Sunday, March 31, 2013

Membentuk Perut, Paha dan Lengan Atas Terlihat Ideal (Bagian 1)

Memiliki lekuk tubuh yang indah dengan perut yang rata, lengan atas yang kecil dan paha yang kecil membuat seorang wanita terlihat lebih seksi dan menarik. Namun sayangnya terkadang bentuk tubuh tidak proporsional yaitu perut buncit, serta lengan atas dan paha yang besar. Tak perlu cemas jika bentuk tubuh Anda tidak proporsional, karena dengan menjaga pola makan yang seimbang dan berolahraga, serta menjalani treatment seperti suntik leptin yang dikombinasikan dengan accent ultra dan treatment akupunktur slimming, dijamin tubuh Anda kembali seksi bak Jennifer Lopez. Ingin tahu selengkapnya?


Pada orang-orang Yang mengalami masalah kelebihan berat badan, umumnya bagian perut, paha dan lengan atas terlihat lebih besar. Tentu hal tersebut membuat penampilan tidak terlihat seksi dan proporsional. Namun masalah tersebut juga bisa dialami oleh mereka yang bertubuh langsing, tetapi dengan perut, paha dan lengan atas yang terlihat lebih besar dan menggelambir. Hal tersebut terjadi karena menurut Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK, clinical nutrition specialist, daerah perut, paha atas dan lengan atas merupakan tempat penimbunan lemak.

Umumnya mereka yang mengalami masalah tersebut juga mengalami masalah kegemukan. Perhitungan kegemukan bisa dilakukan berdasarkan persentase lemak di dalam tubuh dan tebal lipatan kulit. Tebal lipatan kulit pada setiap bagian tubuh berbeda-beda nilainya. Namun untuk menentukan obesitas atau kegemukan, biasanya tidak dinilai per bagian, tetapi persentase keseluruhan. Namun, metode pengukuran tebal lipatan kulit tidak populer lagi karena subjektivitasnya tinggi dan tidak praktis.

Dijelaskan oleh dr. Diani Adrina, SpGK, dokter spesialis gizi klinik, tipe tubuh setiap orang berbeda-beda, yaitu bentuk apel dan pir. Mereka yang memiliki tipe tubuh apel biasanya lengan dan perutnya besar, sementara mereka yang tipe tubuhnya pir memiliki bokong dan paha yang besar. Umumnya banyak wanita memiliki bentuk tubuh pir, sementara laki-laki memiliki bentuk tubuh apel.

Gaya hidup yang tak sehat, misalnya sering makan makanan berlemak, tinggi karbohidrat namun rendah serat menjadi penyebab yang cukup dominan kelebihan lemak pada bagian tubuh tertentu seperti perut, paha dan lengan atas. Terutama untuk perut buncit, hal tersebut menjadi sinyal jika Anda mengalami kelebihan makanan yang jumlahnya melampaui kebutuhan. Tak hanya itu, aktivitas fisik yang kurang seperti kurang olahraga dan pekerjaan yang lebih banyak duduk juga menyebabkan kelebihan lemak.

Faktor genetik juga mempengaruhi. Jika orangtua mengalami obesitas maka 80 persen anaknya juga akan gemuk. Jika salah satu orangtua gemuk maka 40 persen anaknya akan gemuk. Tetapi jika orangtua tidak gemuk, maka risiko anak menjadi gemuk hanya 14 persen. Begitu pula faktor lingkungan, yaitu jika tinggal di keluarga atau teman-teman yang doyan ngemil membuat seseorang bisa gemuk karena cenderung konsumtif dan menyantap makanan seperti gorengan, makan manis-manis, keripik, soft drink, jus Kemasan dan lain-lain.

Seorang wanita dikatakan mengalami masalah kelebihan lemak di perut jika lingkar pinggangnya lebih dari 80 cm, sementara untuk pria lebih dari 90 cm. Bila kondisi ini terjadi, maka waspadalah. Anda berisiko terkena penyakit metabolik (metabolic syndrome) seperti penyakit jantung, hipertensi, kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, batu kandung empedu, diabetes Serta penyakit degeneratif lainnya.

Mengecilkan Tubuh
Berikut beberapa cara yang sebaiknya dilakukan untuk mengecilkan bagian tubuh seperti perut, paha dan lengan atas yang tidak proporsional:

1. Pola Makan Seimbang
Untuk mengurangi tumpukan lemak di perut, paha dan lengan atas maka sebaiknya Anda menjaga pola makan dan melakukan olahraga. Pola makan yang dianjurkan adalah pola makan yang sehat dengan komposisi yang seimbang antara karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan serat. Untuk waktu makannya dibagi menjadi makanan utama dan makanan selingan dengan durasi setiap tiga jam, dengan porsi yang kecil setiap kali makan.

Tentu agar berat badan tidak berlebihan yang berakibat penimbunan lemak di bagian tubuh tertentu, maka sebaiknya menghindari makanan-makanan yang tinggi lemak jenuhnya. Misalnya makanan yang bergajih, jeroan dan gorengan. Meski makanan berlemak jenuh tidak dianjurkan dikonsumsi, tetapi  bukan berarti tidak boleh mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sama sekali. Bahkan makanan berlemak dan juga mengandung protein menurut dr. Diani akan memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan dengan Karbohidrat, misalnya daging dan ayam.

Untuk menyiasati agar konsumsi lemaknya tidak berlebihan adalah dengan mengombinasikan antara makanan berlemak dengan makanan yang mengandung serat. Misalnya jika ingin makan karbohidrat dengan serat yang tinggi, sebaiknya pilih karbohidrat seperti beras merah, olahan gandum, sayur-sayuran dan buah-buahan. Karbohidrat ini membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama, tetapi tidak terjadi penyerapan lemak karena diikat.

Di dalam sayur-sayuran dan buah-buahan sendiri terdapat dua macam serat yaitu serat larut air dan serat tidak larut air, serat larut adalah serat makanan yang larut dalam air, serat ini akan menarik air dan membentuk gel yang memperlambat pencernaan. Serat larut menunda pengosongan perut, memberikan rasa kenyang, membantu mengendalikan berat badan, mempengaruhi kadar gula darah, memiliki efek menguntungkan pada sensitivitas insulin yang dapat mengendalikan diabetes, serta menurunkan kolesterol LDL (low density lipoprotein) darah karena mengganggu penyerapan kolesterol makanan dan mencegah penyakit jantung.

Contoh serat yang larut air adalah beras, sereal gandum, havermut oat, kentang, ubi jalar, bawang, apel, kacang merah, pisang, legum, kacang polong, kedelai, brokoli, wortel, jeruk, stroberi, apricot, kismis, bit, persik, pir, biji wijen, mentimun, seledri, dan sebagainya.

Sementara serat yang tidak larut dalam air adalah serat yang menyehatkan usus. Karena tidak larut dalam air sehingga serat ini melewati saluran pencernaan relatif utuh, dan mempercepat perjalanan makanan dan limbah melalui usus. Serat tidak larut sangat bermanfaat bagi tubuh kita, karena membantu melancarkan buang air besar sehingga mengurangi konstipasi dan diare. Serat tidak larut juga membantu menghilangkan toksin (racun) dari usus besar, dan mengurangi risiko kanker usus besar karena serat tak larut membantu mempertahankan pH (derajat keasaman) usus.

Beberapa contoh makanan yang mengandung serat tidak larut air adalah gandum utuh, jagung, bekatul, beras, seledri, brokoli, kubis, bawang, tomat, wortel, mentimun, kismis, anggur, Kakao, kelapa, kacang kedelai, kacang tanah, almond, dan lain sebagainya.

Dalam menjaga pola makan yang seimbang dianjurkan mencukupi kebutuhan serat serta vitamin dan mineral dari buah-buahan. Ketika mengonsumsi buah-buahan sebaiknya dimakan langsung karena semua serat yang terkandung dalam buah-buahan bisa diserap seluruhnya, baik serat larut maupun serat tidak larut air. Sementara buah yang diblender akan menyebabkan serat yang tidak larut akan hancur sehingga kerjanya tidak lagi maksimal dalam menghambat penyerapan lemak.

Dalam pola makan seimbang tidak dianjurkan konsumsi gula seperti gula pasir, gula merah, gula batu dan madu terlalu banyak. Pasalnya, gula sangat cepat menaikkan berat badan sehingga mereka yang suka makanan manis, meskipun bukan dalam jumlah yang banyak, tetapi sering, maka akan sulit menurunkan berat badan. Kelebihan makanan-makanan yang mengandung gula dapat kelebihan kalori dan akhirnya diubah menjadi lemak. Dan lemak ini akan menumpuk pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti perut, lengan dan paha atas, serta berat badan akan terus naik dan sulit turunnya.

Karena dampak terlalu banyak mengonsumsi gula tidak baik bagi tubuh, sebaiknya dalam sehari hanya dua kali mengonsumsi makan manis, pagi dan sore hari. Meski boleh manis, tetapi jumlah gulanya harus diperhatikan, hanya 2 sdt setiap kali mengonsumsi makanan manis. Jika ingin mengonsumsi gula buatan hanya dianjurkan lima sachet per hari.

Susu juga dianjurkan dikonsumsi, namun konsumsinya cukup sehari sekali. Sebaiknya pilih susu yang rendah lemak (low fat) atau tanpa lemak (non fat). Susu mengandung kalsium tinggi yang dapat membantu transportasi cadangan lemak untuk dibakar di otot. Ketika berolahraga, L-carnitine di dalam tubuh akan aktif, sehingga akan membawa cadangan lemak ke otot dan dibakar.

Imbangi pola makan seimbang dengan berolahraga. Olahraga yang sebaiknya dilakukan adalah olahraga-olahraga yang menggerakkan otot-otot besar seperti jalan cepat, berenang, serta pengencangan dengan menggunakan beban yang tidak terlalu berat. Sebaiknya lakukan olahraga dengan frekuensi yang banyak dan durasi yang panjang, misalnya 4-5.kali dengan frekuensi gerakan satu set 30 kali. Untuk durasi sekali olahraga adalah 15-30 menit sehingga tubuh kencang. bersambung ...... 

Sumber: Tabloid Info Kecantikan

0 komentar:

Post a Comment