Sunday, May 4, 2014

Pendidikan Untuk Anak Speech Delayed

Konsultan: Dra Rose Mini A.P.M.Si

Anak dikatakan mengalami keterlambatan bicara atau yang disebut dengan speech delayed bila usia 10-15 bulan tidak mampu memahami pembicaraan orang lain. Ia tidak mampu mengucapkan 4-6 kata di usia 11-20 bulan bahkan di usia sekitar 24 bulan juga belum dapat mengerti pembicaraan orang lain atau menangkap pembicaraannya. Untuk anak yang mengalami speech delayed belum bisa dikatakan sebagai anak yang memerlukan kebutuhan khusus atau autis. Untuk mengetahui keponakan Anda termasuk dalam kategori autis atau tidak tentu harus dilakukan pemeriksaan yang tepat dengan konsultasi pada dokter saraf dan tumbuh kembang anak.

Menempatkan anak untuk belajar atau sekolah memang sangat dibutuhkan. Tentu dengan pertimbangan yang matang dan tepat dalam pemilihan tempat pendidikan. Jika anak mengalami speech delayed atau anak dengan kebutuhan khusus, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan dahulu. Kemudian melihat bakat dari anak seperti apa agar penempatan pendidikan anak bisa tepat. Setelah itu melakukan survey lingkungan sekolah seperti apa, agar cocok dengan anak. Hal penting yang seharusnya dilakukan oleh orangtua yakni, tidak memaksakan kehendak orangtua agar anak masuk di sekolah yang mempunyai citra baik, padahal belum tentu anak tersebut mampu belajar di sekolah tersebut. Akibatnya anak tidak akan berkembang dengan baik bahkan tertinggal dari segi pendidikan.

Apabila anak mengalami keterlambatan berbicara atau speech delayed, sebaiknya ditangani dengan speech therapy terlebih dahulu. Sehingga orangtua dan keluarga dapat mengetahui apa penyebab yang membuat si anak mengalami keterlambatan berbicara. Bisa juga disebabkan karena kedua orangtua berbeda kebangsaan, terlebih saat berkomunikasi kepada anak yang berbeda, tentu akan membuat anak merasa bingung dalam berkomunikasi, sehingga dengan usia anak yang masih terbilang belia, akan susah menangkap pesan yang berbeda-beda dari apa yang disampaikan kedua orangtuanya melalui bahasa yang didengar setiap hari.


Dalam hal ini keterlambatan berbicara atau speech delayed bukan berarti anak mengalami kelainan dalam berinteraksi yang tidak bisa berkomunikasi dua arah yang biasa disebut autis. Bila anak mengalami keterlambatan berbicara dimasukkan ke selolah anak-anak berkebutuhan khusus seperti anak autis atau keterbelakangan mental, tentu anak tersebut akan menjadi susah berbicara bahkan tidak akan berkembang. Rini Listia (Info Kecantikan)  

0 komentar:

Post a Comment