Sunday, June 8, 2014

Belimbing Wuluh Ampuh Atasi Hipertensi

Rasa buah yang asam, membuat banyak orang kurang menyukai belimbing wuluh. Bahkan, buah berbentuk lonjong kecil ini umumnya hanya dimanfaatkan sebagai perasa asam di dalam masakan berkuah. Padahal, belimbing wuluh memiliki segudang manfaat yang baik untuk kesehatan. Kandungan senyawa dan mineral di dalamnya bersifat diuretik atau meluruhkan kencing, yang dapat membantu proses sekresi afau pelepasan substansi kimiawi dalam tubuh. Tidak hanya itu, belimbing wuluh juga dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah atau hipertensi. Apa saja kandungannya?

Umumnya Hipertensi atau biasa dikenal dengan tekanan darah tinggi terjadi pada mereka yang sudah berusia lanjut, namun tidak menutup kemungkinan usia muda pun bisa terkena hipertensi. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, seperti tekanan standar hidup yang tinggi, aktivitas yang padat, kurang berolahraga, asupan makanan kurang sehat, dan kurangnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatan meski tidak ada tanda-tanda sakit yang dirasa.

Menurut dr. Eka Ginanjar, SpPD, tekanan darah di atas normal ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan diastolic (bagian bawah). Hipertensi merupakan salah satu faktor penyebab penyakit jantung koroner dan pembuluh darah. Sering kali hipertensi tidak menunjukkan gejala yang pasti sehingga baru diketahui setelah terjadi gangguan fungsi organ. Oleh karena itu penyakit ini memiliki julukan Silent Killer (pembunuh diam-diam).

Ada dua jenis hipertensi, yaitu hipertensi esensial dan sekunder. Faktor pemicu hipertensi esensial tidak bisa dispesitikasi, namun biasanya disebabkan karena elastisitas pembuluh darah berkurang Sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat. Faktor lain seperti usia, pola hidup, tingginya kadar garam dalam darah dan faktor genetik juga bisa jadi penyulut hipertensi esensial. Secara genetik antara orang tua dan anak memiliki struktur tubuh yang sama sehingga lebih berisiko mewarisi hipertensi. Meski demikian tidak berarti penyakit ini menurun secara langsung.

Sedangkan pemicu hipertensi sekunder adalah oleh penyakit tertentu seperti gagal ginjal, penyempitan pembuluh darah dari arteri menuju ginjal atau ketidakseimbangan hormonal.

Belimbing Wuluh. Memanfaatkan alam sekitar bisa jadi alternatit paling mudah sekaligus murah dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Belum banyak yang mengetahui ternyata belimbing wuluh mampu mengatasi hipertensi.

Memiliki nama latin Averrhoa bilimbi, belimbing wuluh dipercaya berkhasiat sebagai anti piretik, intlamasi, dan hipertensi. Tanaman yang cukup terkenal di Indonesia ini mengandung banyak mineral, seperti kalsium oksalat, asam format, saponin dan perosidase. Ada juga protein, serat, zat besi, vitamin C, fosfor, niacin dan masih banyak lagi. Tiap 100 gr belimbing wuluh mengandung 32 kalori energi, 7 gr karbohidrat, 0.4 gr protein, 52 mg vitamin C, 10 mg kalsium, 10 mg fostor dan 1,0 mg zat besi.

Ditambahkan oleh ahli tanaman obat lr. Lukas Tersono Adi, belimbing wuluh memuat senyawa aktif yang memberikan efek diuretikal sehingga dapat membantu melancarkan sistem kemih atau buang air kecil. Proses ini terjadi dengan cara menyaring darah dari zat-zat yang tidak digunakan dalam tubuh dan menyerap zat-zat yang tidak diperlukan. Zat-zat yang tidak diperlukan dalam tubuh larut dan dikeluarkan melalui urin dan keringat.

Buah berwarna hijau berbentuk lonjong ini memang memiliki rasa asam yang kuat. Membuat banyak orang terutama pengidap maag enggan mengonsumsi belimbing wuluh karena khawatir maagnya kambuh. Padahal, rasa asam itu justru membantu menurunkan asam lambung jika dikonsumsi secara teratur di pagi dan sore hari setelah makan.

Untuk mengatasi hipertensi, saran mengonsumsi belimbing wuluh ini sangat mudah. Bila Anda menyukai rasa asam bisa mengonsumsinya dalam keadaan segar. Sebaiknya pilih belimbing wuluh yang tidak terlalu muda   tapi juga tidak terlalu   matang. Namun bagi yang tidak kuat atau kurang menyukai rasa asam bisa memanfaatkan daun  belimbing wuluh yang juga berfungsi menurunkan tekanan darah tinggi.

Menurut lr. Lukas Tersono Adi, berbeda dengan buahnya, daun belimbing wuluh dapat dikonsumsi setelah dikeringkan hingga layu, supaya stomata atau mulut daun tertutup. Jika ingin bertahan lebih lama, daun belimbing wuluh bisa dikeringkan. Caranya, cuci daun belimbing wuluh hingga bersih lalu dikeringkan dalam oven panas suhu 40 0C selama 4 jam. Kemudian ambil 60 gr daun belimbing wuluh layu atau 30 gr daun kering, lalu campur dengan 5 gelas air dan rebus di atas api kecil hingga air tersisa separuhnya. Air rebusan daun belimbing wuluh dapat diminum tiga kali sehari. Selama mengonsumsi ramuan daun belimbing wuluh ini disarankan lebih banyak mengonsumsi air putih untuk membantu proses diuretik.

Tanaman Tambahan. Agar kinerja buah atau daun belimbing wuluh bisa lebih efektif mengatasi hipertensi, ramuan yang dibuat bisa ditambahkan tanaman lain seperti sambiloto dan pegagan. Dari segi diuretikal sambiloto bersrfat fasodilatasi yaitu memperbesar dan melancarkan pembuluh darah. Sedangkan pegagan dapat merevitalisasi sel-sel yang rusak.

Perlu diketahui, sambiloto dan pegagan juga bersifat metabolik, sehingga sangatlah penting memerhatikan komposisinya, Sehingga tidak mengganggu proses pencernaan. Mengonsumsi belimbing wuluh segara atau ramuan daun belimbing wuluh, dengan atau tanpa tambahan sambiloto dan pegagan juga harus diperhatikan. Karena Jika dikonsumsi secara berlebihan justru dapat mengakibatkan tekanan darah turun drastis. Untuk itu, saat mengonsumsi tanaman obat ini pastikan rajin mengecek tensi darah setiap hari.


Apabila kadar tekanan darah telah mencapai batas normal, konsumsi belimbing wuluh bisa tetap dijalankan seperti biasa, namun dengan mengurangi dosisnya. Ditambah lebih memperbanyak aktivitas fisik seperti olahraga, mengeliminasi makanan yang tidak baik, dan mengonsumsi makanan sehat yang menunjang kesehatan. Enny Khurniasari (Info Kecantikan)  

0 komentar:

Post a Comment