Saturday, February 16, 2013

Hot Stone Pedicure Mencerahkan Kulit Kaki


Punggung kaki merupakan bagian yang sering terpapar sinar matahari sehingga lebih sering terbakar dan hitam. Hal tersebut membuat kulit kaki Anda terlihat belang. Treatment hot stone pedicure, yang merupakan terapi penyembuhan kuno yang menggunakan batu panas mampu mencerahkan kulit punggung kaki Anda yang menghitam karena terbakar sinar matahari. Seperti apa treatment-nya? 


Kulit bagian punggung kaki kerap diabaikan perawatannya, padahal bagian tersebut juga rentan mengalami masalah kulit yang terbakar dan menghitam akibat terpapar sinar matahari langsung. Akibatnya kulit di bagian punggung kaki warnanya menjadi lebih gelap, sementara kulit punggung kaki yang tertutup sepatu berwarna lebih cerah. Tentu hal tersebut membuat Anda tak percaya diri menggunakan sepatu ataupun sandal terbuka. Untuk mengatasi warna kulit yang menghitam biasanya banyak orang menggunakan berbagai krim atau lotion pemutih. Alternatif lainnya yang dapat Anda gunakan adalah dengan terapi hot stone pedicure yaitu metode pedicure yang menggunakan media hot stone atau batu yang dipanaskan.

Hot Stone Pedicure.
Dijelaskan oleh dr. Kristin Indrati, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin, batu yang biasa digunakan dalam hot stone pedicure adalah batu basalt, batu kali, batu giok dan batu permata. Batu digunakan dalam terapi karena batu mempunyai energi yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Penggunaan batu panas untuk terapi sudah digunakan sejak 2000 tahun lalu di negeri China, yang saat itu digunakan untuk memperbaiki organ dalam tubuh. Sesudah itu penggunaannya menyebar ke Amerika, Afrika, Eropa, Mesir dan India yang menggunakan batu sebagai media bantu untuk kesehatan. Sementara batu yang digunakan adalah batu basalt yang tergolong batu gunung berapi, karena memiliki kandungan elemen besi yang tinggi dan mampu menahan panas dalam waktu yang cukup lama.

Dalam terapi hot stone pedicure ini media yang digunakan tak hanya batu, tetapi saat pemijatan menggunakan minyak esensial seperti rumput laut, geranium, bergamot dan lavender, serta menggunakan bahan-bahan scrub yang dapat membantu membuang sel-sel kulit mati dan memperbaiki sirkulasi darah. Untuk hot stone pedicure banyak digunakan minyak esensial lavender yang bermanfaat untuk kulit yaitu mencegah keriput, mengatasi bekas luka, mendorong regenerasi kulit, menenangkan kulit, merangsang sirkulasi pada kulit serta menenangkan sistem saraf.

Manfaat dari hot stone pedicure adalah meningkatkan sirkulasi darah. Aplikasi panas dari batu akan memberikan efek vasodilitasi atau melebarkan pembuluh darah sehingga bersama-sama dengan efek pencernaan darah, akan meningkatkan penyediaan oksigen melalui sistem sirkulasi. Hai tersebut dapat meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan respon inflamasi atau peningkatan migrasi sel-sel lekosit ke daerah tersebut, mampu mengurangi rasa nyeri, mengurangi kejang otot, melembutkan jaringan dan meningkatkan suhu tubuh.

Kombinasi dari panas dan kandungan energetik dari batu serta pijatan yang dilakukan mampu menghasilkan rasa relaksasi serta kenyamanan. Seperti diketahui, pada kaki terdapat banyak saraf-saraf yang terhubung dengan seluruh tubuh. Terapi ini dipercaya dapat melepaskan lelah dan stres setelah seharian bekerja karena panas dari batu dapat meresap ke dalam otot. Di samping itu, uap panas yang dihasilkan dari batu dapat mengikat racun-racun yang ada di otot kaki. Selain bermanfaat untuk kulit, terapi hot stone pedicure juga bermanfaat untuk membantu mengatasi arthritis, depresi dan kecemasan.

Terapi hot stone pedicure membutuhkan waktu selama kurang lebih satu jam. Seperti halnya treatment pedicure lainnya, hot stone pedicure diawali dengan merendam kaki di air hangat dan kutikula dibersihkan, kuku dipotong dan mengurangi penebalan kulit di telapak kaki. Selanjutnya kaki dibaluri minyak esensial atau minyak pijat, lalu kaki dicelupkan pada wax paraffin hangat yang bermanfaat untuk melembabkan dan melembutkan kulit.

Setelah selesai, kaki diangkat dan dikeringkan. Berikutnya batu yang teiah dipanaskan, diselipkan di sela-sela jari kaki. Sementara batu yang lainnya digunakan untuk memijat kedua kaki secara bergantian. Sesudah itu kaki dibungkus dengan handuk hangat selama 7-10 menit. Selain terapi, yang terpenting agar kulit punggung kaki tidak terbakar atau menghitam sebaiknya memakai tabir surya setiap empat jam sekali.

Untuk Punggung.
Tak hanya untuk punggung kaki, selama ini terapi hot stone lebih populer digunakan untuk punggung tubuh. Dijelaskan oleh Dina Mariana, terapis hot stone, hot stone pada punggung dapat merelaksasikan tubuh, memberikan rasa tenang setelah Dina Mariana, Terapist beraktivitas dan meregangkan otot-otot yang kaku sehingga aliran darah menjadi lancar. Jika tubuh relaks maka akan membuat aura terpancar dari dalam, serta metabolisme lebih bagus dan kulit lebih cerah.

Untuk punggung, terapi hot stone dilakukan dengan cara menekan hot stone pada titik-titik tertentu. Sebelumnya batu diletakkan pada punggung, tubuh diolesi minyak esensial atau minyak zaitun untuk menstimulasi energi panas dari batu hot stone. Sebelum digunakan batu dipanaskan di dalam steamer mineral dengan suhu 180 derajat Celsius. Dalam posisi tengkurap selanjutnya masuk ke dalam tahap pemijatan.

Proses pemijatan dilakukan mulai dari kaki bagian belakang menggunakan tangan, sembari dipijat batu hangat berukuran besar akan diletakkan di bagian kaki. Sesudah itu dipijat punggungnya dan batu panas berukuran sedang diletakkan di punggung. Selanjutnya pemijatan tahap kedua yang dimulai dari kaki menggunakan batu hangat. Sesudah kaki dipijat baru bagian punggung dipijat juga menggunakan batu hangat. Lalu batu diletakkan di bagian lutut, telapak kaki, perut dan dada.

Sesudah selesai bagian belakang, Anda berbalik dan dipijat bagian depan dengan posisi telentang. Pemijatan diawali dari kaki, perut, tangan dan kepala menggunakan tangan. Selanjutnya pemijatan tahap kedua untuk bagian depan dimulai dari kaki, perut, tangan dan kepala menggunakan hot stone.
Untuk mendapatkan manfaat dari terapi hot stone, sebaiknya terapi ini dilakukan rutin dua kali seminggu. Untuk hot stone pedicure setelah tiga kali terapi yang dilakukan secara rutin, umumnya hasilnya sudah terlihat yaitu kulit kaki yang menghitam perlahan-lahan akan menjadi cerah.

Yang Harus Diperhatikan.
Karena terapi hot stone melancarkan peredaran darah dan meningkatkan metabolisme tubuh, maka sebaiknya satu jam sebelum menjalani terapi Anda tidak makan makanan berat seperti nasi atau gorengan agar hasilnya lebih sempurna. Sesudah diterapi Anda tidak boleh langsung mandi karena pori-pori kulit masih terbuka dan biarkan metabolisme tubuh bekerja. Jika ingin mandi, lakukan sesudah 30 menit.

Meski terapi ini termasuk terapi tradisional, namun perlu diperhatikan tidak semua orang boleh melakukannya. Menurut dr. Kristin, mereka yang mengalami masalah neuropati (orang yang tidak mempunyai rasa sakit pada tubuhnya), penderita diabetes, kelainan vaskuler perifer, hipertensi, serta pascatrauma pada saraf atau setelah operasi.

Di samping itu, wanita hamil tidak dianjurkan melakukan hot stone karena akan mengalami kenaikan suhu basal tubuh (suhu terendah yang dicapai tubuh selama istirahat, dalam keadaan tidur). Begitu pula penderita sakit jantung yang menggunakan alat pacu jantung (pacemaker). Mereka yang sedang minum obat-obatan yang berefek samping terhadap panas, penderita kanker (yang sedang melakukan kemoterapi atau radioterapi), penderita gangguan sistem imun (lupus, HIV/AIDS), penderita luka bakar, psoriasis, dermatitis, eksim, jerawat dan herpes.

Sumber : Info Kecantikan

0 komentar:

Post a Comment