Salah satu cara terbaik mencegah
serangan jantung dan stroke adalah mengendalikan tekanan darah. Saat ini,
sekitar 65 juta orang menderita hipertensi dan lebih dari 70 juta di ambang
mengembangkannya. Kabar baiknya para ahli menemukan strategi baru yang dapat
mengoreksi masalah. Terdiri dari:
Showing posts with label Hipertensi. Show all posts
Showing posts with label Hipertensi. Show all posts
Tuesday, July 16, 2013
Sunday, October 7, 2012
Yoghurt Setiap Hari Enyahkan Hipertensi
Kabar
gembira datang dari American Heart Association's High Blood Pressure Research
2012 tific Sessions. Dalam konferensi itu dipaparkan sebuah hasil studi yang
menyatakan bahwa konsumsi yoghurt rendah kalori secara rutin, membuat tekanan
darah sistolik menjadi rendah sehingga menekan risiko hipertensi.
Tekanan
darah sistolik menjadi ukuran seberapa kuatnya darah menghantam dinding-dinding
pembuluh arteri, ketika jantung kita berdetak. Ini menunjukkan angka tertinggi
dalam ukuran tensi.
Masih
banyak orang yang mengira hipertensi bukan masalah serius sehingga sering
diabaikan. Menurut American Heart Association, tekanan darah tinggi yang tidak
diobati akan merusak dan menimbulkan luka parut di pembuluh arteri.
Parut
atau robekan tersebut dapat beraksi seperti jaring-jaring yang menangkap puing
yang terbawa aliran darah, seperti kolesterol dan plak, yang selanjutnya dapat
tertimbun serta memampatkan aliran darah. Jika terjadi sumbatan di arteri, bisa
memicu penyakit jantung maupun stroke. Karena itu, sangat penting untuk rutin
mengukur tekanan darah sebab seringkali hipertensi tidak menunjukkan
gejala.
Yoghurt Rendah Lemak
Studi
terdahulu telah mengungkap berbagai manfaat sehat yoghurt, di antaranya dalam
membantu mencapai berat badan normal dan menurunkan indeks massa tubuh. Protein
dalam yoghurt cukup untuk membuat perut kenyang lebih lama sehingga tidak makan
berlebihan.
Hasil
penelitian di University of California, AS, menyebutkan bahwa konsumsi yoghurt
yang mengandung kultur hidup akan meningkatkan kadar gamma interferon, komponen
kunci dalam sistem kekebalan tubuh. Di satu sisi, yoghurt merangsang sistem
imun. Di sisi lain, yoghurt membu- nuh bakteri jahat di usus.
Terkait
hipertensi, para peneliti melakukan studi selama 15 tahun yang diikuti lebih
dari 2.000 sukarelawan yang tidak mengalami hipertensi pada awal studi. Selama
periode studi, para peserta mengisi kuesioner sehanyak tiga kali dalam waktu
berbeda untuk mengukur asupan yoghurt.
Hasilnya
menunjukkan, pada 31 persen responden kemungkinan untuk terjadi hipertensi
lebih kecil, bila minimal 2 persen dari asupan kalori harian berasal dari
yoghurt. Ini setara dengan konsumsi 170 gram yoghurt rendah lemak setiap tiga
hari. Tekanan darah sistolik mereka juga membaik secara signifikan bila
dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi yoghurt.
Jadikan Camilan
Penemuan
ini mendukung keyakinan bahwa produk susu rendah lemak mampu menurunkan tekanan
darah. Para ahli juga menganjurkan kita untuk memasukkan yoghurt dalam pola
makan harian, dilengkapi olah raga teratur, untuk mencegah penyakit kronis,
termasuk hipertensi. Yoghurt sangat mudah di konsumsi. Selain bisa dicampurkan
ke dalam makanan utama, juga bisa dijadikan camilan sehat.





