fulminan sangat jarang terjadi, tetapi bila terjadi perlu perawatan yang intensif di Rumah Sakit.


Pencegahan hepatitis A dapat dilakukan dengan cara seperti menyajikan makanan dan minuman yang bersih, memastikan setiap makanan sudah dimasak dengan betul, berpola hidup yang sehat dan mencuci tangan sebelurn makan. Sekarang ini sudah tersedia vaksin hepatitis A, vaksin tersebut dibuat dari virus yang dimatikan dan dapat diberikan pada anak berusia mulai dari dua tahun. Vaksin diberikan sebanyak dua kali dengan jarak antara pemberian 6-12 bulan. Suciati (Info Kecantikan)

Atasi Keputihan Dengan Sereh, Sirih, Kunyit dan Kencur

Keluarnya lendir yang berlebihan atau keputihan akan mengganggu aktivitas Anda. Apalagi jika menimbulkan rasa gatal, bau tidak sedap, dan warnanya kecokelatan. Jika tidak segera diatasi bisa menyebabkan risiko terjadinya kanker serviks. Bahan-bahan alami seperti sereh, sirih, kunyit dan kencur bisa mengatasi masalah tersebut. Saat ini tersedia produk dalam kemasan yang mengandung bahan-bahan alami tersebut. Seperti apa?

Lendir yang berlebihan pada daerah kewanitaan atau keputihan tentu sangat mengganggu aktivitas. Seringkali wanita mengabaikan lendir yang berlebihan tersebut. Padahal hal tersebut bisa menimbulkan jamur. Bila jamur tumbuh di sekitar mulut rahim dan dibiarkan maka bisa menyebabkan timbulnya penyakit kanker serviks.

Oleh sebab itu masalah keputihan ini tidak bisa dianggap sepele, apalagi jika sudah menimbulkan bau tidak sedap dan cairan lendir yang keluar berwarna kecokelatan. Selain rasa tidak nyaman dan bau, keputihan seperti itu juga bisa menimbulkan rasa gatal pada vagina. Akibatnya aktivitas terganggu dan timbul rasa kurang percaya diri.

Bahan Alami. Untuk mencegah sekaligus mengatasi masalah keputihan tersebut maka bisa digunakan bahan-bahan alami seperti sereh, sirih, kencur dan kunyit:

1. Sereh
Sereh (Cymbopogon nardus (L.) Rendle.) sudah lama dipercaya dapat mengatasi masalah lendir yang berlebihan di daerah kewanitaan. Daun sereh mengandung 0,4 persen minyak atsiri dengan komponen yang terdiri atas sitral, sitrotenol (66-85 persen), -pinen, kamfen, sabinel, mirsel, -felandren, p-simen, limonen, cis-osimen, terpinol, sitronelal, borneol, terpinen-4- ol, -terpineol, geraniol,farnesol, metal heptenon, n-desialdehida, dipenten, metil heptenon, bornilasetat,feranilformat, terpinil asetat, sitronelil asetat,geranil asetat, -elemen, -kariofilen, -bergamoten, trans-metilisoeugenol, -kadinen, elemol, kariofilen oksidan.

Minyak atsiri merupakan komponen aktif sebagai penolak serangga setelah dilakukan pemisahan dengan metode kromatografl. Selain itu, minyak atsiri dari daun dan rimpang pada sereh bisa menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Streptococcus hemolitik, Psedomonas aeruginosa, Escherichia coli, Bacilus subtilis, Salmonella typhimurium, Apergillus niger dan Candida albicans.

2. Sirih
Daun sirih (Piper betle L.) mengandung minyak atsiri dengan kadar 0,13-0,33 persen. Minyak atsiri pada sirih terdiri atas kavibetol, katekol, kadinen, karvakrol, kariofrllen, kavikol, 1,8-sineol,esragol,eugenol, metileugenol, pirokatekin, terpinil asetat, sesquiterpen, triterpen dan tripterpenoid, b-sitosterol, Sirih juga mengandung senyawa neolignan (piperbetol, metilpiper betol, peperol A, piperol B), dan krotepoksida yaitu suatu senyawa yang punya potensi sebagai sitotoksik.

Kandungan-kandungan tersebut terbukti ampuh menghilangkan masalah daerah intim kewanitaan, termasuk masalah keputihan dari yang ringan hingga yang berat. Kandungan minyak atsiri, seskuiterpen, pati diastase, zat samal dan kavikol yang terdapat dalam daun sirih dapat mematikan bakteri jahat yang menjadi penyebab timbulnya keputihan.

3. Kunyit
Kunyit/Turmeric (Curcuma loriga Linn.syn. Curcuma domestica Val), memang dikenal sebagai antiinflamasi,antioksidan, antitumor, antialergi, antispasmodic, alteratif dan analgesic. Oleh karena itu kunyit bisa digunakan untuk mengatasi keputihan atau lendir berlebih. Kunyit sangat efektif mengatasi alergi, meningkatkan imunitas, menyehatkan liver,dan mengontrol tingkat kolesterol di dalam tubuh. Kunyit juga efektif menghambat pertumbuhan bakteri ketika digunakan untuk mengatasi jerawat, mengurangi peradangan kulit dan menyingkirkan kotoran yang menyumbat pori-pori kulit.

4. Kencur
Kencur (Kaempferia galang) mengandung beberapa senyawa kimia seperti pati, mineral, minyak atsiri, asam metal kanil, penta dekaan, asam cinnamic, dan ethyl aster. Kencur juga mengandung borneol kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkalold dan gom. Kandungan-kandungan tersebut dapat mengatasi radang lambung, radang anak telinga, influenza pada bayi, masuk angin, sakit kepala, batuk, diare, kelelahan dan keseleo. Kencur juga dapat menghilangkan darah kotor, melancarkan haid, mengatasi mata pegal, serta mengobati tetanus, asma dan rematik. Di samping itu, kencur juga dapat melangsingkan tubuh dan menghilangkan jerawat pada kulit.

Kemasan. Bahan-bahan alami seperti sereh, sirih, kunyit dan kencur memang bisa mengatasi keputihan atau lendir berlebih. Tak heran bahan-bahan tersebut diolah menjadi produk yang memiliki khasiat untuk menjaga organ kewanltaan.Seperti membantu mengurangi lendir yang berlebihan pada daerah kewanitaan, mengatasi rasa sakit pada saat datang bulan, mengecilkan ukuran kista, bagi yang sudah menikah dapat meningkafkan gairah dan hubungan menjadi lebih mesra, serta daerah kewanitaan menjadi lebih bersih dan kesat.

Untuk mendapatkan manfaat itu semua, maka sebaiknya produk yang berbahan alami untuk mengatasi masalah kewanitaan diminum secara rutin. Dapat diminum tiga kali sehari, dengan aturan sekali minum 1-2 kapsul. Produk kemasan ini aman dikonsumsi karena berbahan alami, meski demikian wanita hamil dan menyusui tidak dianjurkan minum produk kemasan yang mengandung bahan-bahan alami tersebut.

Keputihan. Keputihan terjadi akibat bakteri jahat di dalam tubuh, yang biasanya muncul ketika kondisi tubuh sedang tidak baik, seperti terlalu lelah beraktivitas, kurang istirahat dan kurang menjaga kebersihan vagina. Keputihan merupakan kondisi cairan yang ke luar dalam jumlah berlebihan.

Ada dua macam bentuk keputihan yaitu normal dan abnormal. Yang membedakan antara keputihan normal dan abnormal adalah dilihat dari jumlah cairan yang keluar dan tingkat kekentalannya, apakah kental, cair atau sangat kental, serta dilihat dari warnanya yaitu kuning, bening, atau hijau.

Keputihan yang normal warnanya bening atau sedikit keruh, encer serta tidak disertai dengan bau menyengat. Keputihan ini terjadi pada masa subur,stres yang berlebihan, kehamilan karena pengaruh hormonal dan rangsangan seksual.

Keputihan tidak normal, karena ada infeksi oleh jamur trichomonas vaginalis, bacterial vaginosis dan lain-lain, sehingga bisa sebabkan kanker serviks (mulut rahim).


Untuk mencegah keputihan, sebaiknya menjaga kebersihan daerah kewanitan agar tetap kering, serta pembasuhan daerah V dengan benar. Cara pembilasan dengan satu arah saja agar tidak menimbulkan kuman bersarang di daerah V. Sebaiknya tidak mencuci vagina dengan menyemprotkan cairan yang bisa masuk ke dalam liang vagina. Kartika (Info Kecantikan)

Saturday, September 6, 2014

6 Bahan Alami Atasi Demam Pada Anak

6 Bahan Alami Atasi Demam Pada Anak
Orangtua sering kali kebingungan ketika anak balitanya mengalami peningkatan suhu tubuh di atas normal atau demam. Bahan-bahan alami seperti lempunyangan, pegagan, temulawak, daun kembang sepatu, meniran, dan air kelapa muda bisa menurunkan demam pada anak usia di atas dua tahun. Bagaimana caranya?

Tuesday, September 2, 2014

Menghadapi Anak Yang Sulit Bergaul

Menghadapi Anak Yang Sulit Bergaul
Konsultan: Astrid W.E.N, M.Psi, Psikolog
Setiap anak memiliki tipe yang berbeda-beda dalam pergaulannya. Ada anak dengan tipe yang tidak suka bergaul. Tipe anak seperti ini akan merasa nyaman dengan kondisi yang tidak memiliki banyak teman. Biasanya tipe anak seperti ini tertutup kepada orang yang memang tidak memiliki hubungan dekat dengannya. Sebaliknya, ada anak yang sangat mudah bergaul. Anak tipe ini akan mudah menyesuaikan diri dengan orang-orang baru yang ada di sekitarnya. Tipe selanjutnya adalah anak memiliki kebutuhan khusus yang menyebabkan anak sulit bergaul dengan teman-temannya.

Friday, August 29, 2014

Breast Lift Kecilkan dan Kencangkan Payudara

Bentuk payudara yang ideal dan kencang menjadi dambaan setiap wanita. Hal itu menjadi daya tarik dan meningkatkan kepercayaan diri seorang wanita. Sayangnya ada wanita yang dianugerahi payudara kecil ataupun seba liknya terlalu besar. Teknik bedah breast lift bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mengecilkan payudara yang terlalu besar sekaligus mengencangkannya. Alhasil, bentuk payudara menjadi lebih ideal. Seperti apa?

Monday, August 18, 2014

Mengenal dan Mencegah Hepatitis A Pada Anak

Imun atau sistem kekebalan tubuh pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Karena pada anak-anak, imun belum terbentuk secara sempurna. Sehingga membuat anak-anak lebih mudah terserang penyakit, baik penyakit menular ataupun tidak. Salah satu penyakit menular yang mungkin menjangkit anak-anak adalah Hepatitis A. Lalu bagaimana cara mengenali dan mencegah penyakit Hepatitis A pada anak?

Thursday, June 12, 2014

Mengatasi Alergi Pada Anak

Konsultan: dr. Zakiudin Munasir, Sp.A (K), dokter spesialis Anak (Konsultan)
Alergi merupakan reaksi yang berbeda atau menyimpang dan normal terhadap berbagai rangsangan atau zat dari luar tubuh Misalnya alergi terhadap makanan, debu ataupun obat-obatan tertentu. Reaksi alergi dapat menyebabkan bengkak, gatal-gatal di bibir hingga lidah, serta dapat menimbulkan kejang pada perut dan nyeri.

Sunday, May 4, 2014

Pendidikan Untuk Anak Speech Delayed

Konsultan: Dra Rose Mini A.P.M.Si

Anak dikatakan mengalami keterlambatan bicara atau yang disebut dengan speech delayed bila usia 10-15 bulan tidak mampu memahami pembicaraan orang lain. Ia tidak mampu mengucapkan 4-6 kata di usia 11-20 bulan bahkan di usia sekitar 24 bulan juga belum dapat mengerti pembicaraan orang lain atau menangkap pembicaraannya. Untuk anak yang mengalami speech delayed belum bisa dikatakan sebagai anak yang memerlukan kebutuhan khusus atau autis. Untuk mengetahui keponakan Anda termasuk dalam kategori autis atau tidak tentu harus dilakukan pemeriksaan yang tepat dengan konsultasi pada dokter saraf dan tumbuh kembang anak.

Friday, May 2, 2014

Makanan Sehat Untuk Gigi Si Kecil

Konsultan: Drg. Ali Akbar
Anak berusia lima tahun biasanya menyukai makan-makanan yang mengandung banyak gula, seperti permen, cokelat dan ice cream. Sebagai orangtua harus lebih waspada terhadap makanan yang masuk ke dalam mulut si kecil, jika tidak diperhatikan maka gigi pada anak akan cepat rusak.

Monday, April 14, 2014

Pil KB Tidak Membuat Gemuk

Sekitar tahun 1960-an dunia kedokteran, menemukan alat kontrasepsi berbentuk pil yang bisa menunda kehamilan. Sayangnya, pil tersebut mengandung hormon estrogen dan progesteron, yang dapat mengikat garam dan cairan tubuh sehingga menyebabkan berat badan bertambah. Fakta ini membuat banyak wanita enggan mengonsumsi pil KB karena khawatir jadi gemuk. Kini, para wanita tak perlu lagi merasa risau, karena telah ditemukan pil KB modern yang bebas hormon estrogen dan progesteron. Seperti apa?

Thursday, April 3, 2014

Yang Harus Diperhatikan Pasca-Operasi Implan Payudara

Konsultan: dr.Hendri Andreas, SpBP

Pernah menyusui dan bertambahnya usia, jadi faktor penyebab payudara mengendur. Hal ini sering membuat sebaglan besar wanita jadi kurang percaya diri, karena penampilannya berubah. Bahkan, tak sediklt wanlta usia 35 tahun ke atas yang memilih melakukan proseclur implant payudara. Bukan untuk membesarkan agar terllhat mencolok, melainkan memperbaiki struktur payudara menjadi seperti semula atau sama seperti saat masih muda.

Tuesday, March 4, 2014

Mencegah Anak Terserang Penyakit di Musim Hujan

Cuaca yang tidak mudah diprediksi dan berubah-ubah membuat banyak orang rentan terhadap penyakit. Tidak hanya orang dewasa, anak-anakjuga mengalami kondisi yang sama yaitu terserang berbagai penyakit dan tubuh tidak mampu melawan suhu dan cuaca yang selalu berubah-ubah. Lalu apa saja penyakit yang sering timbul pada anak-anak ketika musim hujan dan bagaimana cara mengatasinya?

Sunday, January 5, 2014

Merawat Bayi Yang Lahir Prematur

Bayi yang lahir prematur merupakan bayi yang rawan dan sensitif, karena itu diperlukan penanganan spesial dan khusus di ruang NICU (neonatal intensive care unit); Dijelaskan oleh Dr. dr. Rinawati, Sp.A (K), dokter spesialis anak divisi konsultan perinatologi, NICU adalah ruang perawatan intensif untuk bayi sampai usia 28 hari dan anak-anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus untuk mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital. Di ruangan itu, bayi prematur dapat dimonitor secara intensif baik kondisi jantungnya, pernapasan, suhu tubuh dan aktivitas otak bayi.