Monday, February 18, 2013

Cara Instan Agar kulit Kencang dan Kinclong


Betapa bangganya jika usia tak lagi muda, tetapi kulit masih terlihat kencang dan halus tanpa keriput. Untuk mendapatkan kulit yang demikian, dianjurkan untuk merawat kulit sejak belia. Kini teknologi-teknologi pengencangan kulit semakin marak dan terus berkembang.Yang tergolong baru untuk pengencangan adalah pengembangan dari radio frekuensi dan ultrasound. Berkembang juga tanam benang tanpa sayatan dalam bentuk siluet soft. Dengan treatment tersebut, seketika kulit menjadi kencang. Ingin tahu selengkapnya?


Wanita mana pun tak ingin penampilannya terlihat tua meski usia tak lagi muda. Tak mengherankan jika ada sedikit saja tanda-tanda penuaan seperti kerutan di daerah garis senyum serta kulit kendur dan turun pada wajah, rasanya sudah cemas dan segera mencari berbagai cara untuk segera membuat kulit kembali kencang bak remaja. Namun perlu Anda sadari penuaan tak bisa dicegah, tetapi bisa diperlambat timbulnya tanda-tanda penuaan. Penuaan sendiri dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor intrinsik yang berasal dari dalam tubuh seperti usia yang semakin bertambah dan faktor ekstrinsik yang berasal dari luar tubuh.

Penuaan karena faktor ekstrinsik banyak sebabnya, salah satunya adalah paparan sinar matahari, polusi dan terkena bahan-bahan kimia. Dan hampir 80 persen penuaan terjadi karena sering terpapar sinar matahari. Di dalam sinar matahari, terdapat sinar UV A (ultraviolet A) yang dapat mengakibatkan perubahan kolagen dan menimbulkan kerutan), serta sinar UV B yang dapat menimbulkan penuaan pada permukaan kulit seperti vlek hitam. Saat sinar ultraviolet menembus kulit, terutama UV A, maka sinar UV ini akan langsung mengubah struktur kolagen dan serat elastin sehingga serat kolagen lebih cepat mati.

Menurut dr. Sondang P. Sirait, SpKK, dokter spesialis kulit dan Kelamin, umumnya kekenduran kulit dimulai sejak usia 20-30 tahun, namun saat itu belum terlihat secara kasat mata. Kian hari proses terus berlangsung dan kulit semakin mengendur, dan setelah itu kulit kendur terlihat secara kasat mata. Gaya hidup sangat memengaruhi kecepatan proses penuaan, pada perokok proses kendurnya kulit berlangsung lebih cepat. Bila gizi buruk, kurang makanan yang mengandung vitamin, phytochemicals dan mineral dari tumbuhan, kurang protein, dan kurang minum air putih, serta terpapar sinar matahari dapat mempercepat proses penuaan.

Secara umum, menurut Dr. dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK (K), Kepala Departemen llmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI/RSCM, kulit menjadi kendur karena serat kolagen, serat elastin dan sel-sel fibroblast pada lapisan dermis (lapisan yang berada di bawah lapisan epidermis) berkurang. Seperti diketahui, serat elastin membuat kulit elastis seperti karet. Untuk mengetahui kulit masih elastis atau tidak, ketika ditarik kulit yang elastis akan kembali dengan cepat dan bagus. Sementara serat kolagen berfungsi untuk membuat kulit kencang dan tegang. Selain itu, di dalam lapisan dermis terdapat ground section yang sifatnya dapat menahan cairan sehingga kulit lebih lembab. Nan semakin tua, maka serat kolagen, serat elastin dan sel-sel fibroblast bisa berkurang hingga lebih dari 50 persen.

Dengan berkurangnya serat kolagen, serat elastin dan sel-sel fibroblast maka kulit tidak lagi lentur dan kemampuannya untuk menahan gravitasi berkurang. Oleh sebab itu, kulit pun menjadi turun dan kendur atau shagging. Sementara untuk lapisan epidermis atau bagian kulit terluar, kulit tidak terlihat licin dan memengaruhi warna kulit. Semakin menua, lapisan kulit atas menjadi tidak licin karena lapisan-lapisan epidermis sudah berubah dan warna kulit juga menjadi tidak merata.

Pengencangan Kulit. Saat ini banyak orang yang usianya tak lagi muda tetapi tetap ingin kelihatan muda. Dulu banyak orang memiliki tindakan operasi seperti facelift untuk membuat kulit menjadi kencang, namun saat ini dengan perkembangan teknologi bidang kecantikan yang semakin pesat maka cara-cara peremajaan kulit dilakukan dengan membangun serat kolagen dan elastin di lapisan kulit dermis, serta membuat kulit bagian luar atau epidermis kembali terlihat licin.

Untuk pengencangan kulit terbaru, menurut dr. Tjut Nurul, masih berkisar pada teknologi radio frekuensi (RF) dan ultra-sonografi atau ultrasound, yang merupakan treatment dengan daya non laser. Selain itu, treatment-treatment pengencangan terbaru yang banyak dikerjakan oleh dokter dan klinik kecantikan berkisar penggunaan tanam benang seperti siluet soft serta stemcell yang diambil dari lemak sendiri dan ada juga yang diambil dari darah sendiri. treatment-treatment tersebut tergolong instan atau memberikan hasil cepat. Berikut penjelasannya:

1.Radio Frekuensi (RF)
Menurut dr. Yunita A. Hendy, Radio Frekuensi (RF) yang ada saat ini menggunakan sistem teknologi monopolar, bipolar, tripolar. Dan belakangan berkembang teknologi RF yang  multipolar. RF ini menggunakan hand piece yang menempel pada wajah dan menghasilkan efek panas ataupun sensasi rasa hangat yang masuk ke dalam kulit. Pada prinsipnya RF dapat meningkatkan efek kolagenisasi pada kulit, mengurangi lemak pada wajah sehingga menimbulkan efek kencang dan tirus.

Efek lain yang ditimbulkan dapat mengurangi kerut yang sifatnya bukan kerut statis atau kerut ringan yang dapat dihilangkan dengan hanya menggunakan alat bukan tindakan suntik yang dilakukan oleh dokter. RF dapat dijadikan sebagai pilihan pencegahan sebelum terjadi tanda-tanda penuaan dan membantu mengencangkan kulit.

Pengerjaan RF dapat dilakukan seorang beauty therapist dan lama pengerjaan pada wajah kurang lebih 45 menit sampai 60 menit. Sebelum menjalani treatment RF sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter, sehingga tingkat keberhasilannya lebih maksimal. Tidak ada batasan usia, karena treatment ini bisa digunakan sebagai langkah pencegahan agar tidak cepat timbul keriput. Treatment ini akan memberikan hasil yang lebih baik jika digunakan pada kulit yang terlihat menua seperti sudah timbul kerutan, turunnya otot pipi, pipi bergelayut dan pipi chubby.

2. Kombinasi Ultrasound dengan Radio Frekuensi
Ultrasound merupakan salah satu treatment pengencangan kulit yang saat ini mulai booming. Ultrasound menggunakan getaran mekanik gelombang suara, yang dapat menstimulasi lapisan di dalam epidermis sehingga mencapai kolagen dan elastin. Jika kolagen dan elastinnya terstimulasi maka produksi jaringan kolagen dan elastinnya akan bagus. Saat ini teknologi ultrasound ada yang digabungkan dengan radio frekuensi, yang menggunakan energi panas sehingga stimulasi dari kolagen akan semakin baik dan hasilnya kulit menjadi kencang.

Ditambahkan oleh dr. Tjut Nurul, RF dan ultrasound ini bekerja hingga ke lapisan dalam kulit sehingga memberikan stimulasi di lapisan dalam kulit hingga terbentuk lagi serat kolagen, serat elastin, sel-sel fibroblast dan ground sustains. Seberapa banyak treatment RF dan ultrasound harus dilakukan tergantung dari setiap orang dan tingkat keparahan dari kekenduran kulit.

Ada orang yang sekali treatment saja sudah merasa kulitnya kencang. Tetapi ada juga yang perlu menjalani treatment sebanyak tiga kali atau lebih. Jarak antara satu treatment dengan treatment berikutnya adalah empat hingga enam minggu. Semakin banyak pengulangan dari treatment ini maka hasilnya menjadi lebih baik.

Setiap treatment memiliki efek samping. Seperti pengencangan kulit, yang terjadi adalah merusak keutuhan lapisan kulit misalnya terjadi lecet dan kemerahan. Dalam treatment yang menggunakan alat seperti radio frekuensi terkadang terjadi kemerahan. Namun terkadang kemerahan yang timbul dijadikan sebagai target bahwa stimulasinya sudah sampai ke pembuluh darah yang ada di lapisan dermis.

Namun untuk efek samping selanjutnya yang dapat terjadi adalah bengkak-bengkak. Namun kemerahan dan bengkak ini bisa hilang cepat ataupun hingga esok harinya, tergantung sensitivitas kulit. Efek samping lainnya yang mungkin terjadi adalah luka bakar, karena alat yang digunakan menggunakan panas sehingga jika pengerjaannya tidak berhati-hati bisa menyebabkan luka bakar.

3. Kombinasi Transion dan Radio Frekuensi
Radio frekuensi tak hanya dikombinasikan dengan ultrasound, tetapi juga bisa dengan alat transion. Seperti halnya treatment terbaru untuk mengencangkan adalah VIP Line yang menggunakan teknologi Italia, yang dapat mengencangkan otot dengan alat transion. Dijelaskan oleh Mutiara Waghorn, Direktur Utama PT Griya Cantik Utama, pada usia 37 tahun biasanya seseorang mengalami otot-otot yang kendur, karena itu untuk mengencangkan otot digunakan treatment dengan alat. Selain mengencangkan otot, transion juga berfungsi untuk melangsingkan tubuh dan meniruskan pipi.

Sebelum penggunaan alat transion, wajah dibersihkan, lalu dikeringkan. Sesudah itu pada wajah diaplikasikan alat transion selama 20-25 menit. Saat transion wajah tidak merasakan panas, tetapi seperti ada aliran listrik yang masuk. Untuk mendapatkan hasil yang bagus yaitu kulit lebih kencang sebaiknya penggunaan transion ini di kombinasikan dengan radio frekuensi.

Agar hasilnya bagus, treatment kombinasi antara transion dan radio frekuensi dilakukan seminggu sekali. Sekali treatment hasilnya sudah terlihat dan pada orang-orang usia 40 tahun hasilnya terlihat bagus setelah tiga hingga empat kali treatment, tergantung dari kekenduran otot. Treatment ini bisa dilakukan oleh siapa pun. Laki-laki ataupun perempuan. yang sudah mengalami keluhan kulit kendur. RF ini berfungsi untuk merangsang kolagen sehingga jika produksi kolagennya bagus maka kulit juga akan terlihat kencang. 

4. Tanam Benang dengan Siluet Soft
Pengencangan kulit dengan benang juga digemari dan menjadi pilihan karena hasilnya lebih bertahan lama. Saat awal teknologi pengencangan dengan benang menggunakan siluet lift yang terdiri atas Tread lift, Aptos lift ataupun Happy lift yang menggunakan sedikit sayatan pada daerah kulit yang akan dikencangkan, dengan memasukkan benang ke dalam kulit wajah agar lebih kencang.

Namun belakangan berkembang penggunaan benang yang tanpa sayatan yaitu teknik siluet soft yang merupakan teknologi dari Amerika. Menurut dr. Teguh Tanuwidjaja, M.Biomed (AAM), dokter spesialis biomedik bidang antiaging, Ketua Perhimpunan Dokter Estetik Seluruh Indonesia (Perdesti), prinsip kerja siluet soft adalah melakukan traksi atau tarikan, berupa benang polipropilene yang dilengkapi dengan cone (sejenis segi tiga dengan ujung runcing dan dasar lebar), untuk melakukan tarikan-tarikan di daerah-daerah kulit yang sudah kendur Seperti pipi, alis, lengan, payudara dan bokong.

Tidak ada sayatan dalam treatment ini karena benang dimasukkan dengan cara menggunakan jarum, yang terdiri atas dua jarum yang berlawanan arah (bidirectional) dan di pangkal kedua jarum ini terdapat empat cone yang berlawanan arah. Ketika jarum dimasukkan ke jaringan lunak di bawah kulit dengan teknik yang khusus maka akan mengait dan menarik jaringan lunak di bawah kulit sehingga tarikannya akan kuat. Cone dari siluet soft ini memiliki tarikan yang lebih kuat karena bidirectional.

Meski tidak ada sayatan sebelum pengerjaan dilakukan anestesi lokal agar saat kulit disuntik dan dimasukkan benang tidak terasa nyeri. Setelah pemasangan tidak terlihat bekas luka karena tidak adanya sayatan dan hasilnya dapat bertahan hingga 18 bulan. Proses penyembuhan akan terjadi selama lima hari dan selama kurang lebih satu minggu cone-nya akan terlihat, tetapi dalam waktu 1-5 minggu akan hilang dengan sendirinya karena kemampuan dari cone untuk beradaptasi dan diserap melalui reaksi tubuh. Setelah 4-6 minggu akan terjadi proses kolagenasi.

Selama masa penyembuhan tidak dianjurkan melakukan kegiatan berlebihan di daerah kulit wajah yang dimasukkan benang seperti massage yang berlebihan atau tidur tengkurap. Treatment ini aman karena sudah melalui berbagai uji seperti uji toksisitas, uji alergi, uji keganasan dan uji keamanan. Efek samping yang mungkin terjadi adalah terjadinya hematoma (penggumpalan darah) dan infeksi. Hal tersebut bisa terjadi jika prosedur yang dilakukan tidak tepat dan melakukan kegiatan yang menyebabkan infeksi.

Sumber : Info Kecantikan

0 komentar:

Post a Comment